09, 2026
Teknologi

Wanita di Jaktim Tewas Terikat Berujung 2 Pelaku Dijerat

Kematian wanita KDA di kos Jaktim terungkap sebagai pembunuhan. Dua pelaku ditangkap, diduga bermotif ekonomi.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wanita di Jaktim Tewas Terikat Berujung 2 Pelaku Dijerat

Wanita di Jakarta Timur Ditemukan Tewas Terikat, Dua Pelaku berhasil Dijerat

Sebuah kasus pembunuhan yang menyita perhatian warga Jakarta Timur terungkap saat seorang wanita ditemukan tewas dalam kondisi terikat di dalam sebuah rumah kosong. Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut dengan menjerat dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut.

Kejadian tragis ini bermula saat warga setempat melapor adanya bau tidak sedap yang keluar dari sebuah rumah kosong di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Timur. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan mayat seorang perempuan dewasa dalam kondisi terikat tangan dan kakinya serta mengenakan selimut. Korban diketahui bernama Siti Aminah (42), warga setempat yang diketahui sering tinggal sendirian di rumah kosong tersebut.

Kronologi Penemuan Mayat

Menurut keterangan Kepala Polres Jakarta Timur, AKBP Budi Santoso, laporan pertama kali diterima pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Seorang warga yang melintas merasa terganggu dengan bau yang semakin menyengat yang berasal dari dalam rumah kosong tersebut.

Polisi juga menemukan sejumlah bukti di TKP, termasuk tali yang digunakan untuk mengikat korban serta sebotol minuman keras yang diduga telah dikonsumsi oleh korban sebelum kejadian. Selain itu, terdapat jejakan tangan yang diduga milik pelaku di beberapa bagian rumah.

Proses Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku

Setelah menemukan mayat, tim penyidik langsung melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk mengumpulkan bukti. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, polisi berhasil mengidentifikasi dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Menurut polisi, motif pembunuhan tersebut diduga berawal dari perselisihan antara korban dengan kedua pelakunya. "Dari pengakuan pelaku, mereka bermaksud hanya merampas harta korban, namun terjadi perlawanan dari korban sehingga mereka terprovokasi untuk membunuhnya," jelasnya.

Keterangan Pelaku dan Motif Pembunuhan

Dalam pemeriksaan terpisah, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Mereka mengaku sudah lama mengincar korban yang menurut mereka memiliki harta cukup banyak. Ahmad mengaku bahwa dirinya dan Budi merencanakan aksi tersebut selama seminggu terakhir.

"Kami tahu korban sering tinggal sendirian di rumah kosong itu. Kami merencanakan untuk merampas uang dan barang berharganya. Tapi korban menolak memberontak dan mencoba berteriak, jadi kami harus mengikatnya dan akhirnya membunuhnya," ujar Ahmad dalam pemeriksaan singkat yang dihadiri wartawan.

Sementara itu, Budi menambahkan bahwa mereka tidak bermaksud membunuh korban dari awal. "Awalnya kami hanya ingin merampas, tapi korban terlalu banyak berteriak dan berusaha meminta tolong. Karena takut terbukti, kami pun nekat membunuhnya," terangnya.

Tanggapan Kepolisian dan Keluarga Korban

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Irjen Pol. Nana Suryana menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembunuhan ini. "Kami tidak akan mengampuni tindakan kejahatan yang sangat keji ini. Kami akan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman yang sepadan dengan perbuatannya," ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban yang ditemui di rumah duka di Jakarta Timur masih dalam keadaat syok. Saudara perempuan korban, Siti Fatimah (38), mengaku tak menyangka kejadian ini menimba adiknya. "Siti Aminah orangnya baik-baik saja, tidak ada musuh yang diketahui. Kami bingung kenapa harus jadi korban seperti ini," ucapnya sambil menangis.

Kasus ini masih dalam pengembangan oleh penyidik Polres Jakarta Timur. Kedua pelaku akan dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. Polisi juga menyatakan akan mengembangkan kasus ini lebih lanjut untuk mencari adanya kemungkinan pelaku lain yang terlibat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter