30, 2026
Teknologi

300 Brimob Mulai Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Solok

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/22/6ab2114b745b5-banjir-bandang-di-solok_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sebanyak 300 personel Brigade Mobil (Brimob) dikerahkan untuk mempercepat evakuasi warga yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Pasukan tambahan tersebut dikirim dari sejumlah satuan wilayah guna membantu tim gabungan yang sebelumnya telah lebih dulu diterjunkan ke lokasi bencana.

Banjir bandang melanda sejumlah nagari atau desa di kawasan Solok setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu selama beberapa jam. Air bercampur material lumpur, batu, dan kayu menghanyutkan permukiman warga, merusak rumah, serta memutus akses jalan penghubung antarwilayah. Sejumlah laporan menyebutkan korban jiwa dan warga yang masih dalam pencarian, sementara ratusan lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pengiriman personel Brimob tersebut dilakukan sebagai respons atas kebutuhan tenaga tambahan dalam operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi. Tim yang tiba di lokasi langsung dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai wilayah terdampak. Fokus utama mereka adalah menyisir area yang tertimbun material, mengevakuasi warga yang terjebak, serta membantu distribusi bantuan logistik ke titik-titik pengungsian yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

Wilayah Terdampak dan Kondisi di Lapangan

Berdasarkan pemetaan awal, dampak banjir bandang tersebar di beberapa kecamatan dengan tingkat kerusakan yang beragam. Kawasan di sekitar aliran sungai menjadi wilayah paling parah karena menjadi jalur utama luapan air dan material. Rumah-rumah yang berdiri di bantaran sungai terdampak paling berat, sebagian di antaranya hanyut atau roboh.

Jalur transportasi utama yang menghubungkan Solok dengan kabupaten dan kota sekitarnya mengalami kerusakan pada beberapa titik. Genangan lumpur tebal dan material kayu yang menyumbat badan jalan membuat arus kendaraan dari dan menuju lokasi bencana terhambat. Kondisi ini menjadi kendala tersendiri bagi tim evakuasi, terutama ketika harus mengangkut peralatan berat dan logistik ke wilayah yang lebih dalam.

Selain kerusakan fisik, jaringan komunikasi dan pasokan listrik di beberapa nagari juga terganggu. Gangguan komunikasi menyulitkan koordinasi antartim di lapangan, sementara pemadaman listrik membuat sebagian pengungsian mengandalkan penerangan seadanya. Pemerintah daerah bersama perusahaan penyedia listrik disebut tengah berupaya memulihkan layanan secara bertahap.

Pengerahan Pasukan dan Peralatan

Pengerahan 300 personel Brimob melengkapi kekuatan yang sudah dikirim dari unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta relawan dan organisasi kemanusiaan. Pembagian peran dilakukan agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lebih terorganisir. Personel Brimob diterjunkan untuk memperkuat wilayah yang dinilai membutuhkan tenaga tambahan dalam pencarian korban dan pembersihan material.

Peralatan yang dibawa ke lokasi antara lain kendaraan operasional, alat berat terbatas, perahu karet, dan perlengkapan pertolongan di medan sulit. Alat berat diperlukan untuk membersihkan lumpur dan material yang menutup akses jalan, sedangkan perahu karet digunakan pada area yang masih tergenang atau berpotensi kembali dilanda luapan air.

Kecepatan evakuasi menjadi prioritas karena cuaca di wilayah hulu masih berpotensi berubah. Hujan susulan dapat memicu kenaikan debit air kembali dan memperbesar risiko bagi warga yang belum mengungsi. Karena itu, tim di lapangan mengutamakan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga sakit untuk dipindahkan lebih dahulu ke lokasi yang lebih tinggi dan aman.

Korban dan Penanganan Pengungsi

Data korban masih terus diperbarui seiring berjalannya proses pencarian dan pendataan. Sejumlah warga dilaporkan meninggal dunia, sementara tim gabungan masih mencari warga yang belum ditemukan. Rumah sakit dan puskesmas di sekitar lokasi menerima korban luka dengan berbagai tingkat cedera, mulai dari luka ringan hingga cedera akibat tertimpa material.

Pemerintah menyiapkan sejumlah titik pengungsian, baik di bangunan umum seperti kantor, sekolah, dan masjid, maupun di rumah warga yang berada di lokasi lebih aman. Kebutuhan mendesak di pengungsian meliputi air bersih, makanan siap saji, pakaian layak, selimut, obat-obatan, serta perlengkapan bayi dan kebutuhan khusus bagi lansia. Dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian para pengungsi.

Petugas kesehatan dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan awal, terutama bagi pengungsi yang berisiko mengalami penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, atau gangguan pencernaan akibat terpapar air dan lumpur. Kelompok rentan diberikan perhatian khusus karena kondisi pengungsian yang padat dan terbatasnya fasilitas sanitasi.

Kendala dan Upaya Lanjutan

Akses yang terputus dan medan yang berat menjadi kendala utama dalam operasi evakuasi. Beberapa lokasi hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan khusus. Cuaca yang tidak menentu juga membuat tim harus menyesuaikan jadwal operasi agar tidak membahayakan anggota maupun warga yang masih berada di area terdampak.

Selain evakuasi, tim gabungan melakukan pembersihan jalan dari lumpur dan material agar bantuan dapat masuk lebih cepat. Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum sebagai dasar penyaluran bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai dan lereng bukit. Pemantauan debit air dan kondisi lereng terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Pemerintah juga mengimbau warga untuk mengikuti arahan petugas jika diminta mengungsi demi keselamatan bersama, seiring upaya pemulihan yang masih berlangsung di Solok.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter