25, 2026
Internasional

4 Negara Kompak Bilang Israel Biang Kerok Ketidakstabilan Timur Tengah

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/04/21/69e79369864a1-ilustrasi-bendera-israel_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Empat Negara Menuding Israel sebagai Sumber Ketidakstabilan di Timur Tengah

Empat negara besar di Timur Tengah secara tegas menuding Israel sebagai pemicu utama ketidakstabilan di kawasan ini. Pernyataan keras tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama yang digelar oleh Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab di Riyadh, Arab Saudi. Para menteri luar negeri dari keempat negara ini menyatakan bahwa kebijakan Israel yang ekspansif dan tindakan-tindakan unilateral terhadap Palestina menjadi faktor utama yang terus memicu ketegangan di kawasan.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan bahwa kebijakan Israel yang terus berlanjut untuk membangun pemukiman ilegal di wilayah Palestina telah merusak peluang untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif. "Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Israel secara sistematis melanggar hukita internasional dan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukri menambahkan bahwa tindakan Israel terus memperburuk situasi di Yerusalem Timur dan wilayah Palestina lainnya. "Kita melihat bagaimana kekerasan terhadap warga Palestina, terutama di Masjid Al-Aqsa, terus terjadi tanpa ada yang bertanggung jawab," tegas Shoukri.

Kebijakan Ekspansif Israel Dikritik

Dalam konferensi pers tersebut, keempat negara menyoroti beberapa kebijakan Israel yang dianggap sebagai pemicu utama ketidakstabilan. Pertama, kebijakan pembangunan pemukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Menurut laporan organisasi hak asasi manusia internasional, jumlah pemukiman Israel di wilayah Palestina terus meningkat secara signifikan sejak tahun 2017.

Kedua, kebijakan Israel yang dianggap diskriminatif terhadap warga Palestina. Keempat negara menyoroti bagaimana warga Palestina di Yerusalem Timah dan Tepi Barat menghadapi diskriminasi dalam akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Ketiga, sikap Israel yang menolak untuk mengakui hak-hak fundamental rakyat Palestina. "Kita tidak bisa melihat perdamaian terwujud jika Israel terus menolak mengakui negara Palestina berdaulat dengan ibu kota di Yerusalem Timur," kata Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.

Respons Internasional Terhadap Pernyataan Empat Negara

Pernyataan dari keempat negara ini segera mendapatkan respons dari berbagai pihak di kancah internasional. Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, mengatakan bahwa mereka "mencatat" pernyataan tersebut namun menekankan pentingnya dialog langsung antara Israel dan Palestina untuk mencapai perdamaian.

Sementara itu, Uni Eropa menyambut baik pernyataan keempat negara tersebut dan menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi. "Kita mendukung sepenuhnya upaya-upaya regional untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah," kata juru bicu UE Peter Stano.

Pihak Israel sendiri menanggapi keras pernyataan dari keempat negara tersebut. Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menuduh keempat negara tersebut "hipokrit" karena tidak mengutuk serangan yang dilakukan oleh kelompok Hamas dan Jihad Islam dari Gaza. "Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap serangan teroris, dan tidak ada yang dapat membenarkan tindakan Hamas yang menembakkan roket ke wilayah kami," tegas Lapid.

Dampak terhadap Stabilitas Regional

Ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab ini terjadi pada saat kawasan Timur Tengah menghadapi berbagai tantangan stabilitas lainnya. Konflik di Suriah, situasi di Irak, dan perselisihan antara Arab Saudi dan Iran tetap menjadi isu utama yang memerlukan perhatian internasional.

Para analis internasional mengkhawatirkan bahwa ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab dapat memperburuh situasi keamanan di kawasan. "Ketidakstabilan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara di kawasan ini, tetapi juga dapat berpengaruh pada stabilitas global terutama dalam hal pasokan energi," kata seorang analis dari Dewan Hubungan Internasional.

Keempat negara yang mengadakan konferensi pers tersebut menyatakan kesiapan mereka untuk terus berkomunikasi dengan komunitas internasional guna mendorong solusi damai untuk konflik Israel-Palestina. Mereka juga menekankan pentingnya dukungan komunitas internasional terhadap solusi dua negara sebagai dasar untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter