30, 2026
Teknologi

Bandara Soetta Tutup Sampai 13.30 WIB Gara-Gara Abu Letusan Krakatau

Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga pukul 13.30 WIB akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Simak!]]>

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bandara Soetta Tutup Sampai 13.30 WIB Gara-Gara Abu Letusan Krakatau

Bandara Soetta Tutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Letusan Krakatau

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, ditutup sementara pada Rabu (13/3) pukul 10.30 WIB hingga 13.30 WIB. Penutupan ini disebabkan oleh adanya abu vulkanik dari letusan Gunung Krakatau yang mengendap di wilayah udara sekitar bandara. Kondisi ini membuat operasi penerbangan menjadi berisiko dan tidak aman.

Menurut Kepala Unit Pelayanan Navigasi Penerbangan (UPPN) Bandara Soetta, Heru Catur Pratomo, penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan. "Kami harus menutup sementara bandara karena adanya abu vulkanik. Kondisi ini berbahaya bagi pesawat terbang karena dapat merusak mesin dan mengganggu sistem navigasi," ujar Heru dalam keterangannya.

Kondisi Abu Vulkanik Masuk Zona Bandara

Abu vulkanik dari Gunung Krakatau mulai terdeteksi di wilayah udara sekitar Bandara Soetta pada Rabu pagi. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG), letusan Krakatau terjadi pada Selasa (12/3) malam dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung.

"Kolom abu ini terbawa angin dan bergerak ke arah barat laut, sehingga memasuki wilayah udara sekitar Jakarta dan Bandara Soetta," jelas Kepala PVMBG, Kasbani. Ia menambahkan bahwa letusan Krakatau masih dalam kondisi aktif dan mungkin akan melepaskan abu vulkanik lagi di kemudian hari.

Dampak pada Operasional Penerbangan

Penutupan bandara ini berdampak signifikan pada operasional penerbangan di Bandara Soetta. Sebanyak 36 penerbangan domestik dan internasional terkena dampak, termasuk pembatalan dan penundaan. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air harus mengalihkan atau menunda penerbangan mereka.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dari kondisi ini. Penumpang diminta untuk memeriksa status penerbangan mereka melalui aplikasi atau website maskapai masing-masing," ujar Juru Bicara PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Soetta, Yuda Aditya.

Upaya Mitigasi dan Penanganan

Pihak bandara segera melakukan langkah mitigasi untuk mengatasi dampak abu vulkanik. Tim teknis melakukan pembersihan landasan pacu dan area operasional bandara dari sisa abu. Selain itu, dilakukan pemeriksaan alat instrumen penerbangan untuk memastikan semuanya dalam kondisi aman.

"Kami juga telah mempersiapkan tim khusus yang akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik. Jika kondisi memungkinkan, bandara akan segera dibuka kembali untuk operasional normal," tambah Yuda.

Respons Penumpang dan Maskapai

Banyak penumpang yang terdampak penundaan penerbangan menunjukkan kesabaran meski harus menunggu lebih lama. "Saya sudah di bandara sejak pukul 08.00 WIB untuk penerbangan ke Surabaya, tapi baru dikabarkan penundaan sekitar pukul 10.00 WIB. Memang agak melelahkan tapi saya mengerti ini demi keselamatan," ujarnya, Ahmad, salah seorang penumpang.

Sementara itu, maskapai-maskapai yang terdampak segera memberikan kompensasi dan penginapan bagi penumpang yang harus menginap lebih lama. "Kami akan memberikan asuransi perjalanan dan penginapan bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan karena kondisi ini," kata Juru Bicara Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan.

Sejarah Aktivitas Krakatau

Gunung Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Sumatra dan Jawa, memiliki sejarah letusan dahsyat pada tahun 1883. Letusan tersebut mengakibatkan tsunami yang menewaskan lebih dari 36.000 orang dan menghancurkan sebagian besar Pulau Krakatau.

Menurut PVMBG, aktivitas Krakatau saat ini masih dalam status waspada meski belum mencapai tingkat bahaya. "Meski letusannya tidak sekuat tahun 1883, kami tetap memantau aktivitasnya secara ketat karena potensi bahaya abu vulkanik yang masih ada," kata Kasbani.

Petunjuk untuk Penumpang

Untuk mengantisipasi kemungkinan penundaan atau pembatalan penerbangan di kemudian hari, penumpang disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru melalui website atau aplikasi maskapai. Selain itu, disarakan juga untuk datang lebih awal ke bandara jika ada rencana penerbangan ke daerah yang berpotensi terkena dampak abu vulkanik.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan update jika ada perubahan. Bandara Soetta kembali beroperasi normal setelah kondisi udara dinyatakan aman dari pengaruh abu vulkanik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter