14, 2026
Politik

Chaos Demo Pelajar, Kementerian Diserang-Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Aksi demonstrasi mahasiswa di Tirana, Albania, berujung ricuh. Mereka protes masalah pendidikan dan ketidakadilan sosial, sementara polisi membubarkan massa.]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Chaos Demo Pelajar, Kementerian Diserang-Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Chaos Demo Pelajar, Kementerian Diserang, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Sejumlah pelajar melakukan aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan di sekitar kementerian terkait pada Rabu siang. Aksi tersebut dimulai dengan damai namun akhirnya meledak menjadi kekacauan setelah sekelompok pelajar memaksa masuk ke area kementerian dan menyerang petugas keamanan. Situasi semakin memanas hingga polisi harus turun tangan dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Awal Aksi Damai Berubah Menjadi Kerusuhan

Aksi demonstrasi ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan sekitar 500 pelajar berkumpul di depan gedung kementerian. Mereka membawa spanduk dan poster yang berisi kritik terhadap kebijakan pendidikan yang dianggap tidak adil dan merugikan pelajar dari kalangan ekonomi lemah. Aksi berlangsung damai dengan para pelajar menyanyikan lagu-lagu protes dan menyampaikan orasi.

Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, suasana berubah drastis ketika sekelompok pelajar yang tidak teridentifikasi memaksa masuk ke gerbang kementerian. Mereka melempar batu dan botol kosong ke arah petugas keamanan yang sedang berjaga. Petugas keamanan mencoba menghentikan aksi tersebut dengan membentengi diri menggunakan tameng.

Pelajar Menyerang Kementerian

Situasi semakin tidak terkendali ketika sekelompok pelajar berhasil masuk ke area parkir kementerian. Mereka melempar batu ke arah jendela gedung kementerian dan merusak beberapa kendaraan dinas yang parkir di area tersebut. Beberapa petugas keamanan terluka akibat lemparan batu dan botol tersebut.

Saksi mata melihat sejumlah pelajar bahkan membawa kayu dan palu yang digunakan untuk merusak properti milik kementerian. "Mereka sangat marah dan tidak terkendali. Saya melihat ada yang memecah jendela kantor dan melempar barang-barang ke dalam," kata seorang wartawan yang melaporkan langsung dari lokasi.

Polisi Turun Tangan, Tembakkan Gas Air Mata

Mengetahui situasi semakin memanas, pihak kepolisian akhirnya turun tangan. Sebanyak 100 personel dari Brimob Polri diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan membubarkan massa. Upaya persuasi awal dilakukan namun tidak membuahkan hasil karena para pelajar terus melakukan aksi anarkis.

Untuk mengendalikan kerumunan, polisi akhirnya menembakkan gas air mata ke arah para pelajar. Tindakan ini membuat para pelajar bubar dan menyebarkan diri ke berbagai arah. Beberapa pelajar terlihat batuk-batuk dan mengeluhkan mata yang terasa terbakar akibat gas air mata.

Korban dan Dampak Aksi

Akibat kerusuhan ini, sejumlah orang terluka termasuk 5 petugas keamanan kementerian dan 3 pelajar. Mereka mendapat perawatan di rumah sakit terdekat. Selain itu, sejumlah properti milik kementerian rusak akibat aksi anarkis tersebut, termasuk jendela kantor, kendaraan dinas, dan fasilitas umum di area parkir.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Irjen Polisi Nana Sudjana, mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki insiden ini secara mendalam. "Kami akan memproses tegas para pelaku aksi anarkis ini. Aksi unjukrasa itu hak setiap warga negara, namun jika melanggar hukum dan merusak properti, maka akan kami tindak tegas," kata Nana.

Reaksi Pemerintah dan Masyarakat

Kementerian terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini. Namun, melalui sumber internal, diketahui bahwa pihak kementerian sedang mengevaluasi keamanan di sekitar gedung untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Sementara itu, reaksi dari masyarakat terbagi. Ada yang mendukung aksi para pelajar karena dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang tidak adil. Namun, ada pula yang mengecam tindakan anarkis yang dilakukan sebagian pelajar tersebut.

"Memahami rasa tidak puas para pelajar, namun merusak properti dan menyerang petugas keamanan bukan solusi. Semua masalah bisa diselesaikan melalui dialog," kata Ahmad, seorang warga yang bekerja di dekat kementerian.

Akibat Hukum bagi Para Pelaku

Polisi telah menangkap beberapa pelajar yang diduga terlibat dalam aksi anarkis ini. Mereka akan diperiksa dan dijerat dengan pasal tentang tindak pidana kerumunan dan kerusakan properti. "Kami sudah menangkap 8 pelajar yang terlibat langsung dalam aksi pengrusakan ini. Mereka akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Jakarta Pusat, Kompol Budi Santoso.

Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan ini menunjukkan pentingnya dialog antara pemerintah dan pelajar dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan. Di satu sisi, hak untuk menyampaikan aspirasi harus dihormati, namun di sisi lain, hukum juga harus ditegakkan untuk menjaga ketertiban umum.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter