30, 2026
Nasional

Erupsi Anak Krakatau, Bandara Halim, Soetta dan Radin Inten II Ditutup Sementara

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/04/30/69f2784010f50-ilustrasi-bandara_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Erupsi Anak Krakatau Tutup Sementara Bandara Halim, Soetta dan Radin Inten II

Letusan Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu (21/1) pagi menyebabkan penutupan sementara tiga bandara utama di Indonesia. Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan Bandara Radin Inten II Lampung ditutup sementara akibat abu vulkanis yang menutupi wilayah udara sekitar.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan bahwa erupsi Anak Krakatau terjadi pukul 09.18 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak gunung. "Erupsi tersebut bersifat eksplosif dengan durasi 46 detik dan amplitudo maksimum 24 mm," ujar Muhari dalam keterangannya.

Dampak Penutupan Bandara

Penutupan bandara ini langsung memberikan dampak pada operasi penerbangan domestik dan internasional. Menurut data dari PT Angkasa Pura II, sebanyak 78 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak penundaan atau pembatalan. Sementara itu, di Bandara Halim Perdanakusuma, 12 penerbangan mengalami gangguan serupa.

Maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air telah mengumumkan penyesuaian jadwal penerbangan. Penumpang diminta untuk memeriksa status penerbangan mereka melalui aplikasi atau website maskapai masing-masing sebelum ke bandara.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan petugas di lapangan untuk memantau situasi. Keamanan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama," kata Kepala Divisi Humas PT Angkasa Pura II, Yohannes Sirait.

Respons Pihak Berwenang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memantau perkembangan situasi erupsi Anak Krakatau. BMKG mencatat bahwa arah angin saat ini membawa arus abu vulkanis menuju wilayah barat daya, termasuk wilayah udara sekitar Jakarta dan Lampung.

"Kami terus memantau pergerakan awan abu. Jika kondisi memungkinkan, bandara akan segera dibuka kembali," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Anak Krakatau, Hendra Gunawan.

Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengimbau warga di sekitar wilayah Anak Krakatau untuk tetap waspada. Warga diminta untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari area yang berdekatan dengan pantai akibat potensi tsunami kecil yang mungkin disebabkan oleh aktivitas gunung.

Status Gempa Bumi Vulkanik

Menurut PVMBG, aktivitas gempa vulkanik di Anak Krakatau terus meningkat sejak beberapa hari terakhir. Selain gempa vulkanik, juga tercatat gempa tectonic yang berpotensi mengakibatkan longsor di bagian lerak gunung.

"Kami mengimbau masyarakat di sekitar Selat Sunda untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak gunung. Potensi bahaya terdiri dari hujan abu, guguran material, dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhnya bagian gunung ke laut," tambah Hendra Gunawan.

Pengalaman Serupa di Masa Lalu

Penutupan bandara akibat erupsi gunung berapi bukanlah hal baru di Indonesia. Pada tahun 2018, erupsi Gunung Agung di Bali menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Ngurah Rai selama beberapa hari. Demikian pula, erupsi Sinabung di Sumatera Utara pada tahun 2014 juga sempat mengganggu operasi penerbangan di wilayah tersebut.

Indonesia sebagai negara dengan banyak gunung beraktif selalu waspada terhadap potensi bahaya alam ini. Pemerintah terus meningkatkan sistem peringatan dini dan koordinasi antar-lembaga untuk mengurangi dampak bencana alam terhadap aktivitas masyarakat.

Saat ini, tim SAR dari Basarnas dan TNI/Polri telah diterjunkan untuk memantau situasi di sekitar Anak Krakatau. Informasi terkait perkembangan erupsi dan dampaknya akan terus diperbarui oleh pihak berwenang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter