16, 2026
Politik

Chaos! Demo Mahasiswa Panas, Massa Emosi Bakar Gedung Kementerian

Demonstrasi di Albania memanas setelah massa membakar Kementerian Kehakiman, dipicu protes biaya pendidikan dan dugaan korupsi]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Chaos! Demo Mahasiswa Panas, Massa Emosi Bakar Gedung Kementerian

Chaos! Demo Mahasiswa Panas, Massa Emosi Bakar Gedung Kementerian

Sebuah aksi demonstrasi mahasiswa yang awalnya berlangsung dampe tiba-tiba berubah menjadi aksi kekerasan dan chaos di depan Gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Rabu (15/3) siang. Aksi yang dilakukan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta ini berujung pada terbakarnya sebagian gedung kementerian akibat aksi unjuk rasa yang melebihi batas.

Demonstrasi ini digelar sebagai bentak protes mahasiswa terhadap RUU Cipta Kerja yang sedang dalam proses pembahasan di DPR. Massa mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dari Jakarta dan sekitarnya mulai berkumpul di depan Gedung Kemendikbudristek sejak pagi hari. Awalnya, aksi berlangsung damai dengan berbagai orasi dan penyampaian tuntutan kepada pemerintah.

Aksi Damai Berubah Drastis

Sekitar pukul 11:00 WIB, suasana mulai memanas ketika sejumlah polisi mengambil sikap dan mulai mengamankan aksi. Beberapa mahasiswa yang berada di barisan depan terlibat adu argumen dengan aparat keamanan. Situasi semakin tidak terkendali ketika seorang mahasiswa diduga terluka akibat bentrokan dengan aparat.

Ketika massa mahasiswa mengetahui rekan mereka terluka, emosi mereka meledak. Ratusan massa mulai menyerang barisan polisi dengan melempar batu, botol bekas minuman, dan benda-benda lain yang ada di sekitar lokasi. Aparat keamanan pun merespons dengan gas air mata dan tembakan water canon untuk mengendalikan massa yang semakin liar.

Gedung Terbakar, Massa Terus Beraksi

Sekitar pukul 13:30 WIB, situasi semakin kacau ketika sejumlah massa berhasil masuk ke area parkir Gedung Kemendikbudristek. Mereka mulai melempar batu dan benda berat ke arah gedung. Beberapa jendela gedung pecah dan pintu utama gedung rusak akibat serangan tersebut.

Kondisi semakin genting ketika seorang demonstran melempar molotov ke arah gedung. Api segera menyala dan merambat ke bagian luar gedung. Tim pemadam kebakaran segera tiba di lokasi namun dihadang oleh massa yang masih emosi. Api berhasil dikendalikan setelah sekitar 30 menit, namun bagian depan gedung sudah rusak parah akibat terkena api.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa aksi ini tidak dapat ditolerir dan akan ditindak tegas. "Kami sudah memberikan peringatan kepada para demonstran untuk tetap menjaga situasi tetap damai. Namun ternyata ada oknum yang mengprovokasi dan menyerang aparat keamanan," ujar Sigit dalam konferensi pers yang digelar di lokasi.

Reaksi Pemerintah dan Mahasiswa

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa. "Aksi kekerasan dan pembakaran gedung tidak bisa ditolerir. Ini bukan cara yang benar untuk menyampaikan aspirasi. Kami akan menindak tegas pelaku kekerasan," tegas Mahfud.

Sementara itu, salah satu koordinator aksi, Ahmad Rizki dari Aliansi Mahasiswa Indonesia mengaku kecewa dengan tindakan aparat keamanan yang menurutnya terlalu brutal. "Kami datang dengan damai untuk menyampaikan aspirasi. Tapi justriksa kita diserang dengan gas air mata dan tembakan water canon. Ini yang membuat massa emosi dan bereaksi," ujar Rizki.

Dampak dan Tindak Lanjut

Aksi kekerasan ini menyebabkan luka pada sejumlah aparat keamanan dan mahasiswa. Sedikitnya 20 orang luka-luka akibit bentrokan dan aksi kekerasan. Selain itu, kerusakan materiil di lokasi demo juga diperkirakan mencapai miliaran rupiah termasuk kerusakan pada gedung kementerian dan sejumlah kendaraan yang rusak akibat ditabrak massa.

Pihak kepolisian sudah mengamankan sejumlah tersangka yang diduga menjadi provokator dalam aksi demo. Polisi juga mengimbau agar para mahasiswa yang masih berada di lokasi segera pulang agar situasi tidak memburuk. "Kami akan terus mengusut tuntas siapa di balik aksi kekerasan ini. Kami tidak akan biarkan ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan," tambah Sigit.

Aksi demo yang berujung kekerasan ini menunjukkan pentingnya dialog antara pemerintah dan mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Harapan agar aspirasi dapat disampaikan dengan cara damai tetap menjadi kunci untuk menciptakan ketertiban dan stabilitas bangsa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter