30, 2026
Teknologi

Cakupan Internet RI Capai 90%, Pemerintah Bicara Era Baru 5G

Wakil Menteri Angga Raka Prabowo menekankan pentingnya kualitas konektivitas internet di Indonesia.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cakupan Internet RI Capai 90%, Pemerintah Bicara Era Baru 5G

Cakupan layanan internet di Indonesia dilaporkan telah menembus angka 90 persen dari total populasi. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator utama percepatan transformasi digital nasional yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi prioritas pemerintah. Angka itu sekaligus menandai masuknya Indonesia ke babak baru pengembangan teknologi telekomunikasi, khususnya jaringan generasi kelima atau 5G.

Pemerintah menilai tingginya cakupan internet tidak lagi sekadar soal ketersediaan sinyal, melainkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital, perluasan layanan publik berbasis teknologi, serta pemerataan pembangunan hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, capaian 90 persen tergolong signifikan mengingat besarnya tantangan geografis yang harus dihadapi, mulai dari wilayah pegunungan hingga kepulauan terpencil.

Dari Konektivitas ke Pemanfaatan

Menurut pemerintah, fase berikutnya bukan lagi mengejar angka cakupan semata, tetapi memastikan kualitas koneksi, keterjangkauan harga, dan pemanfaatan yang produktif. Ketersediaan jaringan yang luas dinilai belum cukup apabila masyarakat belum mampu mengaksesnya secara merata, baik karena kendala biaya, perangkat, maupun literasi digital. Karena itu, sejumlah program pendukung terus dijalankan, termasuk penyediaan akses internet di fasilitas publik, sekolah, puskesmas, dan kantor desa.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya pemerataan kualitas jaringan. Selama ini, kualitas layanan antarwilayah masih timpang. Kawasan perkotaan umumnya menikmati kecepatan tinggi, sementara sejumlah daerah rural masih bergantung pada jaringan generasi sebelumnya. Kesenjangan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara adil.

5G dan Arah Kebijakan Selanjutnya

Dalam konteks inilah pembahasan mengenai 5G menjadi relevan. Pemerintah menyebut era baru 5G sebagai peluang untuk mendorong inovasi di berbagai sektor, seperti manufaktur, logistik, kesehatan, pertanian, dan pendidikan. Teknologi ini menawarkan latensi rendah, kecepatan tinggi, serta kemampuan menghubungkan perangkat dalam jumlah besar, yang menjadi prasyarat bagi pengembangan industri berbasis Internet of Things dan kecerdasan artifisial.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penggelaran 5G tidak serta-merta menggantikan kebutuhan dasar akan konektivitas yang stabil dan merata. Pendekatan yang ditempuh bersifat bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan spektrum frekuensi, infrastruktur serat optik, serta permintaan pasar. Sejumlah wilayah dinilai lebih siap mengadopsi 5G, terutama kawasan industri dan pusat ekonomi, sementara wilayah lain masih memerlukan penguatan jaringan 4G.

Pelaku industri telekomunikasi menyambut positif arah kebijakan tersebut, namun mengingatkan bahwa investasi jaringan membutuhkan kepastian regulasi dan insentif yang berkelanjutan. Biaya pembangunan infrastruktur, terutama di daerah sulit dijangkau, menjadi salah satu faktor yang menentukan kecepatan ekspansi. Kolaborasi antara operator, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dinilai krusial untuk mempercepat proses tersebut.

Tantangan dan Harapan

Sejumlah tantangan masih membayangi target transformasi digital. Pertama, kesenjangan literasi digital antara penduduk perkotaan dan perdesaan. Kedua, keamanan siber yang semakin kompleks seiring meningkatnya jumlah pengguna. Ketiga, kebutuhan energi dan infrastruktur pendukung yang tidak kecil, terutama untuk jaringan berkapasitas besar. Pemerintah menyatakan tengah menyiapkan kerangka kebijakan yang mencakup aspek perlindungan data dan tata kelola spektrum.

Di sisi lain, capaian cakupan internet 90 persen dipandang sebagai modal berharga untuk mempercepat inklusi keuangan, layanan kesehatan jarak jauh, serta pendidikan daring yang lebih merata. Berbagai layanan digital yang tumbuh selama pandemi dinilai telah membuktikan bahwa teknologi mampu menjadi solusi ketika mobilitas terbatas.

Ke depan, fokus pemerintah adalah memastikan bahwa pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Era baru 5G disebut bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang menuju ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah menara dan panjang kabel, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter