08, 2026
Teknologi

Bakal Lebih Sengit, Simak Aturan Baru MotoGP Mulai 2027

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/08/6ac78b6458619-sejumlah-pembalap-melaju-saat-balapan-motogp-seri-pertamina-grand-prix-of-indonesia_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bakal Lebih Sengit, Simak Aturan Baru MotoGP Mulai 2027

Dunia balap motor bakal mengalami transformasi besar dengan diterapkannya serangkaian aturan baru di ajang MotoGP mulai musim 2027. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan persaingan, mengurangi biaya operasional, dan memastikan keamanan pembalap sekaligus menarik minat lebih banyak pabrikan untuk terlibat dalam kompetisi tertinggi kelas dunia ini.

Perubahan Fundamental pada Mesin

Salah satu perubahan paling signifikan adalah pada spesifikasi mesin. Dimulai 2027, semua tim akan menggunakan mesin empat silinder 1000cc dengan teknologi hybrid. Sistem hybrid yang diperbolehkan akan terbatas pada sistem rekuperasi energi (ERS) dengan output maksimal 25 tenaga kuda. Pembatasan ini bertujuan untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan kontrol biaya, mencegah dominasi satu pabrikan, dan memastikan persaingan yang sehat di lintasan.

Direktur Teknis FIM, Paulin Trésarrieu, menjelaskan bahwa desain mesin baru akan mengutamakan responsif dan kecepatan akselerasi di tengah rentang RPM yang lebih lebar. "Kita ingin membuat balapan lebih menarik dengan akselerasi yang lebih tajam namun tetap terkontrol. Sistem hybrid akan memberikan tambahan tenaga di titik-titik kritis seperti keluar dari tikungan," ujarnya.

Regulasi Ban Baru untuk Persaingan Lebih Sama

Industri ban juga akan mengalami perombakan. Mulai 2027, hanya satu pemasok ban yang akan melayani seluruh grid MotoGP, dengan sistem tender yang berlangsung setiap tiga tahun. Pemasok ban tersebut wajib menyediakan minimal tiga komponen ban berbeda untuk setikhendaraan, dengan dua komponen wajib digunakan oleh semua tim selama akhir pekan balapan.

Kepala Divisi Olahraga Dunia Michelin, Pascal Couasnon, menyatakan bahwa perubahan ini akan menciptakan persaingan yang lebih adil. "Dengan satu pemasok, semua tim akan memiliki akses yang sama terhadap teknologi terbaru. Namun, mereka tetap perlu memilih strategi ban yang tepat untuk kondisi lintasan dan gaya mengemudi masing-masing pembalap," jelasnya.

Penyesuaian Berat dan Aeorodinamika

Aturan berat minimum juga akan disesuaikan. Motor akan dibatasi berat minimal 162kg untuk mesin tanpa sistem hybrid dan 165kg untuk mesin dengan sistem hybrid. Pembatasan berat ini dianggap perlu untuk mengkompensasi berat tambahan dari komponen hybrid sekaligus memastikan keamanan pembalap.

Di sisi lain, aturan aerodinamika akan menjadi lebih ketat. Area yang diperbolehkan untuk pemasang aero akan dikurangi hingga 40% dari spesifikasi saat ini. Tujuannya adalah untuk mengurangi kecepatan maksimal di lintasan lurus sekaligus mendorong pembalap untuk lebih mengandalkan kemampuan menyetir.

Format Balapan yang Dinamis

Format balapan juga akan mengalami perubahan. Selain balapan utama, akan ada dua sesi sprint yang lebih singkat (20 lap) di akhir pekan balapan. Poin untuk sprint race akan diperbanyak, memberikan insentif lebih bagi tim untuk berkompetisi maksimal di setiap sesi.

Selain itu, sistem kualifikasi juga akan diubah. Kualifikasi akan terdiri dari tiga sesi 15 menit, dengan sesi pertama menentukan posisi 1-10, sesi kedua posisi 11-20, dan sesi ketiga posisi 21-24. Sistem ini diharapkan menciptakan lebih banyak ketegangan di sesi kualifikasi.

Dampak pada Tim dan Pembalap

Perubahan aturan ini akan memberikan tantangan besar bagi tim dan pembalap. Tim harus beradaptasi dengan teknologi baru sementara tetap membatasi anggaran. Pembalap perlu menyesuaikan gaya mengemudi untuk memaksimalkan performa mesin baru dan strategi ban yang terbatas.

Manajer Tim Ducati, Gigi Dall'Igna, mengakui bahwa perubahan ini akan menciptakan tantangan namun juga peluang. "Kita harus mulai merancang dan mengembangkan motor baru sejak sekarang. Aturan baru ini akan mengubah dinamika balapan dan kita perlu siap menghadapinya," ujarnya.

Visi Jangka Panjang MotoGP

Direktur Eksekutive Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa perubahan aturan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang MotoGP untuk menjadi ajang yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan menarik. "Kita ingin MotoGP tetap menjadi puncak kompetisi balap motor dengan teknologi terdepan namun tetap terjangkau bagi banyak pabrikan untuk berpartisipasi," pungkasnya.

Dengan serangkaian perubahan ini, MotoGP diharapkan akan kembali menampilkan persaingan sengit dan tak terduga yang menjadi ciri khas olahraga balap motor, sekaligus memastikan keberlanjutan kompetisi di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter