Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Selasa, 3 Juni 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episentrum gempa berada di koordinat 6,84 derajat Lintang Selatan dan 105,06 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut pada jarak sekitar 56 kilometer arah barat daya Sumur, Banten. Kedalaman gempa tercatat mencapai 23 kilometer.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 14.19 WIB tersebut merupakan jenis gempa tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Zona tumbukan kedua lempeng besar ini memang dikenal sebagai kawasan seismik aktif yang kerap menghasilkan gempa bumi dengan berbagai magnitudo, mulai dari yang kecil hingga yang merusak. Wilayah selatan Banten, termasuk Sumur dan sekitarnya, berada tepat di atas zona megathrust Selat Sunda yang memiliki potensi gempa besar.
Dampak dan Respons Warga
Meskipun kekuatan gempa tergolong moderat, getarannya dilaporkan dirasakan oleh sebagian warga di kawasan pesisir Sumur, Panimbang, dan beberapa wilayah lain di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan laporan dari warga, guncangan berlangsung singkat, sekitar tiga hingga lima detik, dengan intensitas yang bervariasi. Sebagian warga mengaku melihat lampu gantung bergoyang dan merasakan getaran halus saat sedang beraktivitas di dalam rumah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang menyatakan masih melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak. Petugas di lapangan juga berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan guna mengumpulkan informasi dari masyarakat.
BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun episentrumnya berada di laut, energi gempa yang relatif kecil serta kedalaman sumber gempa tidak cukup untuk memicu perpindahan massa air laut secara signifikan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Wilayah Rawan Gempa
Sumur merupakan salah satu kecamatan di ujung barat daya Kabupaten Pandeglang yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda. Kawasan ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan gempa yang cukup tinggi karena posisinya yang berdekatan dengan pertemuan lempeng tektonik. Selain gempa akibat aktivitas subduksi, wilayah ini juga berada dalam pengaruh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak tidak jauh dari pesisir barat Banten.
Sejarah mencatat bahwa kawasan Selat Sunda pernah dilanda gempa dan tsunami besar, termasuk peristiwa letusan Gunung Krakatau pada 1883 yang menimbulkan gelombang tsunami dahsyat dan menewaskan puluhan ribu orang. Peristiwa longsor bawah laut akibat erupsi Anak Krakatau pada Desember 2018 juga memicu tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan parah di sejumlah kawasan pesisir.
Oleh karena itu, BMKG terus mengingatkan pentingnya mitigasi bencana bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir. Edukasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, serta prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa dan tsunami menjadi bagian penting dari upaya pengurangan risiko bencana. Pemerintah daerah bersama instansi terkait secara berkala melakukan simulasi dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir.
Imbauan kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta hanya mengandalkan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi pemerintah dan BMKG. Selain itu, masyarakat diharapkan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing untuk memastikan tidak ada keretakan atau kerusakan struktur yang dapat membahayakan keselamatan.
Bagi warga yang merasakan guncangan, disarankan untuk segera keluar dari bangunan dan menuju tempat terbuka yang jauh dari pohon besar, tiang listrik, atau bangunan tinggi. Jika berada di pesisir dan merasakan guncangan kuat yang berlangsung lama, warga diminta segera menjauh dari pantai menuju tempat yang lebih tinggi tanpa menunggu peringatan resmi, karena waktu yang tersedia sangat terbatas.
Gempa magnitudo 4,6 di Sumur ini menjadi pengingat bahwa wilayah Banten selatan dan barat memiliki risiko seismik yang nyata. Kesadaran akan potensi bencana, pengetahuan mengenai langkah penyelamatan, serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat menjadi kunci untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul dari peristiwa gempa bumi di masa mendatang.
Komentar (0)