30, 2026
Nasional

Dua Laga Kandang Bhayangkara FC Dijejali Penonton, Bukti The Guardians Telah Menyatu dengan Warga Lampung

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dua laga kandang Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 musim ini tercatat selalu dipadati penonton. Tingginya jumlah kehadiran suporter di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, menjadi indikasi bahwa basis pendukung yang menamakan diri The Guardians telah menyatu dengan warga Lampung.

Antusiasme Penonton di Dua Laga Kandang

Bhayangkara FC menjalani dua pertandingan kandang beruntun pada putaran kedua kompetisi. Laga pertama digelar melawan Persik Kediri, sementara partai kedua mempertemukan tim berjuluk The Guardians dengan PSIS Semarang. Pada kedua kesempatan tersebut, tribun Stadion Sumpah Pemuda terlihat terisi jauh lebih banyak dibandingkan periode awal musim.

Data dari panitia penyelenggara menunjukkan jumlah penonton yang hadir pada dua partai itu menempati peringkat tertinggi bagi Bhayangkara FC sepanjang musim 2023/2024. Lonjakan ini tidak terlepas dari perpindahan markas klub ke Lampung serta upaya pendekatan yang dilakukan manajemen kepada komunitas sepak bola lokal.

Pengamat sepak bola Lampung, Hendra Wijaya, menilai fenomena tersebut sebagai hasil dari proses adaptasi yang berjalan konsisten. "Awalnya wajar kalau masyarakat masih ragu. Tapi setelah beberapa bulan, mereka melihat keseriusan klub. Nama Bhayangkara FC sekarang sudah lekat dengan Lampung," ujarnya saat dihubungi di Bandar Lampung.

Sejarah Singkat dan Perpindahan Markas

Bhayangkara FC didirikan pada 2016 dan sebelumnya berbasis di Jakarta. Klub yang berafiliasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia ini sempat bermarkas di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebelum akhirnya memindahkan kandangnya ke Provinsi Lampung.

Keputusan tersebut diambil setelah manajemen menilai potensi pasar dan basis massa di Lampung cukup besar. Provinsi itu dikenal memiliki tradisi sepak bola kuat, dengan sejumlah klub lokal dan komunitas suporter yang aktif menyelenggarakan turnamen antarkampung maupun antarsekolah.

Sejak menetap di Bandar Lampung, manajemen Bhayangkara FC menjalankan sejumlah program sosial, mulai dari coaching clinic untuk anak usia dini, bakti sosial, hingga kegiatan bersama komunitas suporter. Langkah itu dinilai efektif membangun kedekatan emosional dengan warga setempat.

The Guardians dan Identitas Baru

The Guardians merupakan kelompok suporter resmi Bhayangkara FC yang dibentuk untuk mendukung tim di setiap pertandingan. Kelompok ini memiliki sejumlah koordinator wilayah di Lampung dan aktif menggelar kegiatan nonton bareng saat tim bermain di kandang lawan.

Pada dua laga kandang terakhir, The Guardians mengorganisasi dukungan dengan atribut khas berupa bendera besar, spanduk, serta koreografi sederhana di tribun utara. Selain itu, mereka juga membuka posko penerimaan anggota baru di sekitar stadion.

"Kami ingin stadion ini jadi rumah bagi semua orang, bukan hanya untuk suporter fanatik. Warga biasa yang ingin menonton bola juga kami rangkul," kata Ketua The Guardians, Andika Pratama.

Menurutnya, jumlah anggota komunitas terus bertambah setiap pekan. Pendaftaran dibuka secara terbuka tanpa biaya, dengan syarat utama kesediaan menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Dampak terhadap Klub dan Daerah

Kehadiran penonton dalam jumlah besar tidak hanya berdampak pada atmosfer pertandingan, tetapi juga perputaran ekonomi di sekitar stadion. Pedagang kaki lima, penyedia jasa parkir, hingga penginapan kecil di kawasan Bandar Lampung merasakan lonjakan pendapatan setiap kali Bhayangkara FC bermain di kandang.

Pemerintah Provinsi Lampung menyambut positif kehadiran klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola nasional tersebut. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga setempat menilai keberadaan Bhayangkara FC memberi dampak pada peningkatan partisipasi olahraga masyarakat, terutama di kalangan anak muda.

Sementara itu, dari sisi prestasi, Bhayangkara FC masih berupaya memperbaiki posisi di klasemen. Dukungan penonton yang konsisten diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih baik pada laga-laga berikutnya.

Tantangan Mempertahankan Basis Massa

Meski antusiasme warga tinggi, sejumlah tantangan tetap membayangi. Salah satunya adalah konsistensi performa tim. Jika hasil pertandingan memburuk, kehadiran penonton dikhawatirkan menurun.

Selain itu, persaingan dengan klub-klub lokal maupun tim nasional yang kerap menggelar laga di Lampung menjadi ujian tersendiri. Manajemen dituntut terus menghadirkan program yang melibatkan warga agar hubungan yang telah terbangun tidak sekadar bertumpu pada hasil pertandingan.

Pengamat menilai keberhasilan Bhayangkara FC menyatu dengan warga Lampung dapat menjadi contoh bagi klub lain yang tengah mencari basis pendukung baru di luar daerah asalnya. Kuncinya, kata mereka, adalah kesinambungan komunikasi dan kontribusi nyata terhadap masyarakat setempat.

Dengan dua laga kandang yang selalu dipadati penonton, The Guardians dan warga Lampung tampaknya telah menemukan titik temu. Bhayangkara FC bukan lagi sekadar tim tamu yang datang dari luar daerah, melainkan bagian dari identitas sepak bola di Provinsi Lampung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter