Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa ikhtiar pemerintah di sektor pangan selama dua tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Menurutnya, kerja kolektif lintas kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Pangan telah menghadirkan perubahan yang terukur, mulai dari penguatan produksi dalam negeri, perbaikan tata kelola distribusi, hingga upaya menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
"Alhamdulillah, dua tahun ini ikhtiar kita bersama mulai menunjukkan hasil. Ini bukan kerja satu kementerian, tapi kerja semua pihak," kata Zulkifli Hasan dalam keterangannya di Jakarta, saat memaparkan capaian sektor pangan pada dua tahun pemerintahan.
Zulkifli menuturkan, sektor pangan ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Kondisi itu, lanjutnya, menjadi dasar bagi pemerintah untuk menempuh jalur swasembada, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat cadangan pangan nasional.
Penguatan Produksi Dalam Negeri
Menurut Menko Pangan, pemerintah menempuh sejumlah langkah untuk menaikkan produksi, antara lain melalui perluasan areal tanam, rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan pompa air, penyediaan benih, serta penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tertata. Langkah tersebut diarahkan agar petani dapat menanam lebih cepat dan meningkatkan indeks pertanaman dalam satu tahun.
Ia menyebut, program perluasan areal tanam dan optimalisasi lahan menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Pemerintah, katanya, berupaya memastikan lahan yang selama ini belum tergarap optimal dapat dimanfaatkan, termasuk melalui dukungan infrastruktur air di daerah yang selama ini bergantung pada tadah hujan.
"Kuncinya ada di air, benih, pupuk, dan pendampingan. Kalau empat itu tersedia tepat waktu, produksi bisa naik," ujarnya.
Pendampingan dan Kelembagaan Petani
Selain intervensi teknis, Zulkifli menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani dan penyuluh. Menurutnya, pendampingan di lapangan menjadi penentu apakah berbagai program dapat berjalan sesuai rencana. Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong penguatan koperasi desa agar berperan dalam rantai pasok, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga penyerapan hasil panen.
Ia menyatakan, keberadaan kelembagaan ekonomi di tingkat desa diharapkan mempersingkat rantai distribusi sehingga harga yang diterima petani lebih baik sekaligus harga yang dibayar konsumen lebih terjangkau.
Stabilisasi Harga dan Cadangan Pangan
Pada sisi lain, Menko Pangan mengakui bahwa menjaga stabilitas harga tidak selalu mudah. Fluktuasi musim, gangguan cuaca, dan dinamika permintaan menjelang hari besar keagamaan menjadi faktor yang harus diantisipasi. Karena itu, pemerintah mengandalkan penguatan cadangan pangan serta operasi pasar untuk meredam gejolak.
Ia menjelaskan, Badan Urusan Logistik bersama sejumlah lembaga terus memantau harga komoditas pokok di pasar tradisional dan modern. Ketika terjadi lonjakan yang tidak wajar, lanjutnya, pemerintah melakukan intervensi melalui penyaluran cadangan beras pemerintah dan komoditas lainnya agar pasokan kembali seimbang.
"Kalau ada gejolak, kami respons cepat. Cadangan pangan itu fungsinya untuk meredam, bukan untuk mencari untung," kata Zulkifli.
Sinergi Lintas Sektor
Zulkifli menegaskan, persoalan pangan bersifat lintas sektor sehingga tidak bisa diselesaikan secara terpisah. Kemenko Pangan, ujarnya, berperan menyinkronkan kebijakan antar kementerian dan lembaga, termasuk dalam hal anggaran, data produksi, dan perizinan.
Ia juga menyoroti pentingnya data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Menurutnya, perbaikan tata kelola data produksi dan harga menjadi pekerjaan rumah yang terus dibenahi agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski mengklaim sejumlah capaian, Menko Pangan tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih ada. Ia menyebut perubahan iklim, alih fungsi lahan, keterbatasan infrastruktur di sejumlah daerah, serta regenerasi petani sebagai persoalan yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
"Kami tidak mengatakan semuanya sudah selesai. Masih banyak pekerjaan. Tapi arahnya sudah jelas, dan hasilnya mulai terlihat," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan program agar tidak sekadar berjalan di atas kertas. Evaluasi, katanya, dilakukan dengan melihat dampak nyata di tingkat petani, termasuk terhadap pendapatan dan akses pasar.
Arah Kebijakan ke Depan
Ke depan, Zulkifli menyatakan pemerintah akan memprioritaskan penguatan produksi berkelanjutan, diversifikasi pangan, dan pengurangan pemborosan pangan. Diversifikasi, menurutnya, penting agar ketergantungan pada satu atau dua komoditas tidak menjadi titik lemah.
Ia juga menekankan perlindungan terhadap lahan pertanian berkelanjutan sebagai prasyarat utama. Tanpa lahan yang terjaga, ujarnya, upaya peningkatan produksi akan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
"Dua tahun ini jadi modal. Ke depan kami ingin hasilnya lebih merata, tidak hanya di daerah tertentu, tapi di seluruh wilayah," kata Menko Pangan.
Zulkifli menutup dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan petani, untuk menjaga momentum. Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui kerja bersama yang konsisten dan terukur.
Komentar (0)