15, 2026
Nasional

Windah Basudara Murka, Bela Hutan Malah Dituduh Dibayar

Windah Basudara murka setelah menyuarakan kepedulian soal karhutla. Ia mengaku diserang akun diduga buzzer hingga dituduh dibayar Anies.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Windah Basudara Murka, Bela Hutan Malah Dituduh Dibayar

Windah Basudara Murka, Bela Hutan Malah Dituduh Dibayar

Kontroversi tengah menimpa content creator Windah Basudara setelah aksinya melindungi hutan di Jawa Barat menuai berbagai reaksi. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Windah terlihat sangat marah menanggangi tuduhan bahwa dirinya dibayar untuk melakukan kegiatan konservasi hutan.

Dalam video berdurasi lebih dari 15 menit itu, Windah Basudara menjelaskan kronologis kegiatannya di sebuah hutan di wilayah Jawa Barat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara sukarela melakukan pendataan penebangan liar dan aktivitas ilegal lainnya di area hutan tersebut. Aksi ini dilakukan setelah menerima laporan dari warga setempat tentang kerusakan lingkungan yang semakin parah.

Aksi Konservasi yang Menuai Pro Kontra

Windah Basudara, yang dikenal sebagai content creator dengan berbagai eksplorasi alam, menunjukkan bukti-bukti tentang penebangan liar yang terjadi di hutan tersebut. Ia merekam pohon-pohon besar yang telah tumbang dengan tajam masih menempel, sebuah indikasi bahwa penebangan dilakukan secara ilegal dan tidak berkelanjutan.

"Saya melihat ini dan merasa sedih. Hutan ini milik kita bersama, tapi ada pihak yang tidak bertanggung jawab merusaknya," ujar Windah dalam videonya.

Aksi ini segera menjadi perbincangan di media sosial. Banyak pihak yang mendukung Windah atas keberaniannya melindungi hutan. Namun, tidak sedikit pula yang menyatakan keraguan dan bahkan menuduh Windah melakukan semua ini demi popularitas atau dibayar oleh pihak tertentu.

Reaksi Windah Terhadap Tuduhan

Tuduhan tersebut membuat Windah Basudara marah. Ia menegaskan bahwa semua kegiatannya dilakukan secara sukarela tanpa ada imbalan apapun. Windah menunjukkan berbagai dokumen dan bukti bahwa ia telah lama aktif dalam berbagai kegiatan konservasi sebelum terkenal sebagai content creator.

"Saya sudah melakukan konservasi sebelum pandemi bahkan sebelum saya punya ribuan subscriber. Ini bukan hal baru bagi saya," tegas Windah.

Ia juga menunjukkan bukti-bukti komunikasi dengan pihak berwenang terkait laporan yang diajukan. Windah mengaku telah melaporkan aktivitas ilegal tersebut ke pihak kepolisian dan dinas kehutanan setempat.

Dampak Kontroversi bagi Gerakan Konservasi

Kontroversi ini mengundang berbagai reaksi dari kalangan aktivis lingkungan. Beberapa di antaranya mengapresiasi Windah yang tetap konsisten melakukan aksi nyata meski mendapat tekanan. Sebaliknya, ada pula yang khawatir kasus ini akan menghambat gerakan konservasi yang dilakukan oleh individu atau komunitas swasta.

"Saya khawatir dengan tuduhan seperti ini akan membuat orang enggan untuk berpartisipasi dalam kegiatan konservasi. Padahal, kita semua punya tanggung jawab untuk melindungi lingkungan," ujar seorang aktivis lingkungan yang tidak mau disebutkan namanya.

Upaya Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan

Diketahui, pihak kepolisian setempat telah menerima laporan dari Windah Basudara terkait aktivitas penebangan liar yang dilaporkannya. Kepala Kepolisian Resort setempat mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas laporan yang masuk.

Sementara itu, Windah Basudara mengatakan akan terus melaporkan setiap kerusakan lingkungan yang ditemui. Ia meminta masyarakat untuk tidak takut melaporkan hal serupa dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.

"Kita tidak bisa berdiam diri melihat sumber daya alam kita dijarah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya akan terus melaporkan, apa pun risikonya," pungkas Windah.

Kontroversi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu lingkungan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi oleh mereka yang aktif dalam menjaga kelestarian alam. Di satu sisi, aksi positif seperti yang dilakukan Windah patut diapresiasi. Di sisi lain, tuduhan tanpa dasar dapat merugihkan gerakan konservasi itu sendiri.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter