30, 2026
Nasional

Angkat KM Virgo dari Dasar Laut Butuh Waktu 3 Bulan, Ini Tahapannya

Proses pengangkatan KM Virgo butuh waktu yang lama dan prosesnya yang sulit.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Angkat KM Virgo dari Dasar Laut Butuh Waktu 3 Bulan, Ini Tahapannya

Evakuasi KM Virgo dari Dasar Laut Ditargetkan Rampung dalam Tiga Bulan

Proses pengangkatan bangkai Kapal Motor (KM) Virgo dari dasar laut diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Operasi evakuasi yang melibatkan sejumlah instansi dan peralatan khusus tersebut akan dijalankan secara bertahap, mulai dari survei bawah air, persiapan teknis, hingga pengangkatan badan kapal ke permukaan.

KM Virgo sebelumnya dilaporkan tenggelam setelah mengalami kecelakaan di perairan. Posisi bangkai kapal kini berada di dasar laut pada kedalaman tertentu yang menuntut metode kerja presisi. Pihak otoritas pelayaran menyatakan bahwa evakuasi tidak dapat dilakukan secara instan karena mempertimbangkan faktor keselamatan, kondisi arus, serta potensi risiko pencemaran lingkungan apabila muatan kapal ikut terangkat secara tidak terkendali.

Tahapan Operasi Pengangkatan

Berdasarkan rencana operasi yang disusun tim teknis, tahap pertama adalah survei dan pemetaan bangkai kapal. Tim penyelam dan kendaraan bawah air nirawak (remotely operated vehicle/ROV) akan memindai struktur KM Virgo untuk memastikan posisi, kemiringan, dan tingkat kerusakan lambung. Data ini menjadi dasar penentuan titik pengait sling serta perhitungan daya angkat yang dibutuhkan.

Tahap kedua adalah pemasangan peralatan pengangkat. Sejumlah sling dan rantai berkekuatan tinggi akan dipasang di titik-titik yang telah ditentukan. Proses ini memerlukan ketelitian karena kondisi bawah laut yang keruh dan berarus dapat menyulitkan penyelam. Selain itu, tim juga akan memeriksa potensi kebocoran bahan bakar atau oli dari mesin kapal sebelum pengangkatan dimulai.

Tahap ketiga adalah pengangkatan bertahap. Bangkai kapal tidak akan langsung diangkat ke permukaan dalam satu kali tarikan. Metode yang digunakan adalah pengangkatan perlahan dengan bantuan crane terapung berkapasitas besar dan kantong udara bawah air (air bags). Setiap kenaikan akan diikuti evaluasi stabilitas untuk mencegah kapal terjatuh kembali atau terbelah di tengah proses.

Tahap keempat adalah penempatan di lokasi sementara. Setelah berhasil diangkat, KM Virgo akan ditarik ke dermaga atau perairan dangkal yang telah disiapkan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Di lokasi ini, tim akan melakukan identifikasi, dokumentasi, serta penyelidikan penyebab kecelakaan bersama pihak berwenang.

Faktor Penentu Durasi

Durasi tiga bulan disebut sebagai estimasi maksimal. Cuaca buruk, gelombang tinggi, dan arus bawah laut yang kuat dapat memperlambat setiap tahapan. Operasi juga bergantung pada ketersediaan peralatan berat dan kapal kerja yang memadai. Jika kondisi laut mendukung, proses dapat selesai lebih cepat dari perkiraan.

Selain aspek teknis, evakuasi KM Virgo juga menyangkut kepentingan lingkungan. Bangkai kapal yang lama berada di dasar laut berpotensi menjadi sumber pencemaran jika bahan bakar dan pelumas tidak segera ditangani. Karena itu, tim lingkungan akan memantau kualitas air di sekitar lokasi secara berkala selama operasi berlangsung.

Koordinasi Antarinstansi

Operasi pengangkatan KM Virgo melibatkan koordinasi lintas lembaga, termasuk otoritas pelabuhan, Basarnas, Kepolisian, serta perusahaan jasa salvage yang ditunjuk. Masing-masing pihak memiliki peran dalam pengamanan area, pengaturan lalu lintas kapal, hingga dokumentasi hukum. Masyarakat di sekitar pesisir juga diimbau menjauhi zona operasi demi keselamatan bersama.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun kerugian material akibat insiden tersebut. Pihak berwenang menegaskan bahwa prioritas utama operasi adalah keselamatan tim evakuasi dan perlindungan lingkungan, bukan sekadar kecepatan penyelesaian. Proses hukum dan investigasi penyebab kecelakaan akan tetap berjalan paralel dengan tahapan pengangkatan.

Dengan rentang waktu hingga tiga bulan, pengangkatan KM Virgo menjadi salah satu operasi salvage paling kompleks yang ditangani di perairan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan operasi ini akan menjadi acuan bagi penanganan bangkai kapal serupa di masa mendatang, terutama dalam hal prosedur keselamatan bawah air dan mitigasi dampak lingkungan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter