20, 2026
Ekonomi

80 Saham Masuk Daftar HSC, BEI Bakal Keluarkan dari Perhitungan IHSG

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/01/06/695cfcf037140-ihsg_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 80 saham masuk dalam daftar High Surveillance Counter (HSC) atau kelompok saham yang mendapat pengawasan khusus. Konsekuensi dari penetapan status tersebut, BEI berencana mengeluarkan saham-saham itu dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini menjadi salah satu perubahan teknis paling diperhatikan pelaku pasar karena menyangkut komposisi indeks acuan utama di pasar modal Indonesia.

Penetapan status HSC bukan hal baru dalam kerangka pengaturan perdagangan di BEI. Status ini diberikan kepada saham yang dinilai memiliki karakteristik perdagangan tidak wajar, likuiditas sangat tipis, atau harga yang bergerak di luar kaidah pembentukan harga secara normal. Selama ini, saham berstatus HSC tetap diperdagangkan, namun dengan sejumlah pembatasan mekanisme, termasuk penggunaan skema lelang berkala atau full call auction serta pembatasan atas tertentu dalam proses transaksi.

Apa Itu High Surveillance Counter

HSC merupakan kategori yang melekat pada saham yang dipantau secara intensif oleh otoritas bursa. Penetapan status ini umumnya didasarkan pada indikator seperti harga saham yang berada pada level sangat rendah, frekuensi perdagangan yang minim, ketiadaan penawaran jual maupun permintaan beli dalam jumlah memadai, serta potensi pergerakan harga yang tidak didukung oleh informasi atau kinerja fundamental emiten.

Tujuan utama pengawasan ini adalah melindungi investor, terutama investor ritel, dari risiko transaksi pada saham yang pembentukan harganya tidak berjalan secara wajar. Dengan mekanisme lelang berkala, transaksi pada saham HSC tidak lagi berlangsung secara berkesinambungan sepanjang sesi, melainkan terkonsentrasi pada periode tertentu. Pola ini membatasi ruang bagi praktik spekulatif yang dapat merugikan pihak lain.

Meski demikian, keberadaan saham HSC dalam perhitungan IHSG menjadi persoalan tersendiri. IHSG dirancang sebagai cerminan pergerakan seluruh saham tercatat, sehingga secara teknis setiap saham yang diperdagangkan memiliki kontribusi terhadap nilai indeks, seberapa pun kecil bobotnya.

Alasan BEI Mengeluarkan dari Perhitungan IHSG

Rencana BEI mengeluarkan 80 saham berstatus HSC dari perhitungan IHSG berangkat dari pertimbangan akurasi representasi indeks. IHSG seharusnya mencerminkan kondisi pasar secara keseluruhan melalui mekanisme pembentukan harga yang berjalan normal. Ketika sejumlah saham diperdagangkan dengan mekanisme lelang berkala dan likuiditas yang sangat terbatas, kontribusi harga saham tersebut terhadap indeks dinilai tidak lagi mencerminkan nilai pasar yang sesungguhnya.

Selain itu, terdapat persoalan teknis menyangkut bobot dan kapitalisasi. Perubahan harga pada saham berlikuiditas tipis dapat menimbulkan pergerakan indeks yang tidak proporsional terhadap nilai transaksi yang sebenarnya terjadi. Dalam kondisi ekstrem, lonjakan atau penurunan harga pada saham dengan nilai transaksi sangat kecil dapat memberikan sinyal yang menyesatkan bagi pembaca indeks.

Langkah ini juga sejalan dengan praktik di sejumlah bursa lain yang memisahkan saham-saham dengan mekanisme perdagangan khusus dari indeks utama. Pemisahan tersebut memungkinkan indeks acuan tetap kredibel sebagai basis produk investasi, termasuk reksa dana indeks dan produk yang berbasis kontrak indeks.

Dampak terhadap Nilai dan Bobot Indeks

Secara matematis, pengeluaran sejumlah saham dari perhitungan indeks akan mengubah basis kapitalisasi yang digunakan. Namun, karena saham-saham HSC umumnya memiliki kapitalisasi pasar kecil dan bobot minimal dalam IHSG, dampak langsungnya terhadap level indeks diperkirakan terbatas. Yang lebih penting adalah dampak terhadap kualitas indeks sebagai cermin pasar.

Bagi investor yang menggunakan IHSG sebagai acuan kinerja portofolio, perubahan ini perlu dicermati karena komposisi indeks akan berbeda dari periode sebelumnya. Perbandingan kinerja antarperiode juga memerlukan penyesuaian agar tetap sebanding.

Kriteria dan Konsekuensi bagi Emiten

Saham yang masuk dalam daftar HSC tidak otomatis dikeluarkan dari bursa. Emiten tetap tercatat dan sahamnya tetap dapat diperdagangkan, dengan sejumlah pembatasan. Namun, status ini menjadi sinyal bagi pasar bahwa terdapat persoalan menyangkut likuiditas atau pembentukan harga.

Bagi emiten, upaya keluar dari daftar HSC menuntut perbaikan mendasar, antara lain peningkatan keterbukaan informasi, perbaikan kinerja fundamental, serta upaya memperbaiki likuiditas saham di pasar. Keterbukaan informasi menjadi kunci karena salah satu pemicu pengawasan adalah ketidaksesuaian antara pergerakan harga dan informasi yang tersedia.

Yang Perlu Dicermati Pelaku Pasar

Pelaku pasar perlu memahami bahwa status HSC bukan penilaian atas kualitas emiten secara menyeluruh, melainkan instrumen pengawasan atas mekanisme perdagangan. Investor disarankan tetap berpegang pada analisis fundamental dan memperhatikan profil likuiditas saham sebelum bertransaksi.

Implementasi kebijakan ini akan diikuti dengan penyesuaian aturan teknis, termasuk tata cara perhitungan indeks dan pemberitahuan kepada pelaku pasar. Dengan langkah tersebut, BEI menargetkan IHSG tetap berfungsi sebagai indikator yang representatif dan dapat diandalkan, sekaligus menjaga integritas perdagangan di lantai bursa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter