03, 2026
Teknologi

Usai Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Prabowo Resmikan Renovasi Museum di Lubang Buaya

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila yang berada di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini dan dilakukan tak lama setelah kepala negara memimpin upacara peringatan di lokasi yang sama.

Museum yang sebelumnya dikenal dengan nama Museum Pengkhianatan PKI itu kini resmi menyandang nama baru, yakni Museum Kesaktian Pancasila, setelah menjalani proses revitalisasi yang digarap oleh Kementerian Kebudayaan. Perubahan nama dan penataan ulang isi museum menjadi salah satu penanda penting dalam upaya pemerintah menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat luas.

Rangkaian Upacara dan Peresmian

Peresmian dilakukan usai Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Setelah upacara selesai, Presiden berkeliling meninjau langsung sejumlah bagian museum yang baru direnovasi. Peninjauan tersebut memungkinkan kepala negara melihat dari dekat hasil revitalisasi, mulai dari penataan ruang pameran, tata letak koleksi, hingga sejumlah fasilitas pendukung yang diperbarui.

Dalam prosesi peresmian, Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan resmi yang menandai dibukanya kembali museum bagi publik. "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, hari Kamis, 1 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila," ujar Prabowo.

Peresmian itu menegaskan posisi kawasan Lubang Buaya sebagai salah satu situs sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai lokasi peristiwa kelam Gerakan 30 September yang menjadi latar lahirnya Hari Kesaktian Pancasila, yang diperingati setiap 1 Oktober.

Fungsi Museum sebagai Ruang Pembelajaran

Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila diharapkan semakin memperkuat fungsi kawasan Monumen Pancasila Sakti sebagai ruang sejarah dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui penataan yang lebih modern dan informatif, museum diharapkan mampu menyampaikan pesan sejarah perjalanan bangsa secara lebih mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai kalangan.

Bagi generasi muda, keberadaan museum ini menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat dinamika sejarah nasional serta memahami nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara. Penyajian koleksi dan narasi sejarah yang tertata diharapkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemerintah menilai bahwa keberadaan museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, melainkan juga pusat edukasi yang hidup. Karena itu, revitalisasi diarahkan agar pengunjung memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik, baik dari sisi penyajian materi maupun kenyamanan ruang pameran.

Didampingi Sejumlah Pejabat Negara

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sejumlah pimpinan lembaga negara, serta pejabat lainnya. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa.

Peresmian Museum Kesaktian Pancasila menjadi salah satu rangkaian kegiatan Presiden Prabowo dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup upacara peringatan hingga peninjauan dan peresmian fasilitas sejarah yang telah diperbarui.

Penataan Kawasan Monumen Pancasila Sakti

Kawasan Monumen Pancasila Sakti sendiri merupakan kompleks yang mencakup sejumlah objek bersejarah, termasuk monumen, sumur tempat penemuan jasad para pahlawan revolusi, serta museum. Penataan kawasan secara menyeluruh menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan lokasi ini sebagai destinasi edukasi sejarah yang representatif.

Dengan diresmikannya renovasi museum, publik diharapkan dapat kembali mengunjungi kawasan ini untuk mengenal lebih dalam peristiwa yang menjadi tonggak penting dalam sejarah bangsa. Pemerintah berharap museum dapat menjadi jembatan antara generasi tua yang mengalami langsung peristiwa sejarah dan generasi muda yang mempelajarinya dari catatan dan koleksi.

Revitalisasi ini juga menjadi penanda komitmen pemerintah dalam merawat warisan sejarah nasional. Melalui pembaruan nama, tata kelola, dan penyajian isi museum, nilai-nilai Pancasila diharapkan terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ideologi negara dari berbagai tantangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter