12, 2026
Nasional

Cerita Pedagang Warteg soal Kericuhan Pekerja Proyek dan Satpol PP di Bulungan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/12/6acca91f1f010-pekerja-proyek-kejagung-membeli-dagangan-pedagang-warteg-keliling-di-kawasan-bulungan_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kericuhan di Bulungan: Bentrok antara Pekerja Proyek dan Satpol PP

Sebuah insiden kericuhan terjadi di kawasan Bulungan, Jakarta, yang melibatkan sekelompok pekerja proyek dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Konflik bermula dari perselisihan antara pekerja proyek yang sedang membeli makanan dari pedagang warteg keliling dengan Satpol PP yang melakukan operasi penertiban.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, kejadian ini berlangsung pada siang hari di sekitar lokasi proyek pembangunan di kawasan Bulungan. Pekerja proyek sedang beristirahat dan membeli makanan dari pedagang warteg keliling yang biasa beroperasi di sekitar area tersebut. Tiba-tiba, Satpol PP datang untuk melakukan penertiban terhadap pedagang yang dianggap berdagang di lokasi yang tidak diizinkan.

Pelaku dan Saksi Memberikan Keterangan

Salah seorang pedagang warteg yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan kronologi kejadian. Menurutnya, pekerja proyek telah membeli makanan dan sedang menunggu untuk disajikan. "Mereka (pekerja proyek) sudah beli makanan, sudah bayar. Tiba-tiba Satpol PP datang dan menyita gerobak saya," ujarnya sambil menunjuk ke arah gerobak warteg yang sudah rusak akibit bentrok.

Pekerja proyek yang turut terlibat dalam konfeksi ini mengaku kecewa dengan perlakuan Satpol PP. "Kami hanya ingin makan siang, sudah bayar tapi malah diganggu. Padahal kami bekerja keras di bawah terik matahari, hanya ingin istirahat sejenak," kata salah seorang pekerja yang ingin menyembunyikan identitasnya.

Sementara itu, seorang anggota Satpol PP yang terlibat dalam insiden tersebut menjelaskan bahwa operasi penertiban dilakukan sesuai aturan yang berlaku. "Kami hanya melaksanakan tugas sesuai peraturan daerah. Pedagang tidak diperbolehkan berjualan di lokasi proyek karena mengganggu aktivitas konstruksi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan," jelasnya.

Reaksi Pihak Terkait

Kasatpol PP Jakarta Pusat, yang dikonfirmasi terkait insiden ini, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan menyeluruh. "Kami sedang mengumpulkan keterangan dari semua pihak terkait untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Kami tidak akan mentolerir pelanggaran di pihak mana pun," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari para pekerja proyek mengatakan bahwa mereka akan mengajukan keluhan resmi terkait insiden ini. "Kami tidak setuju dengan cara kerja Satpol PP yang terkesan kasar dan tidak memperhatikan kondisi para pekerja yang sedang beristirahat. Kami berharap ada penyelesaian yang adil," kata perwakili buruh tersebut.

Sejumlah warga setempat yang menyaksikan kejadian ini menilai adanya ketidaksempurnaan dalam penegakan peraturan. "Memang perlu penertiban, tapi seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu. Para pekerja ini juga manusia yang butuh makan, jadi kenapa tidak dibuatkan tempat yang memadai," komentar seorang warga.

Dampak dan Tindakan Lanjutan

Insiden ini menyebabkan beberapa kendaraan proyek rusak akibat bentrok antara kedua pihak. Selain itu, aktivitas proyek di sekitar lokasi juga sempat terganggu selama beberapa jam. Para pekerja yang terlibat konflik sempat digelandang oleh pihak keamanan proyek untuk dicegah keterlibatan lebih lanjut.

Pihak berwenang setempat telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Tim tersebut akan memeriksa semua pihak terkait, termasuk Satpol PP, pekerja proyek, dan pedagang kaki lima. "Kami akan memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ada prosedur yang harus diikuti dalam setiap penegakan peraturan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Jakarta.

Konflik ini menunjukkan adanya ketegangan antara kebutuhan ekonomi informal dan penegakan peraturan di kota besar. Para pekerja proyek yang mayoritas berasal dari luar Jakarta membutuhkan akses terhadap makanan yang terjangkau, sementara pihak berwenang berusaha menjaga ketertiban dan keselamatan publik.

Saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah kembali normal. Namun, dampak dari insiden ini masih dirasakan oleh para pelaku usaha kaki lima yang ragu untuk beroperasi di sekitar area proyek. Pihak terkait berjanji akan menyelenggarakan dialog antara para pekerja, pedagang, dan Satpol PP untuk mencari solusi yang lebih baik di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter