04, 2026
Nasional

Brigjen Pasma Royce Jabat Kapolda Bali Gantikan Irjen Daniel Adityajaya

Kapolda Bali kini dijabat Brigjen Pasma Royce, menggantikan Irjen Daniel Adityajaya. Mutasi ini melibatkan 88 perwira Polri untuk pengembangan karier.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Brigjen Pasma Royce Jabat Kapolda Bali Gantikan Irjen Daniel Adityajaya

Brigjen Pasma Royce Resmi Jabat Kapolda Bali Gantikan Irjen Daniel Adityajaya

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi sejumlah perwira tinggi di lingkungan Polri. Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali.

Brigadir Jenderal Polisi Pasma Royce ditunjuk sebagai Kapolda Bali yang baru, menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya. Pergantian tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri nomor ST/488/II/KEP/2025 tanggal 24 Februari 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Mutasi ini menandai estafet kepemimpinan di wilayah hukum Polda Bali yang selama ini menjadi salah satu daerah strategis, baik dari sisi keamanan maupun pariwisata.

Mutasi dan Promosi di Tubuh Polri

Dalam surat telegram tersebut, sejumlah jabatan strategis lain juga mengalami perubahan. Mutasi, rotasi, dan promosi merupakan hal yang lazim dilakukan di institusi Polri guna menjaga dinamika organisasi serta penyegaran kepemimpinan di berbagai tingkat wilayah. Kapolri menekankan bahwa kebijakan ini bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan kinerja institusi.

Pergantian Kapolda Bali menjadi perhatian publik mengingat posisi tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di provinsi yang menjadi salah satu destinasi wisata utama dunia. Kondisi keamanan di Bali tidak hanya berdampak pada kehidupan warga lokal, tetapi juga pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Profil Brigjen Pasma Royce

Brigjen Pol Pasma Royce bukan sosok baru di lingkungan kepolisian. Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1996 ini memiliki rekam jejak panjang di berbagai jabatan strategis. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Biro Tata Usaha dan Perbekalan (Karotabek) Divisi Logistik Polri. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam soal manajemen organisasi dan dukungan operasional di tubuh Korps Bhayangkara.

Sepanjang kariernya, Pasma Royce juga pernah mengemban sejumlah posisi penting, termasuk di lingkungan Polda Metro Jaya dan beberapa satuan kerja di Mabes Polri. Latar belakangnya yang kuat di bidang manajemen logistik dan operasional dinilai menjadi modal penting dalam memimpin Polda Bali yang memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait pengamanan kawasan wisata, pengaturan lalu lintas, serta penanganan kasus menonjol yang kerap menjadi sorotan publik.

Kepemimpinan di Polda Bali membutuhkan pendekatan yang komprehensif karena wilayah ini menghadapi karakteristik sosial-budaya yang khas. Selain menjaga keamanan rutin, Kapolda Bali juga harus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan pelaku industri pariwisata. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata.

Peran Strategis Polda Bali

Polda Bali memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kondusivitas wilayah yang menjadi wajah Indonesia di mata dunia. Berbagai agenda internasional, kegiatan pariwisata berskala global, serta event nasional kerap digelar di provinsi ini. Hal itu menuntut kesiapan pengamanan yang matang, mulai dari penempatan personel, pengaturan lalu lintas, hingga langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.

Selain itu, isu-isu aktual seperti penindakan terhadap praktik illegal fishing, pengawasan distribusi narkoba, penanganan konflik sosial, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara konsisten. Kapolda baru dituntut mampu menerjemahkan arahan Kapolri dalam program prioritas, antara lain penguatan deteksi dini, penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan, serta pelayanan kepada masyarakat yang mengedepankan pendekatan humanis.

Di sisi lain, kehadiran Brigjen Pasma Royce diharapkan mampu melanjutkan program-program yang sudah berjalan di bawah kepemimpinan Irjen Daniel Adityajaya. Kesinambungan kebijakan menjadi penting agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh transisi kepemimpinan. Sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali serta kejaksaan dan pengadilan juga harus terus dipelihara untuk mendukung penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Tantangan dan Harapan

Pergantian Kapolda Bali ini menandai babak baru kepemimpinan di jajaran kepolisian Bali. Publik berharap Kapolda baru dapat membawa perubahan positif, terutama dalam aspek pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pemberantasan praktik-praktik yang meresahkan masyarakat, seperti perjudian, prostitusi terselubung, dan penyalahgunaan narkotika.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi tuntutan utama publik terhadap institusi kepolisian. Kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan tumbuh jika setiap tindakan aparat dijalankan sesuai dengan koridor hukum serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kapolda baru diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat dan media massa sehingga setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Serah terima jabatan di lingkungan Polda Bali akan dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku, disertai dengan tradisi pelepasan dan penyambutan. Prosesi tersebut merupakan bagian dari tata upacara kepolisian yang mencerminkan kesinambungan organisasi. Seluruh jajaran Polda Bali diharapkan mendukung penuh kepemimpinan yang baru demi terwujudnya keamanan, ketertiban, dan pelayanan prima bagi masyarakat Bali dan seluruh wisatawan yang datang ke Pulau Dewata.

Dengan penunjukan Brigjen Pasma Royce sebagai Kapolda Bali, Kapolri menginginkan percepatan program transformasi Polri yang presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Polda Bali dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan dan penegakan hukum, sehingga kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter