12, 2026
Nasional

Viral Bus Dihadang Rombongan Pengantar Jenazah di Jakpus, TransJ Buka Suara

Rombongan pengantar jenazah menghadang Bus Transjakarta di Pasar Baru Timur, Jakarta. Insiden ini viral dan Transjakarta menyesalkan ketidaknyamanan.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Viral Bus Dihadang Rombongan Pengantar Jenazah di Jakpus, TransJ Buka Suara

Bus TransJakarta Dihadang Rombongan Pengantar Jenazah di Jakarta Pusat, Pengelola Buka Suara

Kejadian yang memicu polemik terjadi di Jakarta Pusat ketika sebuah bus TransJakarta dihadang rombongan pengantar jenazah. Insiden yang direkam dan menjadi viral di media sosial ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Pengelola TransJakarta akhirnya memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Menurut informasi yang beredar, bus TransJakarta rute Blok M - Kota nomor koridor 1 yang sedang melaju di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, dihadang oleh sekelompok orang yang sedang mengantar jenazah. Kondisi ini menyebabkan bus terpaksa berhak secara mendadak dan memblokir arus lalu lintas.

Dalam video yang viral tersebut, terlihat sejumlah orang mengepung bus TransJakarta sambil membawa jenazah. Beberapa penumpang bus tampak terlihat kewalahan dan cemas dengan situasi yang terjadi. Pengemudi bus kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang dan pusat kendali operasional TransJakarta.

Kronologi Insiden

Berdasarkan keterangan dari saksi mata, kejadian bermula ketika rombongan pengantar jenazah hendak menuju lokasi pemakaman. Karena arus lalu lintas yang padat, rombongan memilih untuk menggunakan jalur busway dengan menghadang bus TransJakarta yang sedang melaju.

"Saya lihat mereka memaksa bus berhenti dengan menghadap depan. Awalnya saya pikir ada kecelakaan, tapi ternyata mereka membawa jenazah," ujar salah seorang penumpang yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas TransJakarta, Benyamin, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai insiden ini sekitar pukul 14.30 WIB. Tim operasional segera dikirim ke lokasi untuk menyelesaikan masalah.

Resmi TransJakarta

Menanggapi insiden tersebut, TransJakarta mengeluarkan keterangan resmi. Menurut Benyamin, pihaknya memahami kondisi sulit yang dialami keluarga yang sedang berduka namun tetap menegaskan bahwa tindakan menghadang bus TransJakarta tidak boleh dilakukan.

"Kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum. Namun, menghadang bus TransJakarta atau kendaraan umum lainnya bukanlah solusi yang tepat. Hal ini dapat membahayakan penumpang lain dan mengganggu sistem transportasi publik," ujar Benyamin dalam keterangan resminya.

TransJakarta menegaskan bahwa selama 24 jam operasionalnya, selalu ada protokol khusus untuk penanganan darurat termasuk pengiriman jenazah. Pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan keamanan untuk memfasilitasi kebutuhan seperti ini tanpa mengganggu operasional busway.

Reaksi Kepolisian

Kepolisian Resor Jakarta Pusat juga telah menanggapi insiden ini. Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Ahmad Dofiri, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kejadian tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalur sendiri dalam menyelesaikan masalah, terutama dalam situasi duka. "Selalu koordinasikan dengan pihak berwenang jika membutuhkan bantuan, terutama dalam situasi darurat seperti pengiriman jenazah," tambahnya.

Tanggapan Masyarakat

Insiden ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Sebagian besar menyatakan simpati kepada keluarga yang sedang berduka namun menilai tindakan mereka tidak tepat.

Sementara itu, ada juga pihak yang meminta pengelola TransJakarta untuk mempermudah akses bagi rombongan pengantar jenazah melalui jalur busway. Mereka berharap ada sinkronisasi antara pihak TransJakarta dengan dinas terkait untuk memfasilitasi kebutuhan seperti ini.

Langkah Pencegahan

Menindaklanjuti insiden ini, TransJakarta berencana untuk memperkuat koordinasi dengan dinas-dinas terkait dan meningkatkan sosialisasi protokol penanganan darurat. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi sistem operasional untuk mengantisipasi hal serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter