ASN Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dekat Kantor Pemkab OKI
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) ditemukan tewas bersimbah darah di dekat gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Korban yang diketahui bernama Ahmad Zaini (45), seorang pegawai negeri sipil di salah satu dinas di Pemkab OKI, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu (15/3) pagi.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) OKI, AKBP Eko Prasetyo, mengatakan bahwa jenazah korban ditemukan oleh seorang petugas kebersihan di dekat gerbang utama kantor Pemkab OKI sekitar pukul 06.30 WIB. "Korban ditemukan dalam posisi telungkup dengan luka tusukan di bagian dada sebelah kiri. Di sekitar jenazah terdapat bekas darah yang cukup banyak," ujar Eko dalam konferensi pers yang digelar di Polres OKI.
Kronologi Penemuan Mayat
Menurut keterangan saksi mata, korban terliat datang ke kantor sejak pukul 07.00 WIB dini hari. Beberapa rekan kerja korban mengaku sempat berbincang dengan korban sebelum korban pergi ke luar gedung. "Korban tampak agak cemas namun tidak ada keluhan khusus dari korban saat itu," kata salah satu rekan kerja yang tidak mau disebutkan namanya.
Seorang petugas kebersihan yang pertama menemukan mayat korban mengaku kaget dengan kondisi yang dilihatnya. "Saya datang kerja seperti biasa, tiba-tiba lihat ada orang telungkup di dekat gerbang. Awalnya saya kira orang tidur, tapi setelah didekati ternyata sudah tidak bernyawa dan ada darah mengalir dari dada korban," ucapnya sambil menunjuk lokasi penemuan mayat.
Investigasi Awal
Tim forensik dari Polres OKI yang langsung datang ke TKP mengamankan beberapa barang bukti di sekitar mayat korban, termas sebuah pisuk ukuran 20 cm yang diduga sebagai senjata pembunuh. Selain itu, tim juga menemukan sebuah sepeda motor bekas milik korban yang parkir tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
"Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mungkin tahu tentang aktivitas korban sebelum kejadian. Kami juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar kantor untuk melihat gerak-gerik korban sebelum tewas," jelas Eko.
Motif Pembunuhan Masih Misteri
Hingga berita ini diturunkan, motif pembunuhan terhadap ASN ini masih menjadi misteri. Polisi belum bisa memastikan apakah pembunuhan ini berhubungan dengan tugas korban sebagai ASN atau ada motif pribadi di balik peristiwa ini.
Keluarga korban yang ditemui di kediamannya di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Indralaya, masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Ahmad Zaini telah tiada. "Saya tidak tahu kenapa ayah saya bisa dibunuh. Dia orangnya baik-baik saja, tidak ada masalah dengan siapapun," kata anak korban, Muhammad Fauzi (22) dengan suara hampa.
Respon Pemkab OKI
Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab OKI, H. Mursyid, mengaku prihatin dengan kejadian ini. Pihaknya berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini.
"Kami dari Pemkab OKI sangat menyayangkan kejadian ini. Korban adalah salah satu ASN yang baik dan teladan. Kami akan memberikan bantuan psikologis bagi keluarga korban dan rekan-rekan kerjanya yang terkena dampak," ujar Mursyid.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus pembunuhan ini. "Ini adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Saya meminta agar Polri segera menangkap pelakunya dan memberikan hukuman yang sepadan," tegasnya.
Polres OKI saat ini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif pembunuhan dan menemukan pelaku yang diduga masih buron. Tim penyidik mengaku sudah memiliki beberapa dugaan motif namun masih memerlukan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat.
Komentar (0)