30, 2026
Teknologi

29 Jam Berlalu, Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Padam

Kebakaran melanda TPA Galuga, Bogor, sudah mencapai 29 jam. Bupati Rudy Susmanto laporkan pemadaman terus dilakukan, tantangan dari tumpukan sampah yang tinggi.]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

29 Jam Berlalu, Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Padam

29 Jam Berlalu, Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Padam

Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, telah berlangsung selama 29 jam dan hingga kini belum berhasil dikendalikan penuh. Api terus memakan lahan seluas puluhan hektar dengan tingkat kepadatan sampah yang tinggi membuat proses pemadaman menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam kebakaran.

Kepala Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Bogor, Eka Prihanto, mengatakan bahwa tim pemadam masih berusaha keras untuk membendung penyebaran api. "Kondisi saat ini masih dalam situasi darurat. Api masih terlihat di beberapa titik utama di area TPA Galuga," ujar Eka dalam keterangannya, Kamis (15/9) dini hari.

Dampak Lingkungan dan Upaya Pemadaman

Kebakaran di TPA Galuga yang terjadi pada Rabu (14/9) siang ini telah menghasilkan asap pekat yang menyebar hingga ke beberapa wilayah di Bogor dan sekitarnya. Warga di sekitar TPA melaporkan gangguan pernapasan akibat asap tebal yang menyelimuti wilayah permukiman mereka.

Tim gabungan dari Damkar Bogor, BPBD Bogor, serta relawan telah melakukan berbagai upaya pemadaman. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Selain itu, dua helikopter juga disiapkan untuk membantu proses pemadaman dari udara dengan cara water bombing.

"Kami menggunakan berbagai strategi pemadaman. Selain darurat, kami juga melakukan penurunan personel di titik-titik kritis untuk melakukan pemadaman langsung. Namun karena kondisi sampah yang sangat padat, sulit bagi api untuk sepenuhnya padam," jelas Eka.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran di TPA Galuga masih dalam penyelidikan awal oleh aparat kepolisian. Beberapa sumber menyebutkan bahwa api pertama kali terlihat di area dekat dengan tempat pembakaran sampah tidak resmi yang berada di pinggir TPA.

Kepala BPBD Bogor, Ahmad Yani, mengatakan bahwa kondisi TPA Galuga yang sudah melebihi kapasitas menjadi salah satu faktor yang memperparah kebakaran. "TPA Galuga ini sudah jauh di atas kapasitasnya. Kepadatan sampah membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan," ujarnya.

Pihaknya juga menyoroti adanya praktik pembakaran sampah yang dilakukan oleh oknum tertentu di sekitar TPA. "Kami menduga adanya praktik pembakaran sampah yang tidak terkontrol. Ini sangat berbahaya dan melanggar aturan," tambah Ahmad.

Dampak pada Kesehatan Masyarakat

Dampak kesehatan akibat asap kebakaran di TPA Galuga mulai dirasakan oleh warga sekitar. RSUD Bogor mencatat ada peningkatan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan sejak kebakaran terjadi.

"Sejak Rabu sore, kami sudah menerima 15 pasien dengan keluhan batuk, sesak napas, dan iritasi mata yang disebabkan asap. Mayoritas adalah anak-anak dan lanjut usia," kata Kepala RSUD Bogor, dr. Siti Aminah.

Pemerintah Kota Bogor telah mengimbau warga untuk mengenakan masker saat keluar rumah terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar area TPA Galuga. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan pusat kesehatan darurat di beberapa titik untuk menangani dampak kesehatan yang mungkin timbul.

Rekomendasi Jangka Panjang

Insiden ini kembali menyoroti masalah pengelolaan sampah di Bogor yang belum optimal. TPA Galuga yang sudah beroperasi sejak tahun 1990 ini kapasitasnya sudah jauh melampaui batas rencana.

Ekspert lingkungan, Prof. Dr. Budi Santoso dari IPB mengatakan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah. "Kita tidak bisa terus mengandalkan TPA sebagai solusi akhir. Perlu ada perencanaan jangka panjang mengenai pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk pengurangan di sumber dan pemanfaatan ulang," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menginstruksikan agar evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di seluruh wilayah dilakukan segera. Selain itu, pihak berwenang juga akan menyelidiki adanya praktik pembakaran sampah tidak resmi di sekitar TPA yang diduga menjadi pemicu kebakaran.

Sampai saat ini, tim pemadam masih berupaya keras untuk membendung api. Diperkirakan proses pemadaman akan memerlukan waktu beberapa hari lagi mengingat luas area dan kondisi sampah yang sulit dikendalikan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter