02, 2026
Nasional

Dorong Pembangunan di Sumbar, Wamendagri Bima Tekankan Hal Ini!

Wamendagri Bima Arya dorong Pemprov Sumbar tingkatkan ketangguhan daerah hadapi risiko bencana. Penting untuk keberlanjutan pembangunan generasi mendatang.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dorong Pembangunan di Sumbar, Wamendagri Bima Tekankan Hal Ini!

Wamendagri Bima Tekankan Pentingnya Sinergi dan Perencanaan Matang untuk Pembangunan Sumbar

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pembangunan di Sumatera Barat. Penekanan tersebut disampaikan dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan daerah agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurut Bima, pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, dengan dukungan kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Sinergi ini dinilai krusial agar setiap program yang dirancang dapat menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal.

Perencanaan Berbasis Data dan Kebutuhan Daerah

Dalam berbagai kesempatan, Wamendagri Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus berbasis data yang akurat dan kondisi faktual di lapangan. Perencanaan yang hanya bersifat formalitas administratif berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara program yang dijalankan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk memperkuat sistem pendataan, termasuk memanfaatkan data terpadu yang dimiliki kementerian dan lembaga.

Pendekatan berbasis data ini juga berkaitan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta mempercepat pemerataan infrastruktur. Sumatera Barat, dengan karakteristik geografis yang sebagian wilayahnya berada di daerah pesisir dan pegunungan, membutuhkan perhatian khusus dalam hal konektivitas dan akses layanan dasar.

Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah

Bima juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah. Kemampuan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan program pembangunan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur, baik melalui pelatihan, pendampingan, maupun fasilitasi dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan.

Selain itu, aspek tata kelola keuangan daerah menjadi perhatian serius. Pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel diperlukan agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Wamendagri mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tugas aparat pengawas internal, tetapi juga membutuhkan partisipasi publik agar tercipta pemerintahan yang bersih dan dipercaya.

Koordinasi Lintas Sektor dan Dukungan Pusat

Dalam konteks pembangunan Sumatera Barat, koordinasi lintas sektor mencakup berbagai bidang, seperti infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata, serta penanggulangan bencana. Wilayah Sumatera Barat dikenal rawan terhadap gempa bumi dan tsunami, sehingga aspek mitigasi bencana perlu terintegrasi dalam setiap perencanaan pembangunan.

Bima menilai bahwa pemerintah pusat memiliki komitmen untuk mendukung daerah, termasuk melalui alokasi anggaran transfer ke daerah, program strategis nasional, serta bantuan teknis. Namun, dukungan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan daerah dalam menyusun proposal, menyiapkan lahan, dan memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan

Pembangunan di Sumatera Barat tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Wamendagri mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, mempermudah perizinan, serta memperkuat akses pasar bagi produk lokal.

Selain itu, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian daerah. Dengan kekayaan budaya, kuliner, dan keindahan alam, Sumatera Barat memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pengembangan destinasi wisata perlu dibarengi dengan perbaikan infrastruktur, promosi yang efektif, dan pelibatan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Harapan dan Tindak Lanjut

Melalui penekanan pada sinergi, perencanaan berbasis data, penguatan kapasitas aparatur, serta tata kelola keuangan yang baik, diharapkan pembangunan di Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diminta segera menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyusun langkah konkret, termasuk menetapkan prioritas program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Dalam Negeri akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan ketentuan dan target yang telah ditetapkan. Dengan kerja sama yang solid antara pusat dan daerah, berbagai tantangan pembangunan di Sumatera Barat diyakini dapat diatasi secara bertahap dan terukur.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter