10, 2026
Nasional

Gempa Dahsyat Bak Bom Atom Hantam Padang, Saksi Mata Tertimbun Seleher

Menjelang waktu magrib, bencana besar melanda Sumatera Barat. Gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang Padang dan Pariaman.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa Dahsyat Bak Bom Atom Hantam Padang, Saksi Mata Tertimbun Seleher

Gempa Dahsyat Bak Bom Atom Hantam Padang, Saksi Mata Tertimbun Seleher

Gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter yang melanda kota Padang pada Rabu (30/9) sore mengakibatkan kerusakan parah dan korban jiwa. Gempa yang terjadi pukul 17:16 WIB ini digambarkan saksi mata seperti "bom atom" meledak dengan getaran yang sangat dahsyat. Warga yang sedang beraktivitas tiba-tiba terjungkal dan banyak bangunan runtuh dalam hitungan detik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar Mentawai dengan episentrum berada di 57 kilometer barat laut kota Padang dengan kedalaman 10 kilometer. "Gempa ini bersifat tektonik akibat aktivitas pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia," ujar Sutopo dalam konferensi persnya.

Kerusakan Luas dan Evakuasi Massal

Kerusakan akibat gempa ini terjadi di wilayah yang sangat luas mulai dari Pariaman, Padang, Padang Pariaman, hingga Solok. Ratusan bangunan rumah warga, gedung perkantoran, fasilitas umum, dan bangunan bersejarah rusak berat atau amblas. Rumah Sakit Umum Dr. M. Djamil Padang dilaporkan mengalami kerusakan sehingga pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menginformasikan sedikitnya 112 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam bencana ini. "Angka ini masih sementara dan kemungkinan akan bertambah karena masih ada korban yang terjebak reruntuhan," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Zainal Ridwan.

Kisah Selamat dari Tengah Reruntuhan

Salah satu saksi mata bernama Yudi (35) warga Jalan Khatib Sulaiman Padang mengungkapkan pengalamannya saat gempa terjadi. "Sedang berada di warung ketika tiba-tiba tanah bergoyang sangat keras. Seperti ada bom atom meledak di dekat sini. Saya langsung lari keluar rumah dan melihat gedung-gedung di sekitar amblas," ujar Yudi yang masih dalam kondisi syok.

Ia menceritakan bagaimana tetangganya bernama Ibu Siti (50) tertimbun reruntuhan rumahnya saat sedang menyiapkan makan malam. "Kita sempat mendengar teriakan bantuan dari reruntuhan rumah Bu Siti. Beberapa tetangga berusaha menyelamatkannya dengan cara mengangkat puing-puing secara manual karena alat berat belum tiba," paparnya.

Tanggap Darurat dan Bantuan Diberangkatkan

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera mengaktifkan posko tanggap darurat di Kantor Gubernur Sumatera Barat. Gubernur Irwan Prayitno memerintahkan seluruh instansi terkait untuk turun ke lapangan membantu evakuasi dan penanganan korban.

"Kita sudah mengirimkan tim SAR gabungan dari TNI/Polri, Basarnas, dan relawan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Selain itu, kita juga telah mengirimkan bantuan berupa tenda, makanan, obat-obatan, dan air minum ke lokasi bencana," jelas Kepada BPBD Sumatera Barat, Abdul Haris.

Dampak Gempa Terasa Hingga Jakarta

Gempa bumi ini juga dirasakan di beberapa wilayah lain seperti Jakarta, Bandung, dan Palembang. Warga di Jakarta yang berada di gedung-gedung tinggal dievakuasi sebagai antisipasi adanya gempa susulan. BMKG menyatakan hingga pukul 20:00 WIB telah terjadi 60 kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial telah menyiapkan bantuan darurat untuk korban gempa di Sumatera Barat. Menteri Sosial Agung Laksono menyatakan akan segera mengerahkan tim kemanusiaan untuk membantu evakuasi dan penanganan korban.

Kondisi Pasca Gempa dan Panggilan Kemanusiaan

Hingga malam hari, listrik di sebagian besar wilayah Padang masih padam. Komunikasi juga terganggu karena beberapa menara komunikasi rusak. Warga yang kehilangan tempat tinggal mengungsi ke lapangan terbuka dan membutuhkan bantuan makanan dan air minum.

Gubernur Irwan Prayitno mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan saling membantu. "Kita berharap agar masyarakat tidak panik dan tetap menjaga kekayaan. Semua pihak diminta untuk membantu korban gempa dengan memberikan donasi atau berpartisipasi dalam kegiatan relawan," pungkasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan siap menerima donasi untuk korban gempa di Sumatera Barat. Donasi dapat disalurkan melalui rekening BNPB atau melalui pusko-posko yang telah dibuka di beberapa kota besar di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter