17, 2026
Nasional

Geger Pria Dicambuk di Area Kantor KPPG Bogor

Rekaman video kekerasan di KPPG Bogor viral, menunjukkan seorang pria dicambuk. Polisi dan BGN selidiki insiden ini, ancam sanksi bagi pelaku.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Geger Pria Dicambuk di Area Kantor KPPG Bogor

Geger Pria Dicambuk di Area Kantor KPPG Bogor

Kejadian memilukan terjadi di area Kantor Kepala Pengawas Pajak (KPP) Griya Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (15/3) siang. Seorang pria diduga menjadi korban tindakan kekerasan fisik berupa pencambukan oleh sekelompok orang tak dikenal. Insiden ini mengejutkan para pegawai dan pengunjung yang sedang beraktivitas di lokasi pada saat kejadian.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi mata, korban bernama Ahmad (35) tiba-tiba dikelilingi oleh sekelompok pria berbadan tegap sekitar pukul 11.30 WIB. Para pelaku yang mengenakan atribut seragam hitam tanpa cap resmi ini langsung melakukan aksinya tanpa banyak bicara. Korban yang sempat terkejupkan dan mencoba melarikan dira tidak berhasil lolos dari amukan para pelaku.

Saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa para pelaku menggunakan cangklong kayu untuk melakukan pencambukan. "Korban diserang secara beramai-ramai. Kami sempat berteriak minta tolong, tapi mereka tidak peduli dan terus mengenai korban dengan cangklong," ujar saksi tersebut.

Kejadian berlangsung sekitar lima menit sebelum akhirnya para pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor yang sudah menunggu di depan pintu masuk kantor. Korban yang terlihat pingsan dan mengalami luka memar di bagian tubuh dan kepala langsung dilarikan ke rumah sakit oleh rekan kerjanya.

Respon Pihak KPPG Bogor

Kepala KPP Griya Bogor, Budi Santoso, menyatakan kejadian tersebut menjadi perhatian serius. Menurutnya, keamanan di lingkungan kantor menjadi prioritas utama. "Kami sudah mengambil tindakan segera dengan melapor kepada pihak kepolisian dan memperketla pengamanan di sekitar kantor," ujar Budi saat dihubungi.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kejadian tersebut. "Kami berharap agar kepolisian segera menangkap para pelaku dan memberikan keadilan bagi korban. Kejadian ini tentu sangat mengganggu aktivitas kami dan menimbulkan rasa takut di kalangan pegawai," tambahnya.

Keterangan Korban

Dari informasi yang dihimpun, korban Ahmad merupakan wirausaha yang sedang mengurus perizinan usahanya di kantor KPPG Bogor. Menurut keluarga korban, Ahmad sempat menerima ancaman beberapa hari sebelum kejadian. "Suami saya menerima telepon aneh beberapa hari lalu. Orang itu menyebutkan akan memberi hukuman jika suami tidak menyetorkan pajak sesuai yang diminta," ujar istri korban, Siti.

Kasus ini kini menjadi perhatian khusus pihak kepolisian. Kepala Polsek Bogor Timur, Kompol Rudi, mengatakan timnya sudah melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi. "Kami sedang mengembangkan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku. Ada beberapa kemungkinan motif di balik kejadian ini," jelas Rudi.

Reaksi Publik

Insiden pencambukan di area kantor pajak ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa pihak menyoroti rendahnya tingkat keamanan di sekitar kantor pemerintahan. "Ini sangat menyakitkan. Seharusnya kantor pemerintahan adalah tempat yang aman dan dilindungi," ujar aktivis masyarakat, Hendra.

Sementara itu, anggota DPRD Bogor, Maya Sari, meminta pihak berwenang segera menindaklanjuti kasus ini. "Kami minta agar kasus ini ditindaklanjuti secara tegas agar tidak ada lagi korban. Selain itu, perlu dievaluasi kembali sistem keamanan di seluruh kantor pemerintahan," tegasnya.

Sementara itu, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor. Menurut informasi medis, korban mengalami luka memar di bagian tubuh dan kepil, namun kondisinya sudah stabil. "Alhamdulillah kondisi korban sudah mulai membaik. Kami masih akan melakukan observasi selama beberapa hari ke depan," ucap dr. Prasetya dari tim medis RSUD Bogor.

Pengembangan Penyelidikan

Kepolisian mengaku sedang mengembangkan beberapa alat bukti dalam kasus ini. Selain keterangan saksi, pihaknya juga telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang ada di sekitar lokasi kejadian. "Dari rekaman CCTV, kami berhasil mengidentifikasi dua plat nomor sepeda motor yang digunakan pelaku. Tim sedang melakukan pengecekan ke kendaraan tersebut," jelas Kompol Rudi.

Polisi juga meminta masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para pelaku. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui informasi terkait kasus ini. Identitas para pelaku akan kamiungkap dan mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di lingkungan kantor pemerintahan dan melibatkan tindakan kekerasan yang sangat kejam. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan kasus ini guna memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menegakkan hukum di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter