12, 2026
Nasional

Satpol PP dan Pekerja Proyek Bentrok, Begini Reaksi Pramono

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Satpol PP dan Pekerja Proyek Bentrok, Begini Reaksi Pramono

Insiden bentrok antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan para pekerja proyek di lokasi pembangunan gedung perkantoran kembali menarik perhatian. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pramono mengungkapkan sikapnya terkait kejadian yang menimbulkan korban luka ini.

Menurut Pramono, insiden yang terjadi pada Rabu (15/3) lalu merupakan akibat dari ketidakpahaman antara kedua belah pihak. "Kita harus melihat dari berbagai sudut pandang. Ada yang salah dari pihak Satpol PP, tetapi juga ada yang kurang tepat dari para pekerja proyek," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Kronologi Insiden

Bertepatan dengan hari kerja, sejumlah pekerja proyek sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan lokasi pembangunan gedung perkantoran yang berlokasi di pusat kota. Mereka menuntut agar perusahaan kontraktur segera menyelesaikan proses pembayaran upah yang sudah tertunda selama tiga bulan.

Saat aksi berlangsung, rombongan Satpol PP tiba di lokasi untuk membubarkan aksi yang dianggap melanggar perda tentang keramahtamahan. Upaya pembubaran ini kemudian memicai adanya gesekan antara kedua belah pihak.

Saksi mata mengungkapkan bahwa awalnya Satpol PP hanya meminta para pekerja untuk membubarkan diri secara damai. Namun, situasi berubah ketika seorang Satpol PP diduga telah mendorong salah satu pekerja yang sedang berdiskusi dengan pihak keamanan proyek.

"Sontak saja, para pekerja mulai marah dan membentuk barisan untuk memprotes tindakan tersebut. Beberapa di antaranya mulai melempar batu dan benda lainnya," kata seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Tanggapan Resmi

Menanggapi kejadian tersebut, Pramono menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki secara mendalam apa yang menjadi pemicu bentrok tersebut. "Kita tidak akan memihak pada salah satu pihak. Semua akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku," jelasnya.

Pramono menambahkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian yang sesungguhnya. "Kita juga akan memeriksa kamera pengawas di sekitar lokasi untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi," ujarnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP, Budi Santoso, meminta maaf atas insiden yang terjadi. "Kita meminta maaf jika ada tindakan yang berlebihan dari anggota kita. Namun, kita juga harus memahami bahwa tugas Satpol PP adalah menjaga ketertiban umum," ucapnya.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Insiden ini mengakibatkan enam orang pekerja proyek mengalami luka-luka ringan dan dirawat di rumah sakit terdekat. Sementara itu, dua anggota Satpol PP juga mengalami luka serupa akibat dilempar batu oleh para pekerja.

Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak perusahaan kontraktur, serikat pekerja, dan Satpol PP untuk mencari solusi yang memuaskan semua pihak. "Kita tidak ingin insiden serupa terulang lagi di masa depan," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa hak para pekerja untuk memperoleh upah sesuai perjanjian tetap dijunjung tinggi. "Di sisi lain, kita juga harus mengingatkan bahwa setiap aksi unjuk rasa harus dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum," tambahnya.

Reaksi Publik

Insiden ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa pihak mendukung tindakan Satpol PP yang dianggap telah menjaga ketertiban umum. Namun, ada juga yang menilai bahwa tindakan Satpol PP terlalu berlebihan dan kurang memperhatikan kondisi para pekerja yang sedang menuntut haknya.

"Para pekerja hanya meminta hak mereka yang sudah jelas tertunda. Mengapa harus dibubarkan paksa seperti itu," kata Ahmad, warga setempat yang mendukung aksi pekerja.

Sementara itu, Ratna, aktivis buruh, menilai bahwa insiden ini menunjukkan masih adanya gap antara pihak keamanan dengan para buruh. "Kita perlu sistem yang lebih baik dalam menangani konflik buruh. Jangan sampai setiap ada aksi, selalu berujung pada bentrok," ujarnya.

Pramono mengakui bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki dalam penanganan konflik antara pihak keamanan dengan masyarakat. "Kita akan evaluasi insiden ini sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme dalam menangani berbagai situasi," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter