22, 2026
Teknologi

Apple Ungkap Asal Titanium iPhone Duo dan Kamera iPhone 18 Pro

Apple mengungkap Perryman sebagai pemasok titanium daur ulang iPhone Duo dan Qnity sebagai produsen material kamera variable aperture iPhone 18 Pro.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Apple Ungkap Asal Titanium iPhone Duo dan Kamera iPhone 18 Pro

Apple untuk pertama kalinya memberikan keterangan lebih rinci mengenai asal-usul material titanium yang digunakan pada dua model iPhone terbarunya, sekaligus mengonfirmasi arah pengembangan sistem kamera untuk iPhone 18 Pro. Keterbukaan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi rantai pasok perusahaan teknologi, khususnya untuk material yang proses produksinya dikenal intensif energi.

Dalam dokumen daftar pemasok yang diperbarui, Apple mencantumkan sejumlah perusahaan pengolahan titanium yang memasok komponen untuk lini ponsel kelas atas. Material tersebut bukan titanium murni, melainkan aloi titanium kelas lima yang biasa dikenal sebagai Ti-6Al-4V, yakni campuran titanium dengan aluminium dan vanadium yang dipilih karena rasio kekuatan terhadap bobotnya tinggi serta tahan terhadap korosi.

Rantai Pasok Titanium yang Lebih Transparan

Menurut dokumen tersebut, titanium yang dipakai pada rangka ponsel berasal dari beberapa negara, dengan tahapan peleburan dan pengerolan dilakukan oleh pemasok yang telah lama bekerja sama dengan Apple. Perusahaan menyatakan bahwa sebagian material berasal dari titanium daur ulang, hasil pengolahan kembali sisa produksi industri penerbangan dan manufaktur presisi yang kemudian dimurnikan hingga memenuhi standar komposisi yang ditetapkan.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan Apple, yang menargetkan seluruh produknya menggunakan material daur ulang dan terbarukan serta mencapai netralitas karbon pada 2030. Titanium daur ulang dinilai penting karena proses ekstraksi titanium dari bijih mineral membutuhkan energi jauh lebih besar dibandingkan proses daur ulang.

Teknologi Manufaktur Aditif

Apple juga menyinggung penggunaan teknologi manufaktur aditif atau pencetakan 3D logam pada sejumlah komponen struktural. Metode ini memungkinkan perusahaan mengurangi jumlah bahan baku yang terbuang dibandingkan proses pemesinan konvensional, sekaligus mempercepat siklus produksi untuk komponen dengan geometri rumit. Apple menyebut pendekatan tersebut telah diterapkan pada beberapa bagian internal perangkat, meski tidak merinci persentase penghematan material yang dicapai.

Sejumlah pengamat industri menilai keterbukaan soal asal titanium ini sebagai respons terhadap tekanan regulasi, terutama di Uni Eropa yang semakin ketat mengawasi jejak karbon dan praktik rantai pasok produk elektronik. Peraturan baterai dan ekodesain yang berlaku di kawasan tersebut mendorong produsen untuk mendokumentasikan asal material secara lebih rinci.

Kamera iPhone 18 Pro dan Aperture Variabel

Selain soal material, Apple disebut tengah menyiapkan perubahan signifikan pada sistem kamera iPhone 18 Pro. Berdasarkan laporan sejumlah analis dan dokumen paten yang diajukan perusahaan, generasi tersebut diperkirakan mengadopsi mekanisme aperture variabel pada kamera utama, sebuah fitur yang selama ini lebih umum ditemukan pada kamera mirrorless.

Aperture variabel memungkinkan lensa mengubah ukuran bukaan diafragma secara mekanis, sehingga jumlah cahaya yang masuk dapat diatur sesuai kondisi pemotretan. Pada praktiknya, fitur ini memberi fotografer kendali lebih besar atas kedalaman bidang, memungkinkan latar belakang dibuat kabur secara optik tanpa bergantung sepenuhnya pada pemrosesan komputasional.

Peningkatan Sensitivitas Cahaya

Dalam kondisi minim cahaya, bukaan yang lebih lebar memungkinkan sensor menangkap lebih banyak cahaya sehingga noise dapat ditekan. Sebaliknya, pada kondisi terang, bukaan lebih sempit membantu menghindari overexposure saat memotret dengan kecepatan rana rendah. Apple disebut mengembangkan aktuator mikro yang lebih kecil agar mekanisme tersebut tetap muat di dalam modul kamera ponsel yang relatif tipis.

Laporan lain menyebut iPhone 18 Pro akan mempertahankan resolusi sensor 48 megapiksel pada kamera utama dan ultrawide, dengan peningkatan pada kemampuan perekaman video serta pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan. Perubahan pada modul kamera ini juga berpotensi memengaruhi desain bagian belakang perangkat, termasuk penempatan elemen flash dan sensor liDAR.

Dampak bagi Pasar dan Pemasok

Keterbukaan Apple mengenai asal titanium berimplikasi pada posisi pemasok di pasar logam khusus. Perusahaan yang telah masuk dalam daftar resmi berpeluang memperoleh kontrak jangka panjang, sementara pemasok baru harus memenuhi standar audit lingkungan dan ketenagakerjaan yang ditetapkan Apple. Sejumlah perusahaan pengolahan logam di Asia Timur dan Jepang disebut telah menambah kapasitas untuk mengantisipasi permintaan.

Di sisi lain, rencana peningkatan kemampuan kamera pada iPhone 18 Pro diprediksi mendorong kompetisi di segmen ponsel flagship, terutama dengan produsen asal Tiongkok dan Korea Selatan yang lebih dulu mengadopsi aperture variabel. Namun, Apple belum memberikan konfirmasi resmi mengenai spesifikasi maupun jadwal peluncuran perangkat tersebut, dan hingga kini perusahaan tetap tidak mengomentari laporan yang beredar.

Yang jelas, dua perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan di segmen ponsel premium tidak lagi hanya soal spesifikasi di atas kertas, tetapi juga menyangkut transparansi rantai pasok dan inovasi pada komponen optik. Bagi konsumen, informasi mengenai asal material dan kemampuan kamera menjadi pertimbangan yang semakin diperhitungkan dalam memilih perangkat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter