30, 2026
Nasional

Gempa M6,5 di Dekat Kepulauan Seribu, Dipastikan Tak Berpotensi Tsunami

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah perairan Kepulauan Seribu pada Rabu pagi. Gempa yang terjadi pada pukul 05:42 WIB ini tidak berpotensi tsunami, demikian dinyatakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pusat gempa berada di laut 157 kilometer barat laut dari Kepulauan Seribu dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa meskipun magnitudonya cukup besar, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. "Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami berdasarkan mekanisme sumber dan lokasi episentrumnya," ujar Daryono dalam rilis resmi yang diterima wartawan.

Kondisi di Lokasi Sekitar

Warga di sekitar Kepulauan Seribu dan beberapa wilayah di Jakarta melaporkan merasakan gempa dengan intensitas sedang hingga kuat. Beberapa warga yang berada di gedung tinggi di Jakarta Pusat dan Selatan sempat panik dan melakukan evakuasi sejenak. "Gempa terasa cukup lama, sekitar 15-20 detik. Saya langsung turun dari lantai 15 karena takut ambruk," kata seorang warga Jakarta Selatan.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait. "Kami sudah menghubungi BPBD Kepulauan Seribu dan BPBD di 5 wilayah di Jakarta. Saat ini belum ada laporan kerusakan berarti atau korban jiwa akibat gempa ini," ujar Kepala BPDKI Jakarta, Aris, saat dikonfirmasi.

Mekanisme Gempa dan Aktivitas Tektonik

Daryono menjelaskan bahwa gempa ini terkait dengan aktivitas lempeng yang cukup kompleks di wilayah tersebut. "Gempa bumi ini merupakan jenis shallow crustal fault yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut. Meskipun magnitudonya besar, karena mekanismenya dan kedalamannya yang dangkal, potensi dampaknya lebih terfokus di sekitar episentrum," jelasnya.

Wilayah Kepulauan Seribu memang merupakan area rawan gempa karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik. Selain itu, wilayah ini juga dekat dengan zona subduksi lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Namun, BMKG menekankan bahwa tidak semua gempa di wilayah ini berpotensi tsunami, tergantung pada mekanisme dan kedalamannya.

Tanggapan Pemerintah dan Warga

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warga tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang. "Kami mohon warga tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas. Semua pihak terkait sudah kami siapkan untuk mengantisipasi dampak dari gempa ini," kata Anies dalam keterangannya.

Di Kepulauan Seribu, warga yang berada di pulau-pulau terdekat dengan episentrum dilaporkan langsung melakukan pengecekan fasilitas umum dan permukiman. "Kami langsung memeriksa fasilitas kesehatan, pelabuhan, dan fasilitas umum lainnya. Alhamdulillah tidak ada kerusakan signifikan yang kami temukan," kata Kepala BPBD Kepulauan Seribu, Hendra.

Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa bumi yang bisa terkait dengan aktivitas tektonik di sekitarnya. "Kami terus memantau aktivitas gempa bumi di seluruh Indonesia. Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak percaya pada hoaks yang beredar," tambah Daryono.

Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk mempersiapkan diri secara baik menghadapi bencana alam. "Persiapkan kit darurat bencana, ketahui rute evakuasi, dan pastikan semua anggota keluarga tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Sementara itu, operasional transportasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya berjalan normal. Angkutan laut dari dan ke Kepulauan Seribu juga berjalan seperti biasa setelah pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan inspeksi keselamatan.

Monitoring dan Peringatan Dini

BMKG mengungkapkan bahwa meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, pihaknya tetap akan memantau aktivitas gempa susulan (aftershock) yang mungkin terjadi. "Kami telah memasang seismometer di sekitar wilayah terdampak untuk memantau aktivitas gempa susulan yang mungkin terjadi," kata Daryono.

Warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti pedoman keselamatan saat gempa terjadi. "Jika merasakan gempa, langsung lakukan evakuasi ke tempat terbuka dan aman. Hindari bangunan yang sudah rusak atau berpotensi ambruk," tambahnya.

Dengan adanya gempa ini, BMKG kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat akan potensi bencana alam. "Indonesia berada di cincin api dunia sehingga rawan gempa. Kesiapsiagaan dan pemahaman akan mitigasi bencana adalah kunci untuk mengurangi risiko," pungkas Daryono.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter