04, 2026
Teknologi

3 Sosok Pengusaha di Jajaran Wantimpres Prabowo, Hartanya Capai Triliunan Rupiah

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/02/6abfa272de663-pengusaha-nasional-dato-sri-tahir-dilantik-jadi-wantimpres_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk periode 2026–2031 di Istana Negara, Jakarta. Dari sejumlah nama yang mengisi kursi Wantimpres, tiga di antaranya merupakan sosok pengusaha nasional dengan kekayaan yang mencapai triliunan rupiah. Kehadiran mereka menambah warna baru dalam komposisi lembaga penasihat kepala negara, yang secara tradisional diisi oleh tokoh politik, akademisi, dan profesional.

Profil Tiga Pengusaha di Jajaran Wantimpres

Ketiga pengusaha tersebut adalah Dato Sri Tahir, Chairul Tanjung, dan Sandiaga Salahuddin Uno. Mereka dikenal sebagai figur yang telah lama malang melintang di dunia bisnis nasional dengan portofolio usaha yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari perbankan, ritel, properti, hingga industri kreatif dan pariwisata.

Dato Sri Tahir merupakan pendiri dan pemilik Mayapuri Group, sebuah konglomerasi yang bergerak di bidang perbankan melalui Bank Mayapuri, asuransi, multifinance, dan properti. Pria kelahiran Surabaya, 28 Maret 1952, ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan daftar orang terkaya versi Forbes, kekayaan bersihnya diperkirakan berada di kisaran puluhan triliunan rupiah. Selain aktif di dunia bisnis, Tahir juga dikenal sebagai filantropis melalui Yayasan Tahir yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

Chairul Tanjung adalah pendiri dan pemilik CT Corp, sebuah grup usaha yang menaungi sejumlah perusahaan besar seperti Bank Mega, Trans Corp, dan Carrefour Indonesia sebelum berganti nama menjadi Trans Retail. Pria kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962, ini pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2014. Kekayaannya juga diperkirakan mencapai triliunan rupiah, dengan portofolio bisnis yang mencakup media, perbankan, ritel, dan properti.

Sandiaga Salahuddin Uno adalah pengusaha yang dikenal luas melalui Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikannya bersama Edwin Soeryadjaya. Pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1969, ini pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kekayaannya juga tercatat dalam daftar orang terkaya Indonesia, meskipun sempat turun karena berbagai faktor ekonomi. Sandiaga dikenal sebagai pengusaha yang aktif di sektor investasi, energi, dan pariwisata.

Implikasi Kehadiran Pengusaha di Wantimpres

Kehadiran ketiga pengusaha tersebut di jajaran Wantimpres menimbulkan berbagai tanggapan dari kalangan pengamat. Sebagian menilai bahwa latar belakang bisnis mereka dapat memberikan perspektif yang berharga dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang pro-investasi dan pro-pertumbuhan. Namun, sebagian lainnya mengkhawatirkan potensi konflik kepentingan antara kepentingan bisnis pribadi dan kepentingan publik.

Wantimpres sendiri memiliki tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan. Anggota Wantimpres dipilih berdasarkan keahlian dan pengalaman di berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, hukum, dan sosial budaya. Dengan latar belakang pengusaha yang kuat, diharapkan mereka dapat memberikan masukan yang aplikatif dan berbasis pada realitas dunia usaha.

Pengamat ekonomi menilai bahwa kombinasi antara pengusaha dan tokoh non-bisnis di Wantimpres dapat menciptakan keseimbangan dalam pengambilan kebijakan. Namun, transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi kunci agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Publik berhak mengetahui bagaimana proses seleksi dilakukan dan bagaimana mekanisme pencegahan konflik kepentingan dijalankan.

Kekayaan dan Pengaruh di Dunia Bisnis

Ketiga sosok ini bukan hanya dikenal karena kekayaan mereka, tetapi juga karena pengaruh mereka di dunia bisnis nasional. Dato Sri Tahir, misalnya, pernah masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan yang sempat menembus angka 5 miliar dolar AS. Chairul Tanjung juga pernah menduduki peringkat atas dalam daftar yang sama, dengan kekayaan yang mencapai lebih dari 4 miliar dolar AS. Sementara Sandiaga Uno, meskipun kekayaannya tidak sebesar dua rekannya, tetap tercatat sebagai salah satu pengusaha sukses dengan aset yang mencapai triliunan rupiah.

Kekayaan mereka tidak hanya bersumber dari bisnis yang dikelola, tetapi juga dari investasi di berbagai sektor. Dato Sri Tahir melalui Mayapuri Group memiliki saham di beberapa perusahaan publik. Chairul Tanjung melalui CT Corp menguasai sejumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sandiaga Uno melalui Saratoga Capital memiliki portofolio investasi yang tersebar di berbagai industri.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran mereka di Wantimpres diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana memastikan bahwa nasihat yang diberikan benar-benar untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi.

Tanggapan Publik dan Harapan ke Depan

Pelantikan jajaran Wantimpres ini mendapat perhatian luas dari publik. Sebagian masyarakat menyambut positif, berharap bahwa pengalaman bisnis para anggota dapat membantu pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritisi, mengingat potensi benturan kepentingan yang mungkin timbul.

Ke depan, kinerja Wantimpres akan menjadi sorotan. Publik akan menilai apakah nasihat yang diberikan benar-benar berdampak pada kebijakan yang pro-rakyat. Transparansi dalam setiap rekomendasi dan keputusan menjadi hal yang mutlak. Jika mampu menjalankan tugas dengan baik, kehadiran para pengusaha di Wantimpres dapat menjadi terobosan dalam mempercepat pembangunan ekonomi nasional.

Dengan komposisi yang menggabungkan berbagai latar belakang, Wantimpres di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter