07, 2026
Teknologi

Wamenko Dradjad Blak-blakan Dapat 8 Tugas Penting dari Airlangga

Wamenko Dradjad Wibowo menjelaskan delapan tugas dari Menko Airlangga, fokus pada stimulus ekonomi dan pariwisata untuk capai pertumbuhan 6% di 2027.]]>

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wamenko Dradjad Blak-blakan Dapat 8 Tugas Penting dari Airlangga

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Wibowo, mengungkapkan bahwa dirinya menerima delapan tugas penting dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Pengungkapan itu disampaikan Dradjad dalam sebuah wawancara terbuka yang menggambarkan pembagian kerja di kementerian koordinator yang menangani sektor perekonomian tersebut.

Pembagian Tugas di Wamenko Perekonomian

Dradjad menjelaskan bahwa posisi wakil menteri koordinator pada dasarnya membantu menteri koordinator dalam menjalankan fungsi koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Namun, menurutnya, penugasan yang diterimanya kali ini cukup spesifik dan menyentuh sejumlah isu strategis. Ia menyebut delapan tugas tersebut tidak sekadar administratif, melainkan berkaitan langsung dengan agenda prioritas pemerintah di bidang ekonomi.

Dalam penjelasannya, Dradjad menyatakan bahwa dirinya menerima arahan langsung dari Airlangga Hartarto sebagai atasan langsungnya. Penugasan itu disusun berdasarkan kebutuhan koordinasi yang muncul di lapangan, terutama pada sektor-sektor yang memerlukan penanganan lintas kementerian. Ia menilai pembagian kerja semacam itu penting agar setiap persoalan ekonomi dapat ditangani secara lebih cepat dan terukur.

Delapan Penugasan Strategis

Kedelapan tugas tersebut menyentuh sejumlah bidang, mulai dari percepatan program ekonomi pemerintah hingga penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Dradjad mengungkapkan bahwa sebagian penugasan berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas harga pangan dan energi, yang selama ini menjadi perhatian utama pemerintah karena dampaknya langsung terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Selain itu, terdapat penugasan yang menyangkut pengembangan sektor riil, termasuk di antaranya mendorong iklim investasi dan memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah. Dradjad menekankan bahwa persoalan UMKM tidak bisa diselesaikan oleh satu kementerian saja, sehingga koordinasi di tingkat Kemenko Perekonomian menjadi kunci.

Isu Pangan dan Energi

Pada bagian ini, ia menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan pasokan pangan dan energi tetap aman. Koordinasi dengan kementerian teknis, badan usaha milik negara, serta pemerintah daerah dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga yang dapat terjadi akibat faktor musiman maupun tekanan global.

Penguatan Investasi dan Sektor Riil

Dradjad menyebut bahwa percepatan realisasi investasi menjadi salah satu penugasan yang membutuhkan perhatian serius. Hambatan di daerah, perizinan yang berlarut-larut, serta persoalan lahan menjadi beberapa hal yang perlu dibenahi bersama. Ia menyatakan bahwa Kemenko Perekonomian berperan sebagai perekat antarinstansi agar target investasi dapat tercapai.

Hubungan Kerja dengan Airlangga Hartarto

Dalam wawancaranya, Dradjad menegaskan bahwa hubungan kerja dengan Airlangga Hartarto berjalan baik. Ia menyebut Airlangga memberikan ruang kepada wakil menteri untuk menjalankan tugas sesuai dengan arahan yang telah ditetapkan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi koordinasi yang kompleks.

Dradjad juga menyampaikan bahwa dirinya melaporkan secara berkala perkembangan pelaksanaan tugas kepada menteri koordinator. Pelaporan tersebut, katanya, menjadi bagian dari mekanisme akuntabilitas di lingkungan kementerian. Ia menekankan bahwa setiap keputusan tetap berada pada ranah menteri koordinator sebagai penanggung jawab utama.

Tantangan Koordinasi Lintas Sektor

Menurut Dradjad, tantangan terbesar dalam menjalankan delapan tugas tersebut adalah memastikan seluruh pemangku kepentingan bergerak pada arah yang sama. Perbedaan kepentingan antarinstansi, kata dia, merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan, tetapi harus dikelola agar tidak menghambat pencapaian target pembangunan.

Ia menyebut bahwa pemerintah saat ini menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, gejolak harga komoditas, hingga perubahan lanskap perdagangan internasional. Dalam situasi seperti itu, koordinasi domestik menjadi semakin penting agar kebijakan yang diambil tetap konsisten dan tidak tumpang tindih.

Fokus pada Hasil

Dradjad menegaskan bahwa delapan tugas yang diterimanya bukan sekadar daftar pekerjaan, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebijakan ekonomi berjalan efektif. Ia berharap pelaksanaan tugas tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan lapangan kerja, stabilitas harga, dan peningkatan kesejahteraan.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk melihat kinerja pemerintah secara utuh, bukan hanya dari satu indikator. Menurutnya, keberhasilan kebijakan ekonomi harus diukur dari bagaimana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan begitu, koordinasi yang dilakukan di tingkat Kemenko Perekonomian memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar rutinitas birokrasi.

Pengungkapan delapan tugas tersebut menambah gambaran mengenai dinamika kerja di lingkungan Kemenko Perekonomian. Dradjad berharap publik dapat memahami bahwa setiap penugasan dirancang untuk menjawab persoalan nyata di lapangan, bukan semata-mata untuk memenuhi struktur organisasi. Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan komitmen untuk menjalankan amanah tersebut secara profesional dan akuntabel.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter