Anggota DPRD DKI Jakarta, Kenneth, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat, untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target. Dalam peninjauan tersebut, ia menyatakan bahwa pembangunan konstruksi telah mencapai 83 persen dari keseluruhan rencana.
Sidak itu dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pelaksana proyek. Kenneth turun langsung ke area konstruksi untuk melihat kondisi terkini, mulai dari struktur utama jembatan, pekerjaan jalan pendekat (oprit), hingga kesiapan fasilitas pendukung seperti penerangan jalan dan marka lalu lintas.
Progres 83 Persen, Sisa Pekerjaan Diperkirakan Rampung Sesuai Jadwal
Menurut Kenneth, capaian 83 persen menunjukkan bahwa pekerjaan fisik telah memasuki tahap akhir. Pekerjaan yang tersisa sebagian besar berupa penyelesaian struktur atas, pengecoran, pemasangan pagar pengaman, serta perapian permukaan jalan.
"Dari hasil peninjauan, progres pembangunan sudah mencapai 83 persen. Artinya pekerjaan sudah berada di tahap penyelesaian. Kami minta sisa pekerjaan dijaga agar tidak terjadi keterlambatan," kata Kenneth di lokasi proyek.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proyek tersebut melalui fungsi pengawasan DPRD. Pengawasan dinilai penting mengingat proyek infrastruktur berskala besar menggunakan anggaran daerah dan menyangkut kepentingan publik dalam jumlah besar.
Kenneth juga meminta kontraktor pelaksana menyusun jadwal kerja yang realistis, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang bergantung pada kondisi cuaca. Musim hujan disebutnya sebagai faktor risiko utama yang dapat memperlambat pengecoran dan pengaspalan.
Soroti Dampak Kemacetan dan Keselamatan Pengguna Jalan
Dalam sidak tersebut, Kenneth menyoroti dampak proyek terhadap arus lalu lintas di sekitar Jalan Latumenten. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Ia meminta pelaksana proyek dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta memastikan rekayasa lalu lintas berjalan efektif. Pengaturan jalur, penempatan rambu, serta penerangan di area kerja dinilai perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kecelakaan.
"Selama masa konstruksi, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Jangan sampai proyek yang tujuannya mengurangi kemacetan justru menimbulkan masalah baru bagi warga sekitar," ujarnya.
Kenneth juga mendorong adanya sosialisasi berkelanjutan kepada warga dan pengguna jalan mengenai perubahan arus lalu lintas. Menurutnya, informasi yang jelas akan membantu masyarakat menyesuaikan rute perjalanan selama masa pembangunan.
Minta Koordinasi Lintas Instansi untuk Penataan Utilitas
Selain persoalan konstruksi, Kenneth menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi dalam penataan jaringan utilitas di sekitar lokasi proyek. Jaringan air bersih, kabel listrik, dan saluran telekomunikasi yang melintas di area tersebut perlu ditangani secara terpadu.
Ia mengingatkan agar pekerjaan pemindahan utilitas tidak menimbulkan gangguan layanan bagi warga. Koordinasi dengan PDAM, PLN, dan penyedia layanan telekomunikasi disebutnya sebagai kunci agar proses pembangunan tidak menimbulkan dampak sosial yang tidak perlu.
Menurut Kenneth, persoalan utilitas kerap menjadi penyebab utama keterlambatan proyek infrastruktur di Jakarta. Karena itu, ia meminta perencanaan yang lebih matang pada proyek-proyek berikutnya agar kendala serupa tidak terulang.
Tekankan Kualitas Konstruksi dan Pengawasan Anggaran
Dalam kesempatan itu, Kenneth menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia meminta pengawas proyek melakukan uji mutu material secara berkala, termasuk pengujian beton dan kepadatan lapisan aspal.
"Kecepatan penyelesaian penting, tetapi kualitas jauh lebih penting. Jangan sampai setelah diresmikan, jalan sudah rusak dalam waktu singkat. Ini menyangkut uang rakyat," tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya transparansi penggunaan anggaran. Menurutnya, DPRD akan menelusuri rincian belanja proyek, termasuk kesesuaian volume pekerjaan dengan kontrak yang telah disepakati.
Kenneth berharap proyek flyover Latumenten dapat segera dioperasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi warga. Kehadiran flyover diharapkan memperlancar arus kendaraan, memangkas waktu tempuh, serta mengurangi kepadatan di titik-titik persimpangan sekitar.
"Kalau proyek ini selesai dan berfungsi optimal, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga Jakarta Barat dan pengguna jalan dari arah Tangerang menuju pusat kota. Itu yang kami harapkan," tutupnya.
Komentar (0)