23, 2026
Nasional

GBLA Belum Rampung, Persib Kembali Gunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk 2 Laga BRI Super League

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Persib Bandung memastikan akan kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai venue kandang untuk dua pertandingan BRI Super League. Keputusan itu diambil karena Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Kota Bandung, belum sepenuhnya rampung dan belum memenuhi sejumlah persyaratan untuk menggelar laga resmi.

Dengan demikian, dua laga kandang Persib dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional tersebut tidak akan digelar di markas utama yang selama ini menjadi identitas klub. Si Jalak Harupat menjadi pilihan paling realistis karena telah lama menjadi stadion alternatif Persib, termasuk pada musim-musim sebelumnya ketika GBLA terkendala perbaikan.

GBLA Belum Penuhi Standar Kelayakan

GBLA diketahui masih menjalani sejumlah pekerjaan perbaikan pada beberapa bagian, mulai dari kondisi lapangan, fasilitas pendukung, hingga kelengkapan sarana yang disyaratkan untuk pertandingan BRI Super League. Regulasi kompetisi menuntut stadion kandang memenuhi standar tertentu, termasuk kualitas rumput, sistem pencahayaan, ruang ganti, area wasit, fasilitas media, serta dukungan teknologi penunjang pertandingan.

Selain persoalan teknis, aspek keselamatan dan kenyamanan penonton juga menjadi pertimbangan. Panitia penyelenggara dan aparat keamanan perlu memastikan jalur evakuasi, kapasitas tribun, serta akses masuk dan keluar stadion berjalan sesuai prosedur. Selama hal-hal tersebut belum tuntas, penggunaan GBLA untuk laga resmi dinilai berisiko.

Manajemen Persib telah berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola stadion dan operator kompetisi, untuk memastikan status GBLA. Hasilnya, dua pertandingan kandang terdekat tetap dialihkan ke Si Jalak Harupat agar jadwal pertandingan tidak terganggu. Perpindahan venue ini juga telah diajukan sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk koordinasi dengan otoritas keamanan setempat.

Bukan Kali Pertama bagi Persib

Bagi Persib, bermarkas di Si Jalak Harupat bukan hal baru. Stadion yang berada di kawasan Soreang itu telah beberapa kali menjadi kandang sementara, baik untuk pertandingan liga domestik maupun kompetisi antarklub Asia. Pengalaman tersebut membuat proses adaptasi, mulai dari pengaturan tiket, penempatan steward, hingga koordinasi logistik tim, relatif lebih siap dibandingkan venue lain.

Meski demikian, perpindahan venue tetap membawa konsekuensi. Jarak Si Jalak Harupat dari pusat Kota Bandung sekitar 20 kilometer membuat sebagian suporter harus menempuh perjalanan lebih jauh. Kondisi itu berpotensi memengaruhi tingkat kehadiran penonton, terutama pada laga yang digelar pada hari kerja atau malam.

Manajemen klub disebut telah menyiapkan sejumlah langkah agar animo suporter tetap terjaga, antara lain dengan mengatur skema penjualan tiket secara bertahap dan berkoordinasi dengan penyedia transportasi. Informasi mengenai pembelian tiket, jam buka gerbang, serta tata tertib masuk stadion akan diumumkan melalui kanal resmi klub.

Antisipasi Kepadatan dan Arus Lalu Lintas

Kepadatan lalu lintas menjadi perhatian utama saat laga digelar di Soreang. Jalur menuju stadion, khususnya pada jam-jam menjelang pertandingan, kerap dipadati kendaraan pribadi dan bus rombongan suporter. Aparat kepolisian bersama pengelola stadion akan menerapkan rekayasa lalu lintas serta penyediaan kantong parkir tambahan di sekitar area.

Klub juga mengimbau pendukung untuk datang lebih awal dan memanfaatkan transportasi bersama guna mengurangi kepadatan. Selain itu, pengaturan jalur khusus bagi rombongan suporter tamu akan diterapkan demi menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Persiapan Tim Tetap Fokus

Di sisi teknis, perpindahan venue menuntut penyesuaian dari tim pelatih. Karakter lapangan, kondisi rumput, serta dimensi stadion menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi, terutama karena Persib tidak bisa memanfaatkan keunggulan markas utama. Meski begitu, skuad tetap menjalani program latihan sesuai jadwal yang telah disusun.

Padatnya jadwal BRI Super League membuat setiap pertandingan bernilai penting. Dua laga kandang di Si Jalak Harupat menjadi peluang bagi Persib untuk meraih poin penuh sekaligus menjaga posisi di papan klasemen. Tim pelatih disebut terus melakukan evaluasi menyusul hasil-hasil pertandingan sebelumnya, baik dari sisi efektivitas serangan maupun ketahanan lini belakang.

Dukungan suporter diharapkan tetap menjadi faktor penting. Meski lokasi pertandingan bergeser, antusiasme pendukung Persib dinilai tetap tinggi. Klub berharap kehadiran penonton di Soreang dapat memberikan energi tambahan bagi para pemain.

Harapan agar GBLA Segera Rampung

Persib berharap perbaikan GBLA dapat segera diselesaikan sehingga pertandingan kandang berikutnya bisa kembali digelar di Kota Bandung. Selain alasan historis dan kedekatan dengan basis suporter, penggunaan GBLA dinilai lebih efisien dari sisi operasional, termasuk biaya penyelenggaraan dan pengaturan logistik.

Pemerintah daerah dan pengelola stadion diminta menuntaskan pekerjaan sesuai target agar GBLA kembali memenuhi standar sebagai venue kompetisi nasional maupun internasional. Sebab, GBLA tidak hanya digunakan untuk kepentingan klub, tetapi juga menjadi aset olahraga penting bagi Jawa Barat.

Hingga kini, dua laga kandang Persib dalam BRI Super League tetap akan dilangsungkan di Si Jalak Harupat. Segala persiapan, mulai dari kesiapan lapangan, pengamanan, hingga pelayanan kepada penonton, dilakukan agar pertandingan berjalan aman dan lancar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter