30, 2026
Nasional

Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pintu gerbang udara utama Indonesia, mengalami penutupan sementara pada Rabu (26/2) pagi akibat diselimuti abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan, mengganggu perjalanan ribuan penumpang.

Menurut keterangan resmi dari PT Angkasa Pura II pengelola bandara, aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah monitoring menunjukkan konsentrasi abu vulkanik di udara telah melewati ambang batas yang aman bagi operasional pesawat.

Situasi di Bandara

Saat penutupan berlangsung, area terminal penumpang di Bandara Soekarno-Hatta terlihat sepi. Ratusan penumpang yang telah tiba di bandara sebelum pengumuman penutupan terlihat menunggu informasi terbaru dari maskapai masing-masing. Beberapa penumpang tampak frustrasi akibat penundaan dan pembatalan penerbangan yang tidak terduga.

"Saya sudah di sini sejak pukul 04.00 WIB untuk penerbangan pukul 06.30 WIB ke Medan, tapi tiba-tiba diumumkan penundaan. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan penerbangan akan dilanjutkan," ujar Ahmad, seorang penumpang yang terdampak.

Pihak bandara segera mengaktifkan pusko darurat untuk membantu penumpang yang terdampak. Puluhan petugas disiagakan memberikan informasi dan membantu penumpang untuk mengatur ulang jadwal penerbangan atau mencari akomodasi jika diperlukan.

Sumber Abu Vulkanik

Abu vulkanik yang menyebabkan gangguan ini berasal dari Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda. Gunung ini, lahir dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883, kembali aktif sejak pertengahan 2018 dan mengalami serangkaian letusan pada Rabu pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa letusan Anak Krakatau pada Rabu pagi menghasilkan kolom abu setinggi 500-800 meter di atas puncak gunung. Abu ini kemudian tersebar ke arah barat laut dan mencapi wilayah Jakarta dan sekitarnya pada pagi hari.

"Kami telah memantau aktivitas Anak Krakatau secara intensif. Selain menghasilkan abu, gunung ini juga mengalami gempa vulkanik yang frekuensinya meningkat," kata kasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam konferensi pers singkat.

Dampak pada Penerbangan

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta berdampak signifikan pada jaringan penerbangan domestik dan internasional. Sebanyak 87 penerbangan tercatat dibatalkan atau dialihkan selama penutupan berlangsung. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air mengumumkan penyesuaian jadwal bagi penumpang yang terdampak.

"Kami telah menghubungi penumpang secara individual untuk memberikan informasi dan opsi pengembalian dana atau penggantian jadwal penerbangan. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar juru bicara salah satu maskapai nasional.

Selain Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta juga mengalami gangguan sebagian meski tidak sepenuhnya ditutup. Beberapa penerbangan yang awalnya dijadwalkan dari Soekarno-Hatta dialihkan ke Halim, sehingga terminal di bandara ini menjadi padat.

Tanggapan Pemerintah

Pemerintah segera merespons situasi ini. Kementerian Perhubungan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak bandara, maskapai, dan BMKG untuk mengevaluasi situasi dan menentukan langkah selanjutnya. Tim dari PVMBG juga diterjunkan untuk memantau aktivitas Anak Krakatau secara lebih intensif.

"Keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Kami akan terus memantau kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik. Jika kondisi memungkinkan, bandara akan segera dibuka kembali," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya.

Pemerintah juga meminta masyarakat di sekitar wilayah Jakarta dan Banten untuk tetap waspada terhadap potensi hujan abu dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Warga diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Sejak dibukanya kembali pada pukul 12.00 WIB, operasional di Bandara Soekarno-Hatta secara bertahap pulih. Namun, para penumpang masih diminta untuk datang lebih awal ke bandara dan memeriksa status penerbangan mereka sebelum berangkat ke bandara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter