30, 2026
Nasional

Ungkap Pengeroyokan Maut 27 Agustus, Polisi Periksa Sidik Jari di Kayu-Batu

Polda Metro Jaya memeriksa 16 saksi terkait kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan. Polisi juga menyita kayu hingga bongkahan batu.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Ungkap Pengeroyokan Maut 27 Agustus, Polisi Periksa Sidik Jari di Kayu-Batu

Ungkap Pengeroyokan Maut 27 Agustus, Polisi Periksa Sidik Jari di Kayu-Batu

Polisi telah mengungkap kasus pengeroyokan maut yang terjadi pada 27 Agustus lalu dengan melakukan pemeriksaan sidik jari pada potongan kayu dan batu yang dianggap sebagai senjata dalam aksi kekerasan tersebut. Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat telah melakukan penggalengan dalam penyelidikan kasus yang menewaskan seorang korban bernama Ahmad Fauzi (28).

Kasatreskrim Polres setempak, Komisaris Wahyu Budi Santoso mengatakan bahwa timnya telah menemukan beberapa potongan kayu dan batu yang diduga digunakan para pelaku dalam melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban. "Beberapa barang bukti berupa potongan kayu dan batu telah kami amankan di TKP. Kami telah mengambil sampel sidik jari dari barang bukti tersebut untuk memperkuat identitas para pelaku," ujar Wahyu dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Rabu (5/10).

Proses Pemeriksaan Barang Bukti

Menurut Wahyu, pemeriksaan sidik jari pada potongan kayu dan batu tersebut dilakukan di laboratorium forensik Polri. Proses ini memakan waktu beberapa hari mengingkat kondisi barang bukti yang sudah terpapar cuaca dan berinteraksi dengan lingkungan. "Kami menggunakan teknik pemeriksaan sidik jari yang canggih untuk mendapatkan hasil yang optimal. Beberapa sidik jari sudah berhasil kami identifikasi dan sedang kami bandingkan dengan database pelaku kriminal yang ada," jelasnya.

Korban Ahmad Fauzi ditemukan tewas dengan luka memar di seluruh tubuh dan beberapa luka pecah di kepala yang diduga disebabkan oleh serangan dengan benda tumpul. Penyidik menduga korban dihuni oleh lima orang pelaku dalam peristiwa yang terjadi di sebuah gang di Jalan Sudirman pada malam 27 Agustus tersebut.

Motif Penyerangan Masih Diselidiki

Polisi masih menyelidiki motif di balik penyerangan yang mengakibatkan korban tewas tersebut. Sementara ini, penyidik telah menerima keterangan dari beberapa saksi mata yang melihat peristiwa tersebut dari jarak jauh. "Beberapa saksi mata melihat sekelompok orang sedang bertengkar dengan korban sebelum peristiwa kekerasan terjadi. Namun, motif pastinya masih kami selidiki lebih lanjut," tambah Wahyu.

Polisi juga telah memeriksa keluarga korban untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kehidupan Ahmad Fauzi. Dari keterangan keluarga, korban dikenal sebagai sosok yang pemalu dan jarang memiliki masalah dengan orang lain. "Korban tidak memiliki riwayat konflik dengan siapapun. Ini yang membuat kami masih menyelidiki motif para pelaku," ujar salah satu anggota keluarga korban.

Teknis Penyelidikan

Dalam penyelidikan ini, polisi tidak hanya bergantung pada sidik jari, tetapi juga mengumpulkan bukti lain seperti rekaman CCTV sekitar lokasi kejadian dan keterangan dari saksi mata. "Kami telah meminta rekaman CCTV dari beberapa warung dan toko sekitar TKP. Beberapa rekaman sudah berhasil kami dapatkan dan sedang dianalisis," jelas Wahyu.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Beberapa diantaranya telah dinyatakan sebagai saksi, sedangkan beberapa lainnya masih dalam status pengembangan. "Kami tidak menutup kemungkinan untuk menambah tersangka dalam kasus ini. Kami akan terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap semua pelaku yang terlibat," tegas Wahyu.

Kasus pengeroyokan maut ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat terkait tingkat kekerasan yang semakin marak. Polisi berjanji akan menyelesaikan kasus ini secepat mungkin untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk memastikan proses hukum berjalan lancar dan para pelaku dapat dijerat dengan sanksi yang sepadan," pungkas Wahyu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter