30, 2026
Politik

Video: Menteri KKP dan Menkop Tinjau KNMP, Dengarkan Keluhan Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Menteri Koperasi , meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai, Sulawesi Selatan.]]>

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: Menteri KKP dan Menkop Tinjau KNMP, Dengarkan Keluhan Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Budi Arie Setiadi meninjau langsung pelaksanaan program Kapal Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah lokasi pesisir. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan berjalan sesuai target, sekaligus menyerap langsung aspirasi para nelayan yang menjadi penerima manfaat.

Dalam peninjauan itu, kedua menteri berdialog dengan sejumlah nelayan yang tengah mempersiapkan kapal bantuan. Mereka mendengarkan berbagai keluhan yang selama ini menjadi hambatan operasional, mulai dari keterbatasan sarana tangkap, akses permodalan hingga distribusi hasil tangkapan. Suasana pertemuan berlangsung hangat ketika sejumlah nelayan menyampaikan pengalaman mereka menggunakan kapal bantuan pemerintah.

Program KNMP dan Target Pemerintah

Kapal Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor kelautan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas nelayan kecil melalui penyediaan kapal tangkap yang lebih modern, efisien, dan sesuai kebutuhan operasional di perairan Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan kapal dalam jumlah besar untuk memperkuat armada nelayan nasional.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kehadiran kapal bantuan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya besar membangun ekosistem perikanan yang berkelanjutan. Menurutnya, nelayan kecil harus naik kelas dari pola penangkapan tradisional menuju pengelolaan usaha yang lebih terukur dan bernilai tambah.

"Kapal ini menjadi alat produksi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pemerintah menyiapkan pendampingan, mulai dari tata kelola usaha hingga pemasaran," ujar Trenggono dalam kunjungan tersebut.

Sinergi KKP dan Kementerian Koperasi

Kolaborasi lintas kementerian menjadi salah satu fokus dalam peninjauan ini. Kementerian Koperasi dan UKM berperan penting dalam menyiapkan kelembagaan usaha nelayan, terutama melalui koperasi yang menjadi wadah pengelolaan kapal. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai pasok hasil tangkapan.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi nelayan dalam membangun koperasi yang sehat dan mandiri. Menurut dia, koperasi menjadi kunci agar kapal bantuan tidak hanya menjadi aset individu, tetapi dikelola secara kolektif sehingga manfaat ekonominya lebih merata.

"Kami ingin memastikan kapal yang diberikan negara benar-benar menghidupi nelayan. Koperasi menjadi pintu masuk agar mereka bisa mengakses pembiayaan, pelatihan, dan pasar yang lebih luas," kata Budi Arie.

Keluhan Nelayan di Lapangan

Di hadapan kedua menteri, sejumlah nelayan menyampaikan keluhan terkait biaya operasional melaut yang terus meningkat, termasuk harga bahan bakar minyak, kebutuhan es untuk pengawetan ikan, serta perbekalan. Mereka juga menyoroti pentingnya kapasitas penyimpanan hasil tangkapan agar kualitas ikan tetap terjaga hingga sampai ke pasar.

Keluhan lain berkaitan dengan akses permodalan. Beberapa nelayan mengaku masih terbentur persyaratan administratif ketika hendak mengajukan kredit usaha. Selain itu, fluktuasi harga jual ikan di tingkat nelayan membuat pendapatan tidak stabil, terutama saat musim paceklik.

Beberapa nelayan juga meminta pendampingan teknis berkelanjutan, tidak hanya pada tahap penyerahan kapal. Mereka berharap ada pelatihan navigasi, keselamatan kerja di laut, hingga manajemen usaha agar kapal bantuan dapat dioperasikan secara optimal dan tidak menjadi beban baru.

Pendampingan Teknis dan Keberlanjutan

Menanggapi hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan skema pendampingan yang mencakup pelatihan teknis, sertifikasi, serta monitoring penggunaan kapal. Pemerintah juga mendorong penataan rantai dingin atau cold chain agar kualitas hasil tangkapan meningkat dan harga jual di pasar lebih kompetitif.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM akan memfasilitasi penguatan kelembagaan, akses pembiayaan berbunga rendah, serta kemitraan dengan pelaku usaha pengolahan dan ekspor. Langkah ini diharapkan memutus rantai tengkulak yang selama ini dinilai merugikan nelayan.

Pemerintah menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi hal utama. Pengawasan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kapal bantuan beroperasi aktif dan tidak terbengkalai. Nelayan penerima juga diwajibkan melaporkan hasil tangkapan sebagai bahan evaluasi kebijakan.

Harapan Industri Perikanan Nasional

Sejumlah pengamat menilai program KNMP berpotensi mendorong pertumbuhan produksi perikanan nasional jika diiringi dengan tata kelola yang baik. Namun, tantangan seperti overfishing, penangkapan ikan ilegal, serta perubahan iklim tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi.

Kunjungan kedua menteri ini menjadi sinyal bahwa pemerintah menempatkan sektor kelautan sebagai salah satu pilar ekonomi. Dengan sinergi antara kementerian teknis dan kementerian koperasi, diharapkan nelayan kecil tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kepastian usaha yang berkelanjutan.

Bagi para nelayan, hasil dari peninjauan ini akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, terutama apakah keluhan mereka direspons melalui kebijakan konkret di lapangan. Pembenahan pada aspek operasional, permodalan, dan pemasaran menjadi indikator utama keberhasilan program yang menyangkut hajat hidup ribuan keluarga pesisir di seluruh Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter