30, 2026
Teknologi

Wisma MPR RI Bandung Kembali Difungsikan, Ibas Soroti Nilai Sejarah

Wisma MPR RI di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kembali digunakan setelah menjalani rehabilitasi.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wisma MPR RI Bandung Kembali Difungsikan, Ibas Soroti Nilai Sejarah

Wisma MPR RI di Bandung Kembali Difungsikan

Wisma MPR RI yang berlokasi di Jalan Riau, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali difungsikan setelah melalui proses penataan dan revitalisasi. Pengfungsian kembali bangunan tersebut menjadi perhatian karena menyimpan nilai sejarah panjang dalam perjalanan lembaga perwakilan rakyat Indonesia, khususnya Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, menyoroti pentingnya nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan Wisma MPR di Bandung bukan sekadar aset fisik, melainkan bagian dari jejak perjalanan ketatanegaraan Indonesia yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara tepat.

Ibas menilai bahwa bangunan bersejarah itu memiliki kaitan erat dengan dinamika politik dan ketatanegaraan pada masa lampau. Oleh karena itu, pengfungsian kembali wisma tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi kegiatan lembaga, termasuk sebagai sarana pendukung tugas-tugas MPR di luar Jakarta.

Latar Belakang dan Proses Penataan

Wisma MPR RI di Bandung telah lama menjadi bagian dari jaringan fasilitas yang dimiliki lembaga negara tersebut. Bangunan ini sempat tidak difungsikan secara optimal sebelum akhirnya dilakukan penataan. Proses penataan mencakup perbaikan fisik, pemeliharaan elemen arsitektural, serta penyesuaian agar dapat kembali digunakan untuk berbagai kegiatan resmi.

Menurut keterangan yang dihimpun, pengfungsian kembali wisma ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan aset negara agar lebih produktif. Selain berfungsi sebagai tempat kegiatan, wisma ini juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas sosialisasi dan pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Aspek pelestarian nilai sejarah menjadi salah satu pertimbangan utama. Bangunan yang berdiri sejak era tertentu dalam sejarah Indonesia itu dinilai perlu dirawat tanpa menghilangkan ciri khasnya. Revitalisasi dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan fungsi modern dan pelestarian warisan.

Nilai Sejarah yang Perlu Dijaga

Dalam berbagai kesempatan, sejumlah pihak menekankan bahwa bangunan seperti Wisma MPR di Bandung merupakan saksi bisu perjalanan lembaga negara. Nilai sejarahnya tidak hanya terletak pada usia bangunan, tetapi juga pada peristiwa dan aktivitas yang pernah berlangsung di dalamnya.

Ibas mengingatkan agar generasi muda memahami arti penting tempat-tempat bersejarah bagi ketatanegaraan. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dapat memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara, terutama dalam konteks peran MPR sebagai lembaga yang menjalankan fungsi konstitusional.

Ia berharap Wisma MPR di Bandung dapat menjadi ruang yang mendekatkan masyarakat dengan lembaga perwakilan. Dengan demikian, keberadaannya bukan hanya milik negara secara administratif, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh publik, misalnya melalui kegiatan edukasi, seminar, atau pertemuan yang membahas isu kebangsaan.

Fungsi dan Harapan ke Depan

Ke depan, Wisma MPR RI Bandung diharapkan difungsikan secara berkelanjutan untuk menunjang berbagai agenda MPR, termasuk kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda. Pengelolaan yang baik dinilai penting agar bangunan tetap terawat dan tidak kembali terbengkalai.

Selain sebagai tempat kegiatan resmi, wisma ini juga berpotensi menjadi simpul kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang selama ini menjadi salah satu program MPR. Keberadaan fasilitas di daerah dinilai dapat memperluas jangkauan kegiatan tersebut di luar pusat pemerintahan.

Pengfungsian kembali Wisma MPR di Bandung sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan aset negara memerlukan perhatian berkelanjutan. Perawatan bangunan bersejarah menuntut kerja sama berbagai pihak, mulai dari pengelola, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang memanfaatkannya.

Dengan nilai sejarah yang dimilikinya, Wisma MPR RI Bandung diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman ketatanegaraan sekaligus merawat jejak perjalanan bangsa. Ibas menegaskan bahwa pelestarian tempat bersejarah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya lembaga negara tertentu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter