14, 2026
Nasional

Gerakan Pemuda Kampung, Pemkot Serang dan Polisi Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Kepala Disparpora Kota Serang Ahmad Nuri akan memberdayakan pemuda kampung untuk menjaga kamtibmas. Kolaborasi dengan polisi dan sektor lain diharapkan efektif.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gerakan Pemuda Kampung, Pemkot Serang dan Polisi Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Gerakan Pemuda Kampung, Pemkot Serang dan Polisi Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Kolaborasi antara Gerakan Pemuda Kampung (GPK), Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, dan kepolisian terus diperkuat untuk menjaga kamtibmas di wilayah tersebut. Kerjasama ini menjadi salah satu upaya preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Serang.

Model Kolaborasi Tiga Pilar

Kolaborasi ini melibatkan tiga pilar utama yang saling melengkapi. GPK sebagai wadang pemuda aktif di tingkat RT/RW, Pemkot Serang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait, serta kepolisian dari Polresta Serang. Kekuatan kolaborasi ini terletak pada sinergi antara potensi masyarakat, kebijakan pemerintah daerah, dan penegak hukum.

Kepala Satpol PP Kota Serang, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa model kolaborasi ini telah berjalan sejak awal tahun. "Kami bekerja sama dengan GPK untuk mendekatkan diri pada masyarakat. Mereka lebih mudah mendeteksi potensi konflik atau gangguan kamtibmas di tingkat RT/RW," ujarnya.

Peran Aktif GPK

GPK turut aktif dalam berbagai kegiatan penanganan kamtibmas. Mereka melakukan patroli rutin di wilayahnya, mengadakan dialog dengan warga, serta menjadi perantara antara masyarakat dengan aparat penegak hukum. Ketua GPK Wilayah Kecamatan Serang Utara, Budi Santoso, mengatakan bahwa kehadiran pemuda di tengah masyarakat sangat efektif untuk menjaga situasi.

"Kami lebih dekat dengan warga. Banyak masalah yang bisa kita selesaikan di tingkat RT/RW sebelum membesar. Kalau ada warga yang bertengkar, kami bisa turun tangan untuk mediasi," jelas Budi.

GPK juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan, kesehatan, dan kepatuhan peraturan daerah. Mereka sering mengadakan kerja bakti, gotong royong, dan kegiatan positif lainnya untuk membangun solidaritas sosial.

Dukungan Pemkot Serang

Pemkot Serang memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Walikota Serang, Syafrudin, menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu kolaborasi dengan semua pihak untuk menciptakan Kota Serang yang aman dan nyaman," kata Syafrudin.

Dukungan tersebut berbentuk penyediaan fasilitas, pelatihan, serta arahan teknis bagi GPK. Pemkot juga memberikan insentif berupa alat patroli dan seragam untuk memperkuat kapasitas GPK dalam menjaga kamtibmas.

"Kami juga membentuk tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, GPK, dan Polisi untuk melakukan patroli gabungan. Ini dilakukan terutama pada malam hari atau saat ada kegiatan besar di kota," tambah Syafrudin.

Peran Kepolisian

Polresta Serang memandang kolaborasi ini sebagai solusi efektif dalam penanganan kamtibmas. Kapolresta Serang, Kombes Pol. Hendra Kusuma, menjelaskan bahwa kehadiran GPK membantu aparat dalam mendekatkan diri pada masyarakat.

"Informasi dari GPK sangat berguna bagi kami. Mereka menjadi mata dan telinga kita di masyarakat. Banyak kasus kejahatan kecil yang berhasil kita tindaklanjuti berkat informasi dari GPK," ucap Hendra.

Polisi juga memberikan pelatihan kepada GPK tentang dasar-dase kepolisian, pertolongan pertama, dan mediasi konflik. Selain itu, polisi sering mengadakan rapat koordinasi bersama GPK dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program-program kamtibmas.

Prestasi dan Tantangan

Sejak kolaborasi ini berjalan, Kota Serang mengalami penurunan angka kriminalitas dan gangguan kamtibmas. Menurut data Polresta Serang, angka laporan kejahatan di wilayah Kota Serang turun sebesar 15% pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kami juga berhasil menekan angka konflik antar kelompok masyarakat. Banyak masalah yang bisa diselesaikan secara musyawarah tanpa harus melibatkan aparat penegak hukum," kata Kepala Satpol PP Ahmad Fauzi.

Meski demikian, tantangan masih tetap ada. Beberapa wilayah masih menghadapi masalah seperti tawuran antarpelajar, narkoba, dan gangguan malam hari. Selain itu, keberlanjutan program ini juga menjadi perhatian mengingat keterbatasan anggaran dan kebutuhan pelatihan yang berkelanjutan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pihak berencana mengembangkan program dengan lebih merata ke semua kecamatan di Kota Serang. Selain itu, akan ditingkatkan lagi kualitas SDM GPK melalui pelatihan yang lebih intensif.

Kolaborasi antara GPK, Pemkot Serang, dan polisi diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kamtibmas. Dengan pendekatan partisipatif dan preventif, diharapkan Kota Serang dapat terus menjadi kota yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi semua warganya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter