Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026: Abu Vulkanik Menyebar ke 5 Provinsi hingga Ganggu Penerbangan
Gunung Anak Krakatau kembali memunculkan kekuatan alamnya dengan erupsi yang terjadi pada Rabu (6/9/2026). Letusan gunung berapi yang tercatat sebagai Level III (Waspada) ini mengakibatkan abu vulkanik menyebar hingga lima provinsi di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas vulkanik ini berdampak signifikan terhadap penerbangan di sekitar wilayah tersebut.
Erupsi terdeteksi pada pukul 14.15 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrar Prihadi mengatakan, letusan ini merupakan aktivitas vulkanik yang terus termonitor sejak beberapa pekan terakhir.
Penyebaran Abu Vulkanik
Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga ke lima provinsi, yaitu Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. BMKG melaporkan arah angin saat ini membawa partikel abu ke arah barat laut dengan kecepatan antara 10-15 knot.
"Kami telah mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat yang tinggal di sekitar radius 3 kilometer dari puncak gunung untuk waspada terhadap hujan abu. Masker kesehatan sangat dianjurkan saat keluar ruangan," ujar Kepala BMKG Dody Raryono dalam konferensi pers virtual.
Sejumlah bandara di wilayah tersebut, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II, telah memberlakukan pembatasan operasional. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air telah mengubah rute beberapa penerbangan untuk menghindari area berbahaya akibat penyebaran abu.
Dampak pada Penerbangan
Departemen Perhubungan mencatat setidaknya 25 penerbangan domestik dan internasional terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Para penumpang diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan melalui aplikasi atau website maskapai sebelum berangkat.
"Kami telah mengaktifkan pusat koordinasi darurat di bandara-bandara terdampak. Tim kami bekerja sama dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik secara real-time," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto.
Para pilot juga telah diberikan informasi mengenai area larangan terbang (no-fly zone) sejauh 10 kilimeter dari puncak gunung. Petugas di Menara Pengendali Lalu Lintas Udara (ATC) di sekitar wilayah Selat Sunda diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Status Darurat Sementara
Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pandeglang telah menetapkan status darurat sementara selama 14 hari ke depan. Puluhan warga di sekitar kawasan pesisir telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang aman.
Riwayah Erupsi Krakatau
Gunung Anak Krakatau, yang lahir dari letusan dahsyat Krakatau pada 1883, memiliki riwayah aktivitas yang cukup tinggi. Erupsi terbesar terjadi pada Desember 2018 yang mengakibatkan tsunami dan menewaskan ratusan orang.
Para ahli vulkanologi menyatakan bahwa aktivitas terkini menunjukkan pola yang mirip dengan kondisi sebelum erupsi pada 2018. Namun, mereka belum bisa memprediksi besarnya potensi erupsi yang akan datang.
Masyarakat diimbag untuk tetap tenang namun tetap waspada. Informasi resmi dapat diakses melalui website resmi PVMBG, BMKG, dan akun media sosial pemerintah daerah setempat.
Komentar (0)