Warga Deli Serdang Dukung Polri Tindak Sarang Narkoba: Basmi Semuanya
Deli Serdang - Masyarakat Kabupaten Deli Serdang menunjukkan dukungan tegas terhadap langkah Polri dalam memberantas sindikat narkoba. Ratusan warga dari berbagai kecamatan menyatakan siap membantu pihak kepolisian dalam mengungkap dan memberantas segala bentuk kejahatan narkotika yang meresahkan masyarakat. Dukungan ini ditandai dengan adanya aksi nyata yang dilakukan warga untuk membantu penanganan kasus narkoba di wilayah tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Deli Serdang, AKBP Budi Santoso, mengatakan bahwa dukungan dari masyarakat merupakan pendorong semangat bagi aparat kepolisian dalam melaksanakan tugasnya. "Dukungan dari masyarakat ini sangat berarti bagi kami. Kebersamaan dengan masyarakat adalah kunci utama dalam memerangi peredaran narkoba yang meresahkan," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Deli Serdang, Rabu (15/3).
Aksi Warga Menjaring Pelaku Narkoba
Dalam aksi yang digelar, puluhan warga dari beberapa desa di Kecamatan Sunggal dan Percut Sei Tuan terlihat aktif membantu aparat kepolisian dalam melakukan pengintaian dan pengawasan terhadap daerah yang diduga sebagai sarang peredaran narkoba. Warga mengaku telah lalu mengeluhkan adanya aktivitas mencurigakan di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba.
"Kami tidak bisa lagi melihat remaja-remaja di lingkungan kami menjadi korban narkoba. Oleh karena itu, kami bersatu untuk membantu aparat kepolisian membersihkan lingkungan ini dari segala bentuk kejahatan narkoba," kata Kepala RT 03/RW 07 Desa Sunggal, Ahmad Fauzi, yang turut serta dalam aksi tersebut.
Tindakan Tegas Terhadap Pelaku
Polisi telah melakukan beberapa penangkapan terhadap tersangka yang terlibat dalam jaringan narkoba di wilayah Deli Serdang. Dari operasi yang dilakukan, puluhan kilogram sabu-sabu dan ribu butir ekstasi berhasil disita. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi narkoba serta beberapa kendaraan yang digunakan dalam kegiatan ilegal tersebut.
"Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkoba. Tidak ada pengecualian, semua akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas AKBP Budi Santoso.
Dampak Narkoba terhadap Masyarakat
Dampak buruk narkoba terhadap masyarakat, terutama kalangan remaja, menjadi alasan utama masyarakat Deli Serdang untuk bersatu melawan peredaran narkoba. Berdasarkan data yang dikumpulkan, jumlah kasus ketergantungan narkoba di wilayah Deli Serdang mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir, dengan mayoritas korban berusia di bawah 25 tahun.
"Kami khawatir jika tidak segera diatasi, narkoba akan merusak generasi muda di Deli Serdang. Banyak remaja yang putus sekolah dan bahkan melakukan kejahatan lain karena terjerat narkoba," ujar Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti Narkoba Deli Serdang, Ratna Sari.
Program Pencegahan dan Edukasi
Seiring dengan penindakan tegas, pihak kepolisian juga menggandeng berbagai pihak untuk melakukan program pencegahan dan edukasi mengenai bahaya narkoba. Beberapa sekolah di Deli Serdang telah mengadakan sosialisasi bahaya narkoba bagi para siswa. Selain itu, polisi juga bekerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan anti narkoba kepada masyarakat.
"Pencegahan lebih baik daripada penindakan. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan edukasi agar masyarakat, terutama generasi muda, menyadari bahaya narkoba dan menjauhi segala bentuk peredarannya," jelas AKBP Budi Santoso.
Visi Narkoba Bebas Deli Serdang
Dengan dukungan penuh masyarakat, pihak kepolisian menargetkan agar Deli Serdang menjadi daerah bebas narkoba dalam waktu tiga tahun ke depan. Untuk mewujudkan visi tersebut, polisi akan terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
"Kita tidak bisa melawan narkoba sendirian. Diperlukan sinergi antara aparat kepolisian dengan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama ini. Dengan bersatu, kita pasti bisa membasmi narkoba di Deli Serdang," pungkas AKBP Budi Santoso.
Komentar (0)