16, 2026
Nasional

Wacana Pengurangan Poin Persija Imbas Penyerangan Bus Persib U-18, Ini Kata Ketum The Jakmania

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/30/6abce24e21b8a-ilustrasi-logo-persija_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wacana Pengurangan Poin Persija Imbas Penyerangan Bus Persib U-18, Ini Kata Ketum The Jakmania

Wacana pengurangan poin bagi Persija Jakarta akibat insiden penyerangan bus tim Persib Bandung U-18 tengah menjadi sorotan. Ketua Umum The Jakmania, Heri Sutrisno, memberikan tanggapan terkait hal ini. Menurutnya, jika memang terbukti ada anggota The Jakmania yang terlibat dalam insiden tersebut, maka pihaknya siap menerima sanksi yang diberikan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Insiden penyerangan bus tim Persib Bandung U-18 terjadi jelang laga persahabatan antara Persija melawan Persib di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Jumat (29/9/2023). Bus yang membawa pemain Persib U-18 diserang oleh sekelompok orang tak dikenal saat sedang menuju lokasi pertandingan. Beberapa jendela bus pecah dan beberapa pemain dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.

Heri Sutrisno dalam keterangannya menyatakan bahwa The Jakmania tidak menyetujui segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. "The Jakmania adalah suporter yang memiliki etos dan sportifitas. Kita tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi pada bus Persib U-18," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jika hasil investigasi menunjukkan ada anggota The Jakmania yang terlibat, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas. "Jika ternyata ada anggota The Jakmania yang terlibat, maka kita akan memproses sesuai aturan internal. Kita tidak akan melindungi siapa pun jika terbukti bersalah," tegasnya.

Heri juga menegaskan bahwa The Jakmania selalu mendorong para anggotanya untuk menunjukkan sportivitas dalam setiap pertandingan. "Kita selalu mengajak anggota The Jakmania untuk mendukung tim dengan cara positif. Tidak ada alasan untuk menggunakan kekerasan dalam mendukung tim kesayangan," paparnya.

Ditanya mengenai wacana pengurangan poin bagi Persija, Heri mengaku akan menerima segala keputusan yang diambil oleh LIB. "Kita akan menerima segala keputusan dari pihak LIB. Jika ternyata ada sanksi, kita akan terima dengan lapang dada. Namun, kita berharap keputusan tersebut adil dan seimbang," ujarnya.

Sementara itu, PT LIB belum memberikan kepastian mengenai sanksi yang akan diberikan kepada Persija. "Kami masih melakukan investigasi menyeluruh mengenai insiden ini. Kami akan mempertimbangkan semua aspek sebelum memberikan keputusan," kata juru bicara PT LIB, Ahmad Rizki dalam keterangannya.

Insiden ini tentu saja menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Kejadian semacam ini merusak citra sepak bola Indonesia dan mencoreng sportivitas yang seharusnya menjadi nilai utama dalam olahraga.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas bagi pihak yang terbukti melakukan kekerasan. "Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. Sanksi yang akan diberikan pastinya akan tegas dan berdampak," tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak, terutama para suporter, untuk menjaga sportivitas. "Sepak bola adalah olahraga yang harus dinikmati oleh semua pihak. Jangan biarkan emosi merusak keindahan olahraga ini," ujarnya.

Dari sisi klub, Persija Jakarta juga telah meminta maaf kepada Persib Bandung atas insiden tersebut. "Kami mohon maaf atas insiden yang terjadi. Kami sedang melakukan internal investigation untuk mengetahui lebih lanjut," kata Ketua Umum Persija, Glenn Sugita.

Di sisi lain, Pelatih Persib U-18, Atep Ahmad, mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. "Saya kecehat dengan apa yang terjadi. Pemain-pemain kami dalam keadaan trauma setelah insiden ini," ujarnya.

Insiden ini tentu saja menjadi pelajaran bagi seluruh pihak terkait pentingnya menjaga sportivitas dan menghindari kekerasan dalam sepak bola. Para suporter, klub, dan pengelola liga perlu bekerja sama untuk menciptakan atmosfer sepak bola yang positif dan sehat.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan investigasi untuk mengetahui pelaku di balik insiden penyerangan bus Persib U-18. Beberapa saksi telah diperiksa dan beberapa rekaman CCTV sedang dianalisis untuk mengungkap kejelasan insiden tersebut.

Dengan adanya wacana pengurangan poin bagi Persija, tentu ini menjadi tantangan bagi klub Jakarta tersebut untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar komitmen terhadap sportivitas dan fair play dalam sepak bola.

Di akhir perbincangannya, Heri Sutrisno kembali menegaskan komitemen The Jakmania terhadap sportivitas. "The Jakmania adalah keluarga besar yang siap mendukung Persija dengan cara yang positif. Kita tidak akan biarkan nama The Jakmania dicemarkan oleh tindakan individu yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter