21, 2026
Teknologi

Foto Aksi Greenpeace Ramai Muncul di Review Google Maps Bundaran HI

Foto aksi Greenpeace di Bundaran HI ramai muncul di Google Maps. Warganet mengunggah momen spanduk kuning raksasa hingga evakuasi aktivis.]]>

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Foto Aksi Greenpeace Ramai Muncul di Review Google Maps Bundaran HI

Foto-foto yang memperlihatkan aksi organisasi lingkungan Greenpeace ramai muncul di kolom ulasan atau review lokasi Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada layanan Google Maps. Berdasarkan pantauan pada laman lokasi tersebut, sejumlah unggahan pengguna menampilkan gambar spanduk, poster, serta sejumlah orang yang mengenakan atribut khas Greenpeace, berdampingan dengan ulasan yang biasanya berisi foto suasana kawasan dan aktivitas warga di sekitar bundaran.

Fenomena itu membuat halaman Google Maps Bundaran HI—yang lazim dipakai wisatawan dan warga untuk mencari informasi soal akses, jam kunjungan, hingga foto panorama—ikut menampilkan konten bertema kampanye lingkungan. Sebagian unggahan tampak berupa foto dokumentasi aksi damai, sebagian lain berupa tangkapan layar poster digital dan ajakan menjaga kualitas udara. Kolom ulasan itu sendiri merupakan fitur terbuka yang memungkinkan pengguna menambahkan penilaian bintang, teks, dan foto.

Ruang publik digital yang terbuka

Google Maps merupakan layanan peta digital yang menempatkan konten pengguna sebagai salah satu daya tarik utama. Setiap lokasi yang terdaftar memiliki halaman yang memuat ulasan, foto, serta informasi lain yang dihimpun dari kontributor, termasuk mereka yang tergabung dalam program Local Guides. Karena sifatnya terbuka, halaman lokasi kerap dipakai untuk beragam keperluan, mulai dari berbagi pengalaman berkunjung hingga menyampaikan pesan tertentu kepada publik yang lebih luas.

Dalam kasus Bundaran HI, halaman lokasi tersebut tergolong populer. Kawasan itu menjadi salah satu ikon Jakarta yang kerap dikunjungi warga untuk berolahraga, berkumpul, maupun menikmati suasana malam. Tingginya lalu lintas kunjungan ke halaman Google Maps membuat setiap unggahan baru berpotensi cepat terlihat oleh pengguna lain.

Moderasi dan aturan konten

Google memiliki sejumlah ketentuan mengenai konten yang diunggah ke Maps. Perusahaan menyatakan bahwa ulasan dan foto dapat dihapus apabila dinilai melanggar kebijakan, misalnya mengandung ujaran kebencian, informasi menyesatkan, spam, atau konten yang tidak relevan dengan lokasi. Pengguna juga diberi ruang untuk melaporkan ulasan yang dianggap tidak sesuai. Meski demikian, proses moderasi umumnya berjalan secara otomatis dan melalui pelaporan pengguna, sehingga tidak seluruh unggahan diperiksa sebelum tayang.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Google maupun dari Greenpeace Indonesia mengenai kemunculan foto-foto tersebut. Tidak diketahui pula apakah unggahan dilakukan secara terkoordinasi oleh simpatisan, oleh relawan, atau oleh pengguna biasa yang ingin mendokumentasikan aksi. Sejumlah ulasan yang menyertai foto hanya berisi kalimat singkat berisi ajakan menjaga lingkungan, tanpa penjelasan rinci mengenai waktu dan bentuk kegiatan.

Kampanye lingkungan di ruang digital

Greenpeace merupakan organisasi nonpemerintah internasional yang bergerak di isu lingkungan, antara lain perubahan iklim, polusi udara, kehutanan, dan energi. Di Indonesia, organisasi ini tercatat beberapa kali menggelar aksi di kawasan pusat kota Jakarta, termasuk di sekitar Bundaran HI, dengan tema yang beragam seperti kualitas udara, transisi energi, dan perlindungan ekosistem.

Pemanfaatan platform digital bukan hal baru dalam strategi kampanye organisasi masyarakat sipil. Selain media sosial dan situs resmi, layanan berbasis lokasi seperti Google Maps menawarkan jangkauan berbeda: pengguna yang mencari informasi tentang suatu tempat bisa langsung bersinggungan dengan pesan kampanye. Pola serupa pernah muncul di sejumlah negara, ketika halaman lokasi tertentu dibanjiri ulasan bernuansa politik atau sosial.

Dampak bagi pengguna

Bagi sebagian pengguna, kemunculan foto aksi di kolom ulasan dapat mengganggu karena informasi yang dicari tidak lagi sepenuhnya berkaitan dengan pengalaman berkunjung. Namun, sebagian lain menilai halaman lokasi merupakan bagian dari ruang publik digital yang wajar digunakan untuk menyuarakan pendapat, sepanjang tidak melanggar aturan dan tidak merugikan pihak lain.

Pengamat media digital sering mengingatkan bahwa konten di platform besar memiliki daya jangkau tinggi sekaligus rentan disalahgunakan. Karena itu, literasi digital—termasuk kemampuan memilah informasi dan memahami konteks sebuah unggahan—menjadi penting bagi pengguna. Pengguna juga dianjurkan memverifikasi informasi dari sumber resmi sebelum menyimpulkan sesuatu dari unggahan di kolom ulasan.

Kawasan ikonik dan perhatian publik

Bundaran HI secara historis menjadi lokasi favorit untuk menyampaikan aspirasi. Kawasan ini sering menjadi titik berkumpul, titik mulai kegiatan massal, hingga lokasi aksi simbolis. Letaknya yang strategis dan mudah diakses menjadikan bundaran ini kerap diliput media, sehingga pesan yang disampaikan di sana berpeluang mendapat perhatian lebih besar.

Perpindahan sebagian gaung aksi ke platform digital menunjukkan perubahan pola penyebaran pesan. Dokumentasi aksi tidak lagi hanya bergerak melalui kanal berita dan media sosial, tetapi juga menempel pada halaman lokasi yang sehari-hari diakses publik untuk keperluan praktis. Kondisi itu memperluas kemungkinan sebuah pesan ditemukan oleh audiens yang tidak secara khusus mengikuti isu lingkungan.

Hingga kini, foto-foto bertema Greenpeace masih terlihat di halaman Google Maps Bundaran HI, bercampur dengan unggahan lain. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses moderasi platform serta respons organisasi terkait. Yang jelas, peristiwa ini menambah catatan bahwa peta digital telah berkembang dari sekadar alat navigasi menjadi salah satu kanal komunikasi publik yang diperhitungkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter