XLSmart Luncurkan Proyek Kabel Bawah Laut Sejauh 8.000 KM untuk Sambungkan Indonesia hingga Jepang
Perusahaan teknologi XLSmart mengumumkan rencana besar untuk membangun jaringan kabel bawah laut sepanjang 8.000 kilometer yang akan menghubungkan Indonesia hingga Jepang. Proyek yang diberi nama "Jalur Tol Internet" ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas digital di kawasan Asia Tenggara dan memberikan akses internet kecepatan tinggi bagi jutaan pengguna.
Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, CEO XLSmart, Budi Santoso, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat infrastruktur digital di Asia. "Kabel bawah laut ini akan menjadi tulang punggung konektivitas digital di kawasan ini, mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan akses informasi yang lebih cepat dan stabil," ujar Budi.
Detail Proyek dan Teknologi yang Digunakan
Proyek "Jalur Tol Internet" direncanakan akan menggunakan teknologi kabel serat optik terkini dengan kapasitas transmisi data mencapai 120 terabit per detik. Kabel ini akan diletakkan pada kedalaman antara 1.500 hingga 6.000 meter di dasar laut, melalui rute yang telah dipilih untuk meminimalkan risiko bencana alam dan aktivitas manusia yang dapat merusak kabel.
"Kami telah melakukan studi mendalam mengenai kondisi dasar laut sepanjang rute yang akan ditempuh. Kabel akan dilengkapi dengan sistem proteksi tambahan untuk mengantisipasi potensi kerusakan akibat gempa bumi, aktivitas vulkanik, atau penyerangan hiu yang pernah terjadi pada kabel bawah laut lainnya," jelas Direktur Teknologi XLSmart, Sarah Wijaya.
Proyek ini direncanakan akan memiliki 12 titik pendaratan di berbagai lokasi strategis di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, serta beberapa titik di Jepang. Setiap titik pendaratan akan dilengkapi dengan pusat data canggih yang akan mengelola distribusi data dan memastikan konektivitas yang optimal.
Dampak bagi Konektivitas Digital Indonesia
Kehadiran kabel bawah laut ini diharapkan dapat mengatasi masalah latensi dan kecepatan internet yang masih menjadi tantangan di beberapa daerah di Indonesia. Saat ini, sebagian besar lalu lintas internet internasional Indonesia masih bergantung pada kabel bawah laut yang telah ada yang sering mengalami kelebihan beban (overload).
"Dengan adanya kabel ini, kita berharap dapat mengurangi ketergantungan pada infrastruktur yang ada dan memberikan alternatif rute yang lebih efisien. Ini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari pendidikan kesehatan, hingga bisnis digital," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, dalam rilis yang diterima wartawan.
Proyek ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, sektor digital di Indonesia telah tumbuh pesat selama pandemi, dengan transaksi e-commerce meningkat lebih dari 100% pada 2020-2021.
Proyek "Jalur Tol Internet" merupakan hasil kerja sama antara XLSmart dengan beberapa perusahaan teknologi global dan lembaga pembiayaan internasional. Total investasi yang dikeluarkan untuk proyek ini diperkirakan mencapai US$ 1,2 miliar, yang akan dikelola dalam tiga tahap pembangunan selama empat tahun.
"Kami telah membentuk konsorsium dengan beberapa perusahaan ternama di bidang teknologi komunikasi. Kerja sama ini memungkinkan kita untuk menggabungkan sumber daya, teknologi, dan keahlian terbaik untuk mewujudkan proyek ini," tambah Budi Santoso.
Pembangunan tahap pertama direncanakan akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan dengan fokus pada pemasangan kabel di segmen Indonesia-Singapura. Tahap selanjutnya akan mencakup pemasangan ke Jepang dan penyelesaian seluruh jaringan.
Meski dianggap sebagai proyek strategis, pembangunan kabel bawah laut ini tidak tanpa tantangan. Selain masalah teknis dan biaya, proyek ini juga perlu mempertimbangkan aspek keamanan geopolitik dan perlindungan data pengguna.
"Keamanan data dan privasi pengguna adalah prioritas utama kami. Kabel ini akan dilengkapi dengan sistem enkripsi tingkat militer untuk melindungi setiap data yang melalui jaringan," jelas Sarah Wijaya.
Dalam jangka panjang, proyek ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan konektivitas yang lebih baik, Indonesia dan negara-negara di kawasan ini akan dapat berpartisipasi lebih aktif dalam ekosistem digital global.
XLSmart berencana menyelesaikan seluruh proyek "Jalur Tol Internet" pada tahun 2027. Setelah selesai, kabel ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan lalu lintas internet di kawasan yang diperkirakan akan mencapai 75% per tahun hingga 2030.
Komentar (0)