Komposisi Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan sejumlah figur yang tumbuh dari lingkungan pesantren pada posisi strategis. Dalam diskursus publik, setidaknya empat nama menteri kerap dikaitkan dengan latar belakang pendidikan pesantren, baik karena pernah menimba ilmu di pondok, berasal dari keluarga kiai, maupun karena lama berkiprah di organisasi keagamaan yang berbasis di pesantren.
Keempat nama itu adalah Saifullah Yusuf (Menteri Sosial), Abdul Mu'ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah), Yandri Susanto (Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal), serta Nasaruddin Umar (Menteri Agama). Latar belakang mereka beragam, tetapi semuanya memiliki keterkaitan dengan tradisi pendidikan Islam yang berkembang di pondok pesantren dan organisasi massa keagamaan.
Jejak Pesantren dalam Birokrasi Kabinet
Kabinet Merah Putih terdiri atas 48 kementerian dengan jumlah pejabat, termasuk wakil menteri, yang jauh lebih besar dibandingkan kabinet periode sebelumnya. Di antara ratusan pejabat tersebut, menteri yang memiliki akar pesantren menempati posisi yang bersinggungan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat, mulai dari urusan sosial, pendidikan, pembangunan desa, hingga urusan keagamaan.
Pengamat menilai penempatan figur berlatar pesantren pada kementerian-kementerian itu bukan hal baru dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Sejak era reformasi, kursi Menteri Agama hampir selalu diisi kalangan yang dekat dengan organisasi keagamaan. Yang berbeda pada kabinet kali ini adalah penekanan simbolik bahwa santri tidak lagi hanya menjadi objek kebijakan, tetapi ikut merumuskan kebijakan.
Saifullah Yusuf dan Warisan Keluarga NU
Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 1964. Ia merupakan cucu KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Latar belakang itu membuatnya tumbuh dalam tradisi pesantren sejak kecil. Sebelum masuk ke dunia pemerintahan, ia dikenal sebagai aktivis organisasi kepemudaan Islam.
Perjalanan kariernya cukup panjang. Ia pernah menjabat Wali Kota Pasuruan, kemudian dua periode mendampingi Soekarwo sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, sebelum akhirnya memimpin Provinsi Jawa Timur pada 2019 hingga 2024. Setelah itu ia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan kini mengemban amanah sebagai Menteri Sosial.
Abdul Mu'ti dan Tradisi Muhammadiyah
Abdul Mu'ti dikenal sebagai intelektual Muhammadiyah yang lama berkecimpung di dunia pendidikan. Ia pernah menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan merupakan guru besar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebelum dilantik sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, ia aktif menulis dan menyuarakan gagasan tentang pembaruan pendidikan Islam.
Kiprahnya di dunia pendidikan membuat posisinya sebagai menteri yang menangani pendidikan dasar dan menengah menjadi sorotan. Publik menantikan bagaimana ia menerjemahkan pengalaman organisasinya ke dalam kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan siswa, guru, dan satuan pendidikan di daerah.
Yandri Susanto dan Konstituen Pedesaan
Yandri Susanto berasal dari Banten dan lama berkiprah di organisasi keagamaan serta partai politik. Ia pernah menduduki posisi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Latar belakang pesantrennya membuatnya kerap menyuarakan kepentingan lembaga pendidikan keagamaan di daerah pemilihannya.
Sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, ia berhadapan dengan persoalan yang sangat dekat dengan banyak pesantren, yakni pembangunan infrast
Komentar (0)