04, 2026
Nasional

Rutan Depok Buka Suara soal Video Diduga Warga Binaan Nyabu di Ruangan

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Rutan Depok Buka Suara soal Video Diduga Warga Binaan Nyabu di Ruangan

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok akhirnya angkat bicara menanggapi beredarnya video yang diduga memperlihatkan sejumlah warga binaan sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu di dalam sebuah ruangan. Video berdurasi pendek itu viral di media sosial dan memicu pertanyaan publik mengenai pengawasan serta keamanan di lingkungan rutan.

Kepala Rutan Depok menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait video tersebut dan langsung melakukan penelusuran internal. Menurutnya, langkah pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebenaran isi rekaman, termasuk identitas orang-orang yang tampak dalam video dan lokasi pengambilan gambar.

Langkah Pemeriksaan Internal Dijalankan

Pihak rutan mengungkapkan bahwa tim internal telah diturunkan untuk memeriksa sejumlah titik, mulai dari kamar hunian, ruang isolasi, hingga area yang biasa digunakan petugas untuk melakukan kontrol. Pemeriksaan juga mencakup penggeledahan terhadap warga binaan dan penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian.

Selain itu, rutan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendalami asal-usul video. Menurut pihak rutan, verifikasi penting dilakukan agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar. Mereka juga membuka kemungkinan bahwa video tersebut direkam pada waktu tertentu dan disebarkan kembali untuk kepentingan tertentu.

Pengawasan dan Keamanan Jadi Sorotan

Beredarnya video ini kembali menyoroti persoalan klasik di lembaga pemasyarakatan, yakni peredaran narkoba di dalam rutan dan lapas. Publik menilai, jika benar terjadi, kejadian tersebut menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan, baik dari sisi prosedur pemeriksaan barang bawaan maupun pengawasan terhadap aktivitas sehari-hari warga binaan.

Pengamat kepenjaraan menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pola pengawasan, termasuk pemanfaatan teknologi seperti kamera pengawas, deteksi logam, dan pemeriksaan berkala. Mereka juga menyoroti pentingnya penguatan integritas petugas, karena kejadian semacam ini kerap melibatkan kerja sama dari pihak dalam.

Respons Kementerian dan Rencana Evaluasi

Insiden ini mendapat perhatian dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia setempat. Pihak kanwil menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pengamanan di Rutan Depok, termasuk menelusuri kemungkinan kelalaian prosedur. Evaluasi mencakup pemeriksaan terhadap jadwal jaga petugas, laporan kontrol harian, serta sistem penerimaan tamu dan barang titipan.

Kementerian juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran, baik yang dilakukan warga binaan maupun petugas. Jika ditemukan keterlibatan oknum pegawai, sanksi disiplin hingga proses pidana dapat diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dampak bagi Pembinaan Warga Binaan

Kejadian ini dikhawatirkan berdampak pada proses pembinaan warga binaan. Program rehabilitasi dan pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan berpotensi terganggu jika peredaran narkoba di dalam rutan tidak segera ditangani. Padahal, rutan memiliki peran penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

Pihak rutan menyatakan akan memperketat pengawasan dan meningkatkan pemeriksaan mendadak. Mereka juga berencana menggandeng Badan Narkotika Nasional untuk melakukan tes urine berkala serta penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi seluruh warga binaan dan petugas.

Menunggu Hasil Investigasi Resmi

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai hasil investigasi video tersebut. Pihak rutan meminta masyarakat menunggu proses pemeriksaan selesai sebelum menarik kesimpulan. Mereka berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini secara terbuka sesuai ketentuan.

Terlepas dari hasil investigasi, beredarnya video ini menjadi pengingat bahwa persoalan pengawasan di lembaga pemasyarakatan memerlukan perhatian serius dan berkelanjutan. Diperlukan pembenahan sistem, peningkatan sarana, serta penguatan pengawasan eksternal agar kejadian serupa tidak terulang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter