30, 2026
Teknologi

Bandara Halim Ditutup sampai Pukul 14.00 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bandara Halim Perdanakusuma tutup sementara hingga pukul 14.00 WIB akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penumpang diimbau memeriksa informasi terbaru]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Bandara Halim Ditutup sampai Pukul 14.00 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup Sementara Akibat Erupsi Anak Krakatau

Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta secara resmi ditutup untuk operasional penerbangan hingga pukul 14.00 WIB pada Rabu (27/9/2023). Keputusan ini diambil setelah aktivitas vulkanik Anak Krakatau meningkat drastis, menyebabkan abu vulkanik menyebar ke wilayah udara sekitar Jakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan bahwa penutupan bandara ini merupakan langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan penerbangan. "Abu vulkanik dapat membahayakan mesin pesawat dan mengganggu sistem navigasi. Oleh karena itu, kita perlu mengambil langkah preventif," ujar Novie dalam konferensi pers singkat.

Penutupan Berdampak pada Beberapa Penerbangan

Penutupan bandara ini berdampak pada beberapa penerbangan domestik dan internasional yang dijadwalkan mendarat atau lepas landas di Bandara Halim. Maskapai seperti Citilink, Batik Air, dan Lion Air telah menginformasikan kepada penumpang tentang penundaan atau pembatalan penerbangan.

Sejumlah penumpang yang tiba di bandara terlihat kebingungan dan frustrasi atas penundaan yang tidak terduga. "Saya sudah memesan tiket ini sebulan lalu untuk rapat penting di Surabaya. Sekarang jadwal saya kacau," ujar Budi Santoso, seorang penumpang yang akan terbang ke Surabaya.

Maskapai-maskapai tersebut telah mengumumkan akan memberikan kompensasi dan penjadwalan ulang bagi para penumpang yang terkena dampak. Penumpang diminta untuk memeriksa website atau aplikasi masing-masing maskapai untuk informasi terkait jadwal penerbangan.

Anak Krakatau Kembali Aktif

Erupsi Anak Krakatau yang terjadi pada Selasa malam (26/9/2023) dinyatakan sebagai erupsi magmatik dengan tingkat aktivitas tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 800 meter di atas puncak gunung.

"Kami telah meningkatkan status Anak Krakatau menjadi Level II (Waspada) sejak Sabtu lalu. Aktivitasnya terus meningkat dan mencapai puncak pada erupsi kemarin," jelas Kepala PVMBG Hendra Gunawan.

PVMBG telah meminta masyarakat di sekitar Selat Sunda untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya abu vulkanik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari aktivitas di area pesisir akibat potensi tsunami yang dapat disebabkan oleh letusan gunung tersebut.

Tindakan Pemerintah dan Evakuasi

Pemerintah Provinsi Banten dan Lampung telah mempersiapkan langkah-langkah darurat untuk menghadapi dampak erupsi tersebut. Pemerintah setempat telah membuka posko pengungsi di beberapa titik strategis.

Sementara itu, di Lampung, pemerintah setempat telah mengimbau nelayan untuk tidak melaut mengingat adanya potensi gelombang tinggi akibat aktivitas vulkanik. "Kami meminta nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut selama situasi masih tidak stabil," tambah Kepala BPBD Lampung.

Prosedur Keamanan Penerbangan

Menurut Novie Riyanto, penutupan bandara ini dilakukan sesuai dengan prosedur keamanan penerbangan internasional. "Kita mengikuti standar ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) yang mengatur bahwa jika ada partikel abu vulkanik di udara, penerbangan harus dihentikan," jelasnya.

Tim ahli dari Badan Keselamatan Penerbangan (KNKT) sedang memantau situasi untuk menentukan kapan bandara dapat dibuka kembali. "Kami akan terus memantau kondisi udara. Jika sudah aman, bandara akan segera dibuka kembali," tambah Novie.

Warga di sekitar Jakarta diminta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan abu yang dapat terjadi. Warga disarana untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membersihkan permukaan rumah jika terkena hujan abu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter