21, 2026
Nasional

Erik ten Hag Sebut 4 Pemain Incarannya yang Gagal Diboyong ke Manchester United:

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Erik ten Hag mengungkapkan empat pemain yang pernah menjadi incaran utamanya namun gagal diboyong ke Manchester United. Pengakuan itu muncul dalam sebuah wawancara ketika ia masih menangani klub berjuluk Setan Merah tersebut, dan memberikan gambaran tentang sejumlah target transfer yang tidak pernah terwujud selama masa kepemimpinannya di Old Trafford.

Ten Hag, yang kini tidak lagi menangani Manchester United, menyebut sejumlah nama yang menurutnya sempat berada di daftar prioritas. Kegagalan mendatangkan mereka disebutnya turut memengaruhi arah pembangunan skuad, terutama pada dua jendela transfer pertamanya. Berikut empat nama yang dimaksud.

Frenkie de Jong

Gelandang Barcelona itu menjadi target paling gigih diperjuangkan Ten Hag pada musim panas 2022. Keduanya pernah bekerja sama di Ajax Amsterdam, dan Ten Hag menilai De Jong sebagai sosok kunci untuk membangun pola permainan dari lini tengah. Negosiasi dengan Barcelona berlangsung alot sepanjang bursa transfer, tetapi sang pemain bertahan di Camp Nou hingga kini.

Kegagalan itu memaksa Manchester United beralih ke opsi lain. Casemiro akhirnya didatangkan dari Real Madrid pada akhir Agustus 2022 dengan biaya besar, sementara posisi gelandang bertahan terus menjadi persoalan yang belum tuntas hingga akhir masa jabatan Ten Hag.

Jurrien Timber

Bek serba bisa asal Belanda tersebut juga masuk daftar incaran Ten Hag. Timber merupakan salah satu pemain andalan Ajax ketika Ten Hag membawa klub itu menjuarai Eredivisie dan melaju jauh di Liga Champions. Fleksibilitasnya di posisi bek tengah dan bek kanan dinilai cocok dengan kebutuhan skuad.

Namun transfer itu tidak pernah terealisasi. Timber bertahan di Ajax lebih lama sebelum akhirnya bergabung dengan Arsenal pada 2023. Manchester United sendiri sempat mendatangkan Lisandro Martinez dari Ajax pada musim panas 2022, tetapi kebutuhan akan bek tambahan tetap terasa pada musim-musim berikutnya.

Cody Gakpo

Nama Cody Gakpo disebut Ten Hag sebagai salah satu penyerang sayap yang ia inginkan. Pemain asal Belanda itu tampil impresif bersama PSV Eindhoven dan sempat dikaitkan erat dengan Manchester United pada bursa transfer 2022.

Alih-alih ke Old Trafford, Gakpo memilih bergabung dengan Liverpool pada Januari 2023. Keputusan itu menjadi salah satu momen yang disesalkan dalam perencanaan transfer, mengingat lini depan Manchester United saat itu masih bergantung pada sejumlah pemain yang performanya naik turun.

Harry Kane

Pada musim panas 2023, Ten Hag menjadikan Harry Kane sebagai prioritas utama untuk posisi penyerang tengah. Kapten timnas Inggris itu dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menyelesaikan masalah ketajaman tim. Namun harga yang ditetapkan Tottenham Hotspur dinilai terlalu tinggi, dan negosiasi tidak berjalan sesuai harapan.

Kane akhirnya bergabung dengan Bayern Munich pada Agustus 2023. Manchester United kemudian mendatangkan Rasmus Hojlund dari Atalanta sebagai alternatif, sebuah keputusan yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan karena produktivitas lini depan belum sepenuhnya stabil.

Dampak pada Proyek Skuad

Keempat nama tersebut menggambarkan pola yang berulang selama masa kepemimpinan Ten Hag. Manchester United menghabiskan dana besar dalam dua tahun terakhir, tetapi sejumlah target utama justru memilih klub lain atau bertahan di tempatnya. Hal ini membuat rencana pembangunan tim berjalan tidak merata antar lini.

Ten Hag secara terbuka menyebut bahwa tidak semua target yang ia ajukan berhasil dieksekusi. Ia juga menyinggung pentingnya kecepatan pengambilan keputusan dalam bursa transfer, terutama ketika klub pesaing sudah bergerak lebih awal untuk mengamankan pemain incaran.

Meski demikian, masa jabatan Ten Hag tetap meninggalkan sejumlah capaian. Ia membawa Manchester United menjuarai Piala Liga pada 2023 dan Piala FA pada 2024. Namun inkonsistensi performa di Liga Primer, ditambah hasil buruk pada awal musim 2024/2025, berujung pada berakhirnya kerja sama keduanya pada akhir Oktober 2024.

Konteks Rekrutmen Klub

Kegagalan memboyong empat pemain tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan Ten Hag. Struktur rekrutmen Manchester United mengalami perubahan besar setelah masuknya kelompok INEOS pada awal 2024, yang mengambil alih kendali atas operasi sepak bola dari keluarga Glazer.

Perubahan itu membawa konsekuensi pada cara klub menentukan target, termasuk keterlibatan direktur olahraga dan tim analisis data. Sejumlah pengamat menilai peralihan kewenangan tersebut membuat sebagian permintaan pelatih tidak lagi menjadi prioritas tunggal dalam pengambilan keputusan transfer.

Bagi Ten Hag, keempat nama itu tetap menjadi catatan tersendiri. Dalam pandangannya, keberadaan mereka akan memberi fondasi permainan yang lebih sesuai dengan gagasan taktis yang ia kembangkan sejak tiba di Manchester pada 2022. Kenyataan bahwa tidak satu pun dari mereka berseragam merah hingga kini menjadi cerminan rumitnya persaingan di bursa transfer Eropa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter