Gempa Susulan NTT Terus Terjadi, Ini Data Terbarunya
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (25/3) malam kembali disusul oleh gempa susulan yang terus terjadi hingga hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi lebih dari 50 kali gempa susulan dengan berbagai kekuatan sejak gempa utama terjadi.
Gempa utama yang berpusat di darat, kedalaman 10 kilometer, berlokasi sekitar 79 kilometer baratdaya dari Kupang, NTT ini telah menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga di beberapa kecamatan. Warga sekitar terlihat panik dan memutuskan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari potensi gempa susulan yang terus terjadi.
Kondisi Terkini dan Dampak
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Siti Nadia Tarmizi, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan. "Tim sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan dan membantu proses evakuasi warga," ujarnya dalam keterangannya, Minggu (26/3).
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa gempa susulan terkuat terjadi pada Minggu dini hari dengan magnitudo 5,2. Gempa ini tidak menimbulkan korban jiaya tambahan namun memperparah kerusakan pada beberapa bangunan yang sudah rusak akibat gempa utama.
Sejauh ini, BNPB mencatat 86 unit rumah warga mengalami kerusakan berat, 237 unit mengalami kerusakan sedang, dan 415 unit mengalami kerusakan ringan. Selain rumah, dua fasilitas publik yakni sebuah sekolah dasar dan puskesmas juga mengalami kerusakan cukup signifikan.
Evakuasi dan Bantuan Sosial
Pemerintah daerah setempat telah mengaktifkan posko darurat di tiga lokasi untuk menampung warga yang mengungsi. Wakil Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, mengatakan pihaknya telah menyiapkan bantuan darurat berupa makanan, selimut, dan tenda.
BMKG mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpancing oleh berita hoaks yang beredar. "Data yang kami sampaikan adalah data resmi dan terupdate. Kami juga terus memantau aktivitas gempa susulan yang masih terjadi hingga saat ini," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Potensi Gempa Susulan
Menurut BMKG, aktivitas gempa susulan ini masih dalam tahap normal dan dianggap sebagai respons dari gempa utama yang terjadi sebelumnya. "Secara historis, gempa dengan magnitudo 5,9 seperti ini memiliki potensi menghasilkan ratusan gempa susulan dalam beberapa hari hingga minggu ke depan," jelas Kepala Divisi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada indikasi adanya gempa bumi berikutnya yang lebih besar dari gempa utama. "Namun kami tetap waspada karena aktivitas tektonik di wilayah NTT ini memang cukup aktif," tegasnya.
Wilayah NTT memang termasuk dalam jalur cincin api Pasifik yang rawan gempa bumi. Wilayah ini memiliki aktivitas tektonik yang cukup tinggi karena adanya pertemuan beberapa lempeng bumi besar.
Tanggapan Masyarakat
Masyarakat di sekitar wilayah terdampak terlihat khawatir dengan gempa susulan yang terus terjadi. "Setelah merasakan gempa utama, kami tidak bisa tidur nyenyak karena terus ada guncangan," ujar salah satu warga setempat, Yohana.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada namun tidak panik. "Warga diminta tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari tim penanggulangan bencana. Hindari beredar di area yang berpotensi longsor atau runtuh," kata Kepala BPBD NTT, Viktor Loppies.
Sejauh ini, evakuasi warga masih berlangsung dan pemerintah berjanji akan terus membantu warga terdampak hingga kondisi benar-benar aman. "Kita akan terus memantau perkembangan dan menyiapkan bantuan yang diperlukan," pungkasnya.
Komentar (0)