30, 2026
Nasional

Geger Beruang Keluar dari Hutan di Musi Rawas Utara Sumsel

Foto beruang viral di Musi Rawas Utara, Sumsel, terlihat mencari makanan. Penampakan diduga akibat musim kemarau dan kebakaran hutan.]]>

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Geger Beruang Keluar dari Hutan di Musi Rawas Utara Sumsel

Geger Beruang Keluar dari Hutan di Musi Rawas Utara Sumsel

Warga Desa Air Nipis, Kecamatan Muara Beliti Barat, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, digegerkan dengan adanya beruang yang keluar dari hutan dan menyerang warga. Kejadian ini terjadi pada Rabu (15/3) dini hari dan menimpa seorang warga bernama Hendra (32) yang sedang berjaga kebun karet miliknya.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Sumsel, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Andi Surya mengatakan, beruang yang menyerang Hendra diduga merupakan spesies beruang madu (Helarctos malayanus). Beruang tersebut menyerang korban dari belakang saat Hendra sedang berjaga di kebun karet.

"Korban mengalami luka-luka di bagian punggung dan lengan akibat gigitan beruang. Setelah menyerang, beruang tersebut langsung melarikan dira kembali ke arah hutan," jelas Andi Surya saat dikonfirmasi, Kamis (16/3).

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, kejadian bermula ketika Hendra sedang berjaga di kebun karet miliknya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Tiba-tiba, seekor beruang dengan ukuran besar muncul dari arah hutan dan mendekati Hendra.

"Korban awalnya tidak sadar adanya beruang yang mendekat dari belakang. Saat sadar, beruang sudah menyerangnya dengan menggigit bagian punggung dan lengan korban. Korban berteriak minta tolong sehingga beberapa warga sekitar mendengar dan datang membantu," ujar Kepala Desa Air Nipis, Budi Santoso.

Setelah mendengar teriakan korban, warga sekitar segera datang membantu. Mereka membawa alat-alat tradisional seperti golok dan kayu untuk mengusir beruang tersebut. Setelah beruang berhasil diusir, warga membawa korban ke Puskesmas Muara Beliti Barat untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Korban mengalami luka cukup serius akibat gigitan beruang. Tim medis segera memberikan perawatan dan jahitan pada luka-luka yang diderita korban. Untungnya, kondisi korban sudah stabil dan tidak dalam kondisi genting," jelas Kepala Puskesmas Muara Beliti Barat, dr. Ratna Dewi.

Respons Pihak Terkait

Setelah mendapat laporan, tim dari BKSDA Sumsel bersama dengan aparat Polsek Muara Beliti Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera turun ke lokasi untuk mengecek kejadian dan memberikan bantuan kepada korban.

"Kami sudah mengecek lokasi kejadian dan memeriksa kondisi korban. Berdasarkan jejak yang ditemukan di lokasi, memang diduga seekor beruang madu yang masuk ke area perkebunan dan menyerang warga. Kami masih melakukan investigasi untuk memastikan apakah ada beruang lain yang mungkin masih berada di dekat pemukiman warga," ujar Kepala BKSDA Sumsel, Warsito.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihaknya sudah memasang papan peringatan berbahaya di sekitar area hutan dan perkebunan. Selain itu, tim juga melakukan sosialisasi kepada warga agar lebih waspada saat melakukan aktivitas di dekat hutan terutama pada malam hari.

Dampak Terhadap Lingkungan dan Warga

Kejadian menyerangnya beruang ke pemukiman warga ini menimbulkan kepanikan bagi warga setempat. Beberapa warga mengaku takut untuk beraktivitas di kebun mereka terutama pada malam hari.

Sementara itu, aktivitas penanaman karet di beberapa kebun milik warga juga sempat terganggu akibat kejadian ini. Beberapa warga memilih untuk tidak melakukan aktivitas di kebun mereka untuk sementara waktu.

Tindakan Pencegahan

BKSDA Sumsel mengimbau warga untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas di dekat hutan pada malam hari. Selain itu, pihaknya juga akan memantau kondisi habitat beruang di sekitar lokasi kejadian.

Diketahui, beruang madu merupakan spesies dilindungi yang terancam punah. Habitat alami beruang madu biasanya adalah hutan hujan tropis di Sumatra dan Kalimantan. Namun, akibat deforestasi dan perusakan habitat, seringkali beruang ini terpaksa keluar dari hutan dan masuk ke area pemukiman manusia.

Untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar, pemerintah dan pihak berwenang perlu meningkatkan upaya pelestarian habitat satwa liar dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara berinteraksi yang aman dengan satwa liar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter