Kehidupan rumah tangga Adhisty Zara setelah melahirkan menjadi perhatian publik. Artis yang dikenal lewat film Dua Garis Biru itu membagikan cerita tentang dinamika menjadi ibu baru, sekaligus memberikan pujian kepada sang suami, Tsaqib, yang dinilainya sebagai suami siaga. Dalam pengakuannya, Zara menyebut bahwa perannya dalam pengasuhan bayi tergolong sederhana karena sebagian besar tugas rumah tangga dan perawatan anak justru diambil alih oleh sang suami.
Peran Tsaqib sebagai Suami Siaga
Adhisty Zara secara terbuka mengungkapkan bahwa Tsaqib mengambil porsi besar dalam mengurus rumah dan bayi mereka. Menurut Zara, sang suami tidak segan turun tangan untuk berbagai keperluan, mulai dari mengganti popok, menenangkan bayi saat rewel, hingga menyiapkan kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu membuat Zara merasa terbantu, terutama pada masa awal setelah melahirkan yang biasanya menjadi fase paling melelahkan bagi seorang ibu.
"Aku tugasnya cuma mengASIhi," ujar Zara dalam salah satu kesempatan, menggambarkan betapa besar bantuan yang ia terima dari Tsaqib. Pernyataan itu kemudian ramai dibicarakan warganet karena dianggap mewakili pembagian peran rumah tangga yang lebih setara, di mana suami tidak hanya menjadi pencari nafkah tetapi juga terlibat langsung dalam pengasuhan anak.
Dalam banyak kesempatan, Zara juga menyebut Tsaqib sebagai sosok yang sabar dan sigap. Ia menilai suaminya memahami betul kebutuhan bayi mereka, sehingga tidak perlu banyak instruksi untuk bertindak. Sikap tersebut membuat Zara bisa fokus pada pemberian air susu ibu (ASI) dan pemulihan kondisi tubuhnya setelah proses persalinan.
Dinamika Kehidupan Setelah Melahirkan
Masa setelah melahirkan membawa perubahan besar dalam rutinitas Zara. Ia mengaku jam tidurnya terpotong, aktivitasnya lebih banyak di rumah, dan prioritasnya kini tertuju pada bayi. Meski demikian, ia berusaha menikmati setiap proses dan tidak terlalu menuntut diri untuk langsung kembali ke ritme kerja seperti sebelumnya.
Zara juga menceritakan bahwa ia belajar banyak hal baru, termasuk memahami tanda-tanda yang ditunjukkan bayi, mengatur jadwal menyusui, serta menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai ibu. Menurutnya, dukungan pasangan menjadi faktor penting yang membuat fase tersebut terasa lebih ringan.
Keputusan Zara untuk berbagi cerita tentang kehidupan pascapersalinan mendapat respons beragam dari publik. Sebagian warganet mengapresiasi keterbukaannya, terutama karena jarang ada figur publik yang membahas secara gamblang soal pembagian tugas rumah tangga dan pengasuhan anak. Sebagian lain menilai cerita tersebut sebagai gambaran bahwa keterlibatan suami dalam pengasuhan bukan hal yang perlu diperdebatkan, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama.
Respons Publik dan Makna Pembagian Peran
Kisah Zara dan Tsaqib menyentuh isu yang lebih luas: bagaimana pasangan muda membagi peran domestik. Dalam banyak keluarga, beban mengurus anak dan rumah masih sering ditimpakan sepenuhnya kepada ibu, bahkan ketika ibu juga bekerja. Ketika seorang suami ikut mengambil alih tugas-tugas tersebut, hal itu kerap dianggap istimewa, padahal seharusnya menjadi hal yang wajar.
Psikolog keluarga sering menyebut bahwa dukungan pasangan pada masa pascapersalinan berkaitan erat dengan kesehatan mental ibu. Ibu yang merasa didukung cenderung lebih percaya diri, lebih cepat pulih, dan lebih mampu menjalin ikatan dengan bayi. Sebaliknya, beban yang ditanggung sendirian dapat memicu kelelahan fisik maupun tekanan emosional.
Dalam konteks itu, pengakuan Zara tentang Tsaqib menjadi semacam contoh bahwa peran ayah tidak berhenti pada tanggung jawab finansial. Kehadiran ayah dalam mengasuh bayi, menurut berbagai penelitian, juga berdampak positif pada perkembangan anak, termasuk pada aspek emosional dan sosial.
Meski begitu, Zara tidak banyak mengungkapkan detail teknis soal pembagian tugas mereka. Ia lebih banyak berbicara soal pengalaman pribadi dan perasaan syukur. Hal itu membuat ceritanya terasa dekat dengan pengalaman banyak ibu baru, yang kerap bergulat dengan rasa lelah, kurang tidur, dan tuntutan untuk cepat kembali aktif.
Fokus pada Keluarga Kecil
Setelah melahirkan, Zara tampak lebih selektif dalam membagikan kehidupan pribadinya. Ia tidak selalu mengumbar momen keluarga kecilnya, tetapi sesekali mengunggah potret yang menunjukkan suasana hangat bersama suami dan anak. Pola itu membuat publik hanya mengetahui sebagian kecil dari kehidupan rumah tangganya, sementara sisanya tetap dijaga privat.
Yang jelas, dari cerita yang dibagikan, Zara dan Tsaqib berusaha membangun pola pengasuhan yang saling mendukung. Bagi Zara, kehadiran Tsaqib sebagai suami siaga menjadi hal yang ia syukuri, terutama pada fase awal menjadi orang tua. Sementara bagi publik, kisah mereka menjadi pengingat bahwa mengurus bayi adalah kerja bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja.
Hingga kini, keduanya belum memberikan keterangan lebih jauh soal rencana ke depan, baik terkait pekerjaan maupun keluarga. Namun, lewat cerita sederhana soal "tugasnya cuma mengASIhi", Zara telah menyampaikan pesan yang lebih besar tentang pentingnya kehadiran pasangan dalam masa-masa paling melelahkan sekaligus membahagiakan dalam hidup seorang ibu.
Komentar (0)