30, 2026
Teknologi

Dua Pria Ditangkap Bawa 5,2 Kg Sabu Senilai Rp 5,24 M

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Dua Pria Ditangkap dalam Penangkapan Besar, Bawa 5,2 Kg Sabu Senilai Rp 5,24 Miliar

Dalam sebuah operasi penangkapan yang mengejutkan, polisi berhasil mengamankan dua pria yang diduga menjadi kurir narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan ini menjadi sorotan karena jumlah sabu yang diamankan mencapai 5,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp 5,24 miliar. Operasi yang dilakukan oleh Satuan Narkoba Polri ini menunjukkan upaya keras pihak berwajib dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Indonesia.

Penangkapan Terjadi Secara Tiba-tiba

Penangkapan terjadi pada Rabu (15/3) dini hari di sebuah lokasi strategis di Jakarta Selatan. Menurut Kepala Satuan Narkoba Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Yani, timnya telah melakukan pengintaian selama sebulan terakhir sebelum akhirnya melakukan penangkapan. "Kami sudah mengamati gerak-gerik mereka selama sebulan. Tim kami berhasil mengidentifikasi pola pergerakan dan tempat pertemuan mereka," ujar Yani dalam konferensi pers yang digelar pada siang harinya.

Dalam operasi yang berlangsung singkat namun intensif, kedua tersangka berhasil diamankan dalam keadaan tega. Polisi juga menyita barang bukti utama berupa 5,2 kg sabu-sabu yang sudah dipotong-potong siap diedarkan. Selain itu, polisi menyita uang tunai senilai Rp 500 juta yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika sebelumnya, serta dua buah mobil dan satu sepeda motor yang digunakan dalam kegiatan ilegal tersebut.

Identitas Tersangka dan Modus Operandi

Kedua tersangka yang berhasil diamankan ini adalah berinisial AR (35) dan ZR (42). AR diketahui sebagai kurir utama yang bertugas mengantarkan narkotika dari kota asal ke Jakarta, sedangkan ZR bertugas sebagai penyedia jaringan distribusi di ibu kota. Keduanya memiliki riwayat kriminalitas terkait narkotika sebelumnya.

Menurut hasil penyelidikan, modus operandi yang digunakan kedua tersangka cukup terorganisir. Mereka menggunakan metode pengiriman barang dengan menyembunyikan narkotika dalam kompartemen tersembunyi pada kendaraan yang mereka gunakan. Sabu-sabu tersebut kemudian diedarkan melalui jaringan distributor ke berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Nilai dan Dampak Penangkapan

Dengan jumlah 5,2 kg sabu-sabu yang berhasil diamankan, operasi ini menjadi salah satu penangkapan terbesar yang berhasil dilakukan oleh Satuan Narkoba Polri dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Jika seluruh barang bukti tersebut berhasil diedarkan, diperkirakan akan mengakibatkan lebih dari 100.000 pengguna narkotika baru di Indonesia.

"Nilai pasar dari barang bukti ini mencapai Rp 5,24 miliar. Jika dihitung lebih jauh, dampak sosial yang akan ditimbulkan sangat besar," tambah Yani. Ia menambahkan bahwa penangkapan ini bukan hanya menghentikan kegiatan kriminal di level distribusi, tetapi juga menggagalkan rencana pengembangan jaringan narkotika yang lebih luas.

Reaksi Pihak Terkait dan Tindakan Lanjutan

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Arief Sulistyanto, memberikan apresiasi atas hasil kerja sama antar satuan dalam penangkapan ini. "Penangkapan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas narkotika. Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam peredaran gelap ini," ujar Arief.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan bahwa penangkapan ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam menangani masalah narkotika. "Kita tidak akan gentar dalam melawan peredaran narkotika yang merusak generasi bangsa ini," tegasnya.

Kedua tersangka kini telah ditahan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di belakar penangkapan ini. "Kami yakin masih ada aktor utama yang belum kita tangkap. Penyelidikan masih berlangsung," pungkas Yani.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter