30, 2026
Teknologi

Aplikasi Whoosh Hari Ini Terancam Blokir Komdigi, Ini Kata Manajemen

PT KCIC telah mendaftar platform Whoosh ke Kementerian Komdigi sebelum batas waktu. Pendaftaran dilakukan pada 18 September 2026.]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Aplikasi Whoosh Hari Ini Terancam Blokir Komdigi, Ini Kata Manajemen

Manajemen Whoosh Tanggapi Ancaman Pemblokiran Aplikasi oleh Komdigi

Pengelola layanan kereta cepat Jakarta-Bandung, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), angkat bicara menanggapi isu ancaman pemblokiran aplikasi Whoosh oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Manajemen menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang guna memastikan layanan digital bagi penumpang tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

Polemik ini mencuat setelah Komdigi menyoroti sejumlah aplikasi yang dinilai belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Privat. Aplikasi Whoosh, yang menjadi kanal utama pembelian tiket dan layanan informasi perjalanan kereta cepat, disebut masuk dalam daftar yang berpotensi dikenai sanksi administratif, termasuk pemblokiran akses, apabila tidak segera menyesuaikan diri dengan regulasi yang berlaku.

Respons Resmi Manajemen KCIC

Juru bicara KCIC mengungkapkan bahwa pihaknya menghormati seluruh ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk aturan terkait penyelenggaraan sistem elektronik. Menurutnya, proses pemenuhan kewajiban administratif tengah berjalan dan komunikasi dengan Komdigi dilakukan secara intensif.

"Kami memahami pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik," ujar perwakilan manajemen dalam keterangan resminya.

Manajemen menegaskan bahwa operasional kereta cepat, baik dari sisi layanan fisik maupun digital, tetap berjalan seperti biasa. Penumpang masih dapat membeli tiket melalui aplikasi Whoosh, situs resmi, maupun kanal penjualan lainnya. Namun, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi agar tidak terpengaruh kabar simpang siur yang beredar di media sosial.

Dampak Potensial bagi Pengguna

Apabila pemblokiran benar-benar diterapkan, dampaknya diprediksi cukup signifikan bagi pengalaman penumpang. Aplikasi Whoosh selama ini menjadi pintu utama bagi calon penumpang untuk memesan tiket, memilih jadwal keberangkatan, hingga mengakses fitur pendukung seperti pemindaian barcode saat boarding.

Sejumlah pengamat transportasi menilai pemblokiran aplikasi dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, terutama bagi penumpang yang terbiasa memanfaatkan kanal digital. Mereka mendorong penyelesaian masalah ini melalui jalur dialog dan pemenuhan persyaratan administratif, bukan dengan sanksi yang berpotensi mengganggu pelayanan publik.

Di sisi lain, langkah Komdigi disebut sebagai bagian dari penegakan aturan agar seluruh penyelenggara sistem elektronik, baik lokal maupun asing, mematuhi kerangka regulasi yang sama. Kebijakan ini sebelumnya juga diterapkan terhadap sejumlah platform digital lain yang belum terdaftar.

Latar Belakang Kewajiban Pendaftaran PSE

Kewajiban pendaftaran PSE diatur dalam regulasi yang mewajibkan setiap penyelenggara sistem elektronik, baik yang dikelola badan usaha milik negara, swasta, maupun entitas asing, untuk terdaftar melalui sistem resmi kementerian. Tujuan kebijakan ini adalah memastikan adanya akuntabilitas, perlindungan data pengguna, serta pengawasan terhadap konten dan layanan digital yang beroperasi di Indonesia.

Bagi perusahaan yang belum memenuhi kewajiban tersebut, pemerintah memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi bertingkat, mulai dari teguran, denda administratif, hingga pemutusan akses atau pemblokiran. Proses ini biasanya didahului dengan pemberitahuan dan pemberian tenggat waktu sebelum sanksi terberat diberlakukan.

Dalam kasus Whoosh, manajemen mengklaim telah menempuh tahapan yang diperlukan dan berharap penyelesaian dapat dilakukan tanpa mengganggu layanan publik. Pihak Komdigi sendiri belum memberikan keterangan rinci mengenai jadwal pasti penerapan sanksi, sehingga status aplikasi masih menunggu hasil koordinasi kedua belah pihak.

Upaya Mitigasi dan Antisipasi

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, KCIC dikabarkan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya adalah mengoptimalkan kanal penjualan alternatif seperti situs web resmi, aplikasi mitra perjalanan, serta loket fisik di stasiun-stasiun kereta cepat. Langkah ini diambil agar penumpang tetap memiliki akses terhadap layanan meski aplikasi utama mengalami kendala.

Manajemen juga mengimbau penumpang untuk tidak panik dan tetap mengikuti informasi melalui kanal resmi perusahaan. Menurut mereka, seluruh pembelian tiket yang telah dilakukan tetap sah dan dapat digunakan sesuai jadwal keberangkatan.

Harapan akan Penyelesaian Cepat

Sejumlah pihak berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara cepat dan tuntas. Koordinasi yang baik antara KCIC dan Komdigi dinilai menjadi kunci agar layanan kereta cepat, yang merupakan proyek strategis nasional, tidak terganggu oleh persoalan administratif.

Kereta cepat Whoosh sendiri telah menjadi salah satu moda transportasi andalan yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Kehadirannya diharapkan terus memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan yang dilaluinya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen KCIC memastikan operasional kereta cepat berjalan normal dan pihaknya terus berupaya memenuhi seluruh ketentuan regulasi yang berlaku demi kenyamanan serta keamanan pengguna layanan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter